Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Bestpractice
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeGelar KaryaBest practiceBP-EkonomiPAKET Penumbuh Swadaya Masyarakat
Best Practice P2KP merupakan kumpulan dokumentasi pengalaman kegiatan lapangan yang sarat dengan inspirasi, prestasi, dan bermakna pelajaran. Tujuan sharing pengalaman dalam bentuk tulisan Best Practice ini agar khalayak terpacu untuk melakukan kegiatan-kegiatan serupa, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagaimana penulisan, pengiriman, dan penayangan Best Practice P2KP? Klik disini...
Sukoharjo, 18 Agustus 2009
PAKET Penumbuh Swadaya Masyarakat

Dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan ada bantuan berupa stimulus dana yang dikenal sebagai Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Selain BLM, ada pula bantuan dana bernama Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET), dengan komponen dana berupa sharing APBD, PAKET P2KP dan swadaya masyarakat. Masing-masing kelurahan yang memiliki BKM berkinerja baik, dapat bersaing guna memperoleh dana PAKET tersebut.

Salah satu wilayah di Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, yang memperoleh PAKET adalah Kelurahan Mandan. Kemudian, dibentuklah Panitia Kemitraan (Pakem) Sukses, sebagai pengelola dana bantuan PAKET untuk rehab jalan di Dusun Banjarsari-Bagusan.

Sebelumnya, kondisi jalan tersebut rusak, tidak rata (berlubang) dan sangat mengganggu kelancaran transportasi masyarakat. Karena, jalan berlubang dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan, barang bawaan terjatuh dan kendaraan mudah rusak. Belum lagi masalah air yang menggenang setiap kali hujan, menyebabkan lingkungan kotor, rentan penyakit, dan tidak nyaman.

Pada skala lebih luas, kondisi tersebut mengganggu perekonomian masyarakat ,karena dapat menghambat masyarakat dalam memperoleh nafkahnya, yang berbuntut pada penurunan kualitas perekonomian. Yang paling dirugikan, tentunya, adalah warga miskin, terutama warga yang berdiam di sekitar lokasi jalan rusak.

Dengan diraihnya PAKET, warga Kelurahan Mandan berusaha maksimal menumbuhkan swadaya masyarakat, hingga membuahkan swadaya tunai sebesar Rp 13juta, ditambah swadaya material berupa 7 drum aspal dan tenaga.

Mulanya, jalan yang direhab direncanakan seluas 2.073,13 meter persegi, ternyata realisasinya menjadi 2.205 meter persegi, yang menyerap total dana sebesar Rp 116,65juta. Dana itu terdiri atas Rp 48,7 juta dana PAKET, Rp 47,2juta dana dari dinas (APBD), dan swadaya masyarakat sekitar Rp 20,75juta.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Pemerintah Kelurahan Mandan, BKM Sejahtera, Pakem, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri, yang telah berperan aktif mendukung PAKET ini. Terutama, kepedulian dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat Mandan, yang berkeyakinan bahwa jalan adalah fasilitas umum milik bersama, untuk kepentingan bersama, yang harus menjadi tanggung jawab bersama dalam pemeliharaan dan penggunaannya.

Partisipasi warga dalam swadaya tidak hanya berupa uang ataupun barang, namun juga berupa tenaga dan pikiran. Tak mau ketinggalan, kaum perempuan turut berpartisipasi dalam kegiatan pengaspalan jalan di Kelurahan Mandan ini. Sebagian bersemangat ikut mengangkat material seperti batu dan pasir, meski panas matahari menyengat dan kulit bersimbah peluh. Kaum ibu yang lain sigap menyediakan makanan untuk para pekerja. Sedangkan peralatan berupa walls (alat berat untuk meratakan jalan sebelum diaspal), Pakem menyewanya dari dinas PU setempat.

Usai pelaksanaan pekerjaan di lapangan, warga segera menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PAKET. Terkait penyusunan LPJ, warga intens berkoordinasi dan konsultasi dengan faskel, hingga akhirnya LPJ PAKET yang dinilai cukup rumit itu, rampung. Kemudian, LPJ dijilid, digandakan, dan diteruskan kepada pihak-pihak dari dinas terkait, seperti Kelompok Kerja (Pokja), Korkot dan Dinas PU Kabupaten Sukoharjo, agar kegiatan ini diketahui oleh semua pihak.

Sebagai “penutup”, LPJ tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas PU setempat. Terkait hal ini, awalnya warga—yang diwakili anggota Pakem, sempat enggan dan tidak berani menghadap pejabat setempat untuk dimintai tanda tangan. Ini menunjukkan bahwa masih ada jarak (gap) antara masyarakat dengan pihak birokrasi. Namun, akhirnya Pakem Sukses berhasil menghadap dan mendapatkan tandatangan dari pejabat setempat. Secara tidak langsung, penandatanganan LPJ itu mampu menjembatani gap yang sebelumnya ada.

Lebih lanjut, program rehab/pengaspalan jalan di Kelurahan Mandan dapat dinikmati oleh masyaraka sekitar. Lingkungan mereka menjadi bersih dan asri, arus transportasi lancar, perekonomian pun lancar. Meski begitu, peran dan tanggung jawab masyarakat tidak selesai sampai di sini, melainkan masih berlanjut dalam operasi dan pemeliharaannya. (Siti Nurul W, Faskel Kabupaten Sukoharjo, KMW XIV Jawa Tengah, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silakan hubungi:

Tim PAKET KMP Advanced
Jl. Penjernihan II No.10, Pejompongan
Jakarta Pusat 10210
Telp. (021) 57852802-04
Fax. (021) 5700490

(dibaca 1607)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 740, akses halaman: 1498,
pengunjung online: 75, waktu akses: 0,028 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank