Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Arsip BP
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
Best Practice P2KP merupakan kumpulan dokumentasi pengalaman kegiatan lapangan yang sarat dengan inspirasi, prestasi, dan bermakna pelajaran. Tujuan sharing pengalaman dalam bentuk tulisan Best Practice ini agar khalayak terpacu untuk melakukan kegiatan-kegiatan serupa, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagaimana penulisan, pengiriman, dan penayangan Best Practice P2KP? Klik disini...
Papua, 21 Januari 2011
Jalanku Terhubung Kembali

Gurabesi adalah salah satu dari tujuh kelurahan yang berada dalam wilayah Distrik Jayapura Utara Provinsi Papua, wilayah paling timur Indonesia, dengan luas wilayah 7,18 kilometer persegi dan berada pada ketinggian rata-rata 8 meter di atas permukaan laut.

Kelurahan yang terdiri dari 8 RW dan 34 RT ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 17.171 jiwa, terbagi atas 8.331 laki-laki dan 8.840 perempuan. Wilayah Kelurahan Gurabesi sebelah Utara dan Barat berbatasan dengan hutan lindung, sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Numbay, dan sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Yos Sudarso dan Kelurahan Bhayangkara.

Kondisi ekonomi masyarakat Kelurahan Gurabesi relatif cukup baik. Sebagian masyarakat bermata pencaharian tidak tetap (buruh), yaitu sebanyak 1.798 jiwa atau 59,79% dari total jumlah penduduk. Sisanya bermata pencaharian dengan cara berkebun (1,54 %), pedagang kaki lima (2,38 %), pengusaha (1,75%), PNS (12,5 %) dan TNI/POLRI (21,5 %).

Sebagian besar masyarakat menengah ke bawah menghuni wilayah perbukitan dengan kondisi prasarana dasar kurang layak. Salah satu contohnya adalah jembatan rusak di Bukit Barisan yang berlokasi di RW IV, Kelurahan Gurabesi. Selama ini sudah ada program bantuan pemerintah terutama untuk meningkatkan kualitas sarana-prasarana dasar, tetapi keberadaannya belum dirasakan nyata oleh masyarakat.

PNPM Mandiri Perkotaan, yang dahulu dikenal dengan P2KP, diakui masyarakat merupakan program pemberdayaan yang mempunyai cara pendekatan berbeda. Masyarakat merasakan ada suatu penghargaan terhadap diri mereka, karena terbukti selama pelaksanaan kegiatan (siklus) berjalan, masyarakat selalu dilibatkan.

Setelah PNPM Mandiri Perkotaan diterima, masyarakat pun mengusulkan kegiatan perbaikan jembatan di Bukit Barisan yang sudah rusak akibat tanah longsornya di kanan dan kiri jembatan. Masyarakat sepakat kegiatan tersebut menjadi prioritas.

Pada tahapan perencanaan awal, usulan pembangunan jembatan beton  dimasukkan ke dalam dokumen PJM Pronangkis tahun 2007 dan disepakati untuk masuk sebagai daftar kegiatan prioritas untuk didanai BLM tahap I tahun 2007.

Selanjutnya, lewat proses pembentukan KSM, BKM Numbay Raya dan masyarakat menyetujui, yang akan melaksanakan kegiatan adalah KSM Bukit Barisa berdasarkan proposal usulan kegiatan yang telah dibuat lengkap dengan rincian pendanaannya. Total pendanaan pembuatan Jembatan beton adalah Rp8,5 juta, terdiri atas Rp7,5 juta dana BLM dan Rp1 juta swadaya masyarakat.

Untuk itu, KSM Bukit Barisan memastikan status tanah yang akan digunakan perbaikan jembatan sudah melaluai proses perizinan dan mengidentifikasi kesanggupan swadaya masyarakat dalam bentuk tanaga, alat, bahan dan konsumsi. Pengadaan bahan seperti kayu, semen, pasir, batu kali, semua dibeli di kota. Proses pengangkutan bahan material semen, kayu, batu kali, besi dilakukan dengan cara memikul satu per satu menuju ke atas lokasi kegiatan.

Untuk pengangkutan material pasir dilakukan dengan menggunakan karung yang telah diisi pasir, setelah itu diangkat ke bukit, sehingga untuk 1 rit (2,5 meter kubik) pasir dibutuhkan sekitar 30 buah karung. Secara perhitungan biaya,ongkos angkut 2 kali lipat lebih mahal dibanding harga material.Namun dalam proses pembangunan jembatan beton ini menggunakan sistem gotong-royong. Di sini seluruh warga dari tiga RT (yaitu RT 03, RT 02, dan RT 01), baik laki-laki maupun ibu rumah tangga dan anak-anak, semua turun tangan, membantu mengangkat material campuran ke lokasi.

Jembatan dibuat dengan struktur beton berpondasi batu kali. Lantai jembatan adalah cor beton bertulang dengan ketebalan 12 cm. Guna menjaga keamanaan pengguna jembatan, dibuatlah dinding setinggi 50 cm di kanan kiri jembatan. Di sebelah kanan jembatan dibuat papan informasi kegiatan dengan menggunakan campuran semen. Hal itu dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kegiatan yang sedang dibangunnya, sekaligus sebagai wujud transparansi.

Selesainya pembangunan jembatan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Terbukti, aktivitas masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah hingga para pedagang kaki lima bisa leluasa melintasi jembatan kembali dari yang biasanya berjalan mengelilingi bukit untuk bisa sampai ke tempat tujuan.

Yang perlu diperhatikan adalah setelah pembangunan jembatan penghubung antar RT ini selesai dan tahan lama, sehingga manfaatnya bagi masyarakat pun bertahan lebih lama. Untuk itu, masyarakat sepakat membentuk panitia pemeliharaan yang terdiri dari perwakilan warga RT masing-masing. (LKM Numbay Raya/TA Infrastruktur OC-9 Papua, Jayapura, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

BKM/LKM NUMBAY RAYA
JL. Olah Raga No. 2 Kel. Gurabesi

Atau

KMW OC-9 Papua
Jl. Ardipura III No. 10 Polimak 3 Jayapura Papua
Telp/Fax. 0967-521363

Contact Person:
Bpk. Cada Z. Leksimanuaya (Koordinator BKM)
Bpk. Krisbintoro, ST (TA Infrastruktur OC-9 Papua), HP. 0816 432 4897

(dibaca 2394)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Indeks BP-Lingkungan | Arsip BP-Lingkungan | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 10260, akses halaman: 12326,
pengunjung online: 288, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank