Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Bestpractice
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
Best Practice P2KP merupakan kumpulan dokumentasi pengalaman kegiatan lapangan yang sarat dengan inspirasi, prestasi, dan bermakna pelajaran. Tujuan sharing pengalaman dalam bentuk tulisan Best Practice ini agar khalayak terpacu untuk melakukan kegiatan-kegiatan serupa, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagaimana penulisan, pengiriman, dan penayangan Best Practice P2KP? Klik disini...
Klungkung, 15 Agustus 2011
Jembatan Membawa Berkah

Oleh:
Dewa Nyoman Manuantara      .
Askot CD
Korkot Bali 2
OC 7 Bali
PNPM Mandiri Perkotaan

Pertama kali Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan berjalan di Kabupaten Klungkung, Bali sejak Mei 2007. Program ini bertujuan menanggulangi kemiskinan di wilayah sasarannya dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, swasta dan kelompok peduli.

Langkah ini ditempuh karena kemiskinan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Guna menemu-kenali permasalahan kemiskinan, maka masyarakat diajak aktif berproses melalui tahapan pembelajaran yang disebut dengan siklus.  

Dalam hal ini, Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, adalah salah satu desa yang mendapatkan PNPM Mandiri Perkotaan. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sawo Kabeh, sebagai lembaga yang dibentuk oleh masyarakat Dawan Klod melalui pemilihan secara langsung, berhasil membentuk Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) yang dirumuskan bersama masyarakat.

Pada Desember 2009, BKM Sawo Kabeh menyelenggarakan pemilihan untuk masa kepemimpinan tiga tahun kedua, sekaligus me-review sejumlah program penting, mengingat persoalan kemiskinan yang dihadapi oleh masyarakat Dawan Klod sangat kompleks, meliputi bidang lingkungan, sosial maupun ekonomi.

Tentu saja simpul-simpul persoalan ini harus ditangani bersama. Salah satu simpul masalah itu berada pada aspek lingkungan, yaitu terputusnya akses jalan karena tidak adanya jembatan. Akibatnya, dalam melakukan kegiatan masyarakat miskin menempuh waktu yang lebih lama sebelum akhirnya sampai ke tujuan. Tak heran jika aktivitas pengangkutan hasil usaha tani, yang notabene sebagai satu-satunya mata pencaharian masyarakat Desa Dawan Klod, terhambat.

Bertolak dari persoalan ini, maka tidak bisa tidak, kebutuhan pembangunan jembatan adalah ”harga mati”. Masyarakat sering menyampaikannya dalam Musrenbang maupun pada kesempatan-kesempatan yang lain. Namun tidak pernah mendapat jawaban memuaskan, apalagi realisasi.

Sejak masuknya PNPM Mandiri Perkotaan, isu pembangunan jembatan ini nongkrong menjadi prioritas dalam PJM Pronangkis. Selain akan dibiayai oleh BLM, rencana pembangunan jembatan juga akan dilengkapi swadaya masyarakat.  

Usai dibangun, masyarakat merasa bahwa berkah kepada masyarakat miskin—khususnya petani yang kehidupannya selalu terhimpit dan terjepit—telah tiba.

Kini, masyarakat bisa tersenyum saat melintasi jembatan hasil karya mereka sendiri.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana ”Yudistira” I Nengah Mantra, masyarakat merasakan jembatan ini sebagai kebutuhan mendesak, sebab mampu menghubungkan para penduduk yang terisolasi oleh sungai, serta memudahkan mengangkut hasil bumi mereka ke pasar.

Mantra menyampaikan, Desa Dawan Klod, yang lokasinya terletak sekitar 8 kilometer dari pusat kota, terdiri dari empat dusun (banjar), dengan jumlah penduduk 2.459 jiwa atau 629 KK. Hasil pemetaan Swadaya (PS2) menemukan 96 KK miskin.

Mantra menuturkan, selain sebagai tokoh masyarakat, mereka juga sering melakukan ngayah (kerja sosial) dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat.

Salah satunya adalah menjadi ketua KSM Yudistira untuk pembangunan jembatan sepanjang 6 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 4 meter dari permukaan sungai.

Pengerjaannya melibatkan masyarakat sekitar, sehingga cepat sekali selesainya. Tak kurang dari sebulan, pembangunan jembatan yang menghabiskan biaya Rp49.639.362 (terdiri atas Rp35.030.962 dari BLM dan Rp14.608.400 dari swadaya) itupun rampung.  

Mantra menyampaikan terimakasih kepada PNPM Mandiri Perkotaan, terutama Tim Fasilitator 14 dan semua pihak yang terlibat memfasilitasi dalam pembangunan jembatan, sehingga masyarakat tidak harus mengambil jalan keliling yang jauh lagi. Jembatan membawa berkah.  

Setelah menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut, KSM Yudistira bersama masyarakat kelompok pemelihara dan pemanfaat (KPP) melakukan pengecatan jembatan agar lebih awet dan menarik dipandang mata.

Semoga Program PNPM Mandiri Perkotaan tetap eksis dan berlanjut, karena masih banyak masyarakat miskin yang perlu uluran tangan.

Dan kami siap ngayah demi masyarakat agar bisa terangkat dari belenggu kemiskinan. Kami mohon juga kepada semua pihak agar ikut berpartisipasi dalam penanggulangan kemiskinan, baik dengan sumbangan dana, tenaga, program maupun lainnya yang berpihak kepada masyarakat miskin. (OC 7 Bali)

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:

BKM Sawo Kabeh
Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan
Kabupaten Klungkung
Bali

Contact Person:
I Komang Werta (Koordinator), HP. 087862354170

Editor:Tomy Risqi/Nina K. Wijaya

bpling_bali_sawokabeh1.jpg

(dibaca 1621)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 4127, akses halaman: 6651,
pengunjung online: 230, waktu akses: 0,039 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank