Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Arsip BP
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeGelar KaryaBest practiceBP-EkonomiPAKET Wujudkan Jalan Cor Rabat Beton di Desa Palumbungan
Best Practice P2KP merupakan kumpulan dokumentasi pengalaman kegiatan lapangan yang sarat dengan inspirasi, prestasi, dan bermakna pelajaran. Tujuan sharing pengalaman dalam bentuk tulisan Best Practice ini agar khalayak terpacu untuk melakukan kegiatan-kegiatan serupa, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagaimana penulisan, pengiriman, dan penayangan Best Practice P2KP? Klik disini...
Purbalingga, 12 Oktober 2009
PAKET Wujudkan Jalan Cor Rabat Beton di Desa Palumbungan

Desa Palumbungan, kecamatan Bobotsari, kabupaten Purbalingga merupakan wilayah P2KP yang berjalan mulai tahun 2005 – 2007, melalui BKM Kelir Mas. Pada 2008, BKM Kelir Mas dianggap sudah berdaya dan menuju mandiri, sehingga dapat mengakses program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET).

Dalam hal ini, P2KP melakukan proses pemberdayaan masyarakat yang ditujukan kepada seluruh komponen masyarakat di Palumbungan, sebagai upaya meningkatkan kemampuan mereka dan menumbuhkan kebersamaan guna mengatasi permasalahan kemiskinan secara mandiri dan berkelanjutan.

Sebagai keberlanjutan program, dikembangkan upaya menumbuh-kembangkan kemitraan (channeling) dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah (pemda), pengusaha, perguruan tinggi, LSM, swasta dan kelompok peduli lainnya. Semua itu dilakukan guna merealisasikan PJM Pronangkis yang telah dirancang masyarakat sebelumnya.

Terkait hal ini, masyarakat Palumbungan mempersiapkan diri dengan menunjukan keswadayaan tinggi. Ini terbukti dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan cor rabat beton bervolume 75,74 meter kubik—dengan nilai rencana penyerapan dana Rp 117.143.000, dan 1 unit jembatan. Semuanya dapat dikerjakan dengan baik dan mampu dipertanggungjawabkan secara kualitas.

Kegiatan ini dilaksanakan mengingat kebutuhan jalan begitu mendesak diperlukan. Selama ini aktivitas masyarakat terganggu karena kondisi jalan yang ada hanya berupa tanah, dengan sebagian makadam. Jembatan pun sempit dan sangat curam, sehingga masyarakat tidak nyaman melintasinya. Akhirnya, melalui musyawarah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat desa Palumbungan. Tidak lupa, musyawarah itu juga melibatkan warga miskin yang setiap hari memanfaatkan jalan tersebut.

Hasilnya, didapati pendapat bahwa kondisi jalan yang ada berupa tanah dan bebatuan, tidak nyaman dilewati, sehingga warga harus berhati-hati melintasinya. Apalagi ketika sebagian warga masyarakat miskin membawa hasil pertanian, kebun ataupun hasil hutan dengan menggunakan sepeda atau  menggunakan gerobak, terpaksa harus meniti pada pinggiran jalan yang masih “lumayan” kondisinya (agak rata, tanpa bebatuan).

Masyarakat juga mencari alternatif pembangunan yang ramah lingkungan. Mengingat sebagian warga miskin tinggal di wilayah jalan tanah tersebut—yakni di dukuh Santi, berarti jalan ini merupakan jalur utama mereka melakukan kegiatan. Sementara itu, warga memiliki keinginan kuat memperoleh pendidikan yang lebih layak, namun buruknya kondisi jalan membuat anak-anak mereka umumnya membolos sekolah akibat takut celaka saat melintasinya.

Akhirnya, warga bersama tokoh-tokoh masyarakat, ketua wilayah (RW dan kepala dukuh) serta BKM berinisiatif membangun jalan dengan cor rabat beton, yang berorientasi pada pembangunan ramah lingkungan serta tingkat keswadayaan tinggi.

Pada Oktober 2008, pembangunan jalan cor rabat beton dan jembatan mulai dilaksanakan. Diawali dengan rembug warga setempat terkait kesepakatan teknis pelaksanaan maupun kebutuhan lainnya. Pelaksana kegiatan adalah Panitia Kemitraan (Pakem) Santi Lancar.

Mengingat lokasi kegiatan melalui beberapa RT, disepakati pula kegiatan akan melibatkan seluruh warga masyarakat, tanpa terkecuali ibu-ibu, turun tangan sebagai tenaga bantuan. Kaum ibu yang terlibat dalam kegiatan, terbukti sangat aktif. Misalnya, sebelum pekerjaan utama dimulai, dengan sigap mereka mengurusi konsumsi dan administrasi keuangan.

Pembangunan jalan cor rabat beton dan jembatan dimulai dengan pengerjaan konstruksi jembatan terlebih dahulu. Pengerjaan kegiatan rampung sekitar Desember 2008, dengan volume akhir jalan cor rabat beton mencapai 80,54 meter kubik dan satu unit jembatan, sampai ke tingkat sempurna seperti sekarang ini. Dana BLM PAKET yang diserap diketahui sebesar Rp 82juta, ditambah swadaya Rp 72.646.5000, atau total dana Rp 154.646.500.

Manfaat yang diharapkan oleh seluruh warga dukuh Santi, desa Palumbungan adalah terbangunnya  jalan yang bisa dilintasi sepeda onthel, sepeda motor dan mobil pick-up tanpa kesulitan. Semua ini merupakan jalur perekonomian, pendidikan dan sosial, serta merupakan sebuah pembangunan yang ramah lingkungan.

Selain dari segi fisik bangunan dan manfaat, kegiatan dari pembangunan ini diharapkan dapat menghasilkan rasa kebersamaan dan gotong-royong yang tinggi dari seluruh warga desa Palumbungan.

Alhamdullilah, pembangunan ini sukses seperti yang diharapkan masyarakat. Bahkan, pembangunan jalan di dukuh Santi menjadi sarana transportasi angkutan hasil hutan. Semua ini berhasil berkat keteguhan, kegotong-royongan dan kebersamaan yang begitu tinggi dari seluruh elemen masyarakat dukuh Santi, Desa Palumbungan. Kegiatan ini mustahil berhasil jika rasa tersebut tidak muncul di masyarakat.

Guna menjaga keberlanjutan dan memperpanjang umur pekerjaan, maka dibentuk Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Jalan Cor Rabat Beton dan Jembatan Dukuh Santi, Desa Palumbungan. Kelompok ini ada di bawah pengawasan Unit Pengelola Lingkungan (UPL) BKM.

Pengurus kelompok, bersama warga masyarakat, ketua RT, RW serta tokoh masyarakat, secara rutin melakukan pemeliharaan dan perawatan. Misalnya, lewat kerja bakti insidentil. Dan, jika memerlukan biaya, dana diambilkan sebagian dari iuran pembangunan bulanan yang memang sudah menjadi tradisi penggalangan swadaya selama ini. (Tim PAKET KMP P2KP Advanced, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

(dibaca 2810)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Indeks BP-Ekonomi | Arsip BP-Ekonomi | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 6332, akses halaman: 9440,
pengunjung online: 217, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank