Bone, 8 Januari 2008
Irigasi Lancar, Panen Berlimpah
Impian petani Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, untuk memiliki saluran irigasi telah terwujud. Kesulitan mendapatkan air irigrasi yang dirasakan selama sepuluh tahun terakhir, kini tinggal kenangan.
Para petani dapat merasakan nikmatnya irigasi yang mengairi areal persawahan mereka. Tidak hanya itu, air irigasi juga dijadikan sebagai tempat mencuci pakaian, mencuci perabot rumah tangga dan lokasi bermain anak-anak. Semuanya, berkat program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (Paket) P2KP. Yusran, salah seorang petani di desa tersebut menuturkan, sebelumnya di wilayah mereka sudah ada saluran pengairan. Namun, bentuknya hanya berupa galian parit, sehingga sebagian besar air hanya mengalir di hulu. Air tidak menjangkau bagian hilir karena merembes (bocor) di perjalanan dan terbuang percuma. Areal persawahan yang terairi pun paling luas hanya sekitar 3 hektare.
Kondisi tersebut langsung berubah drastis setelah saluran irigrasi dari program Paket sepanjang 800 meter, dibangun. ”Kini, air irigrasi tidak menjadi masalah lagi. Wilayah yang terairi dengan baik sekarang menjadi 50 hektare,” ujar Yusran.
Pembangunan saluran irigasi ini memanfaatkan biaya sebesar Rp 150 juta, terdiri dari dana Paket sebesar Rp 75 juta, ditambah Rp 37,5 juta dari APBD Pemeritah Kabupaten Bone, selebihnya dari swadaya masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan oleh Panitia Kemitraan (Pakem) yang berjumlah 9 orang. Tiga diantaranya berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bone, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Bone, dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Enam lainnya adalah warga masyarakat sendiri.
Proses pengerjaan saluran irigasi dilakukan oleh warga Lampoko, khususnya dari Dusun Lampoko Riattang. Lama kegiatan sekitar satu bulan dengan jumlah tenaga kerja hingga 30 orang, menggunakan sistem swadaya. ”Warga Desa Lampoko, khususnya di Dusun Lampoko Riattang, sangat gembira atas adanya pembangunan saluran irigasi dari P2KP,” ujar Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Lampoko-Bone, Abdul Razak.
Razak menjelaskan, berkat adanya saluran tersebut, petani dapat menanam berbagai jenis tanaman sepanjang tahun. Misalnya, padi yang biasanya hanya satu kali tanam, kini dapat diusahakan dua kali tanam dalam setahun. ”Artinya terjadi peningkatan produksi. Jika selama ini hanya sekali dalam setahun dengan rata-rata produksi 2-3 ton per hektare, maka saat ini bisa menanam dua kali setahun dengan total produksi 3-4 ton per hektare,” papar Razak.
Kehadiran saluran irigasi ini juga memberikan inspirasi bagi warga sekitarnya untuk terus berinovasi melakukan kegiatan usaha tani. Tidak hanya pada usaha tanaman padi, tetapi juga tanaman sayur-sayuran, yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan gizi masyarakat. (Syamsu Alam-Tenaga Ahli Kebijakan Publik KMW VIII P2KP 2/Tim PAKET KMP P2KP-2; Firstavina)
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:
BKM Arung Tadelle Koordinator : Abdul Razak, HP 0852 4278 8609 Jalan Poros Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan
KMW VII Jl. Timah II Blok A-25 No. 4 Makasar Telp. 0411-449813 (dibaca 1577) |