Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Forum
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeForumMimbar bebaskoorkot tak layak
koorkot tak layak 
jonatan dua, 8 Mei 2011, jam 12:51:22
Stabat, 08 mei 2011

Kepada Yth,
Ka.Satker PNPM MP Pusat ( Jakarta )
Ka.Satker PBL SUMUT
PPK PNPM MP SUMUT
Tim PPM P2KP
TL.KMP PNPM MP
TL.KMW 1 SUMUT
PD.OC-1 SUMUT
TA.Monev KMW 1 SUMUT
Di
Tempat,

Dengan Hormat,
Bersamaan dengan ini saya ingin menyampaikan pengaduan prihal telah terjadi penyimpangan/penyalahgunaan dana pelatihan masyarakat yaitu pelatihan Tematik yang sogyanya dilaksanakan pada tahun anggaran 2010, akan tetapi pelatihan tersebut urung dilaksanakan dikarenakan acuan konsep dan materi pelatihan tersebut belum jelas. Adapun prihal penyampaian pengaduan ini didasarkan pada :
1. Dana Pelatihan yang bersumber dari dana APBN telah ditransfer ke rekening Panitia bersama Koordinator kota/Kab yang masuk PNPM MP di SUMUT.
2. Seharusnya Kalau pelatihan tersebut belum dilaksanakan, maka dana tersebut tidak boleh di tarik dari rekening dengan alasan apapun.
3. telah terjadi penarikan dana tersebut,akan tetapi dana tersebut tidak sampai kepada tim panitia pelaksana pelatihan masyarakat.( Cek Buku Rekening Panitia bersama Koordinator Kota/Kab.)
4. kejadian ini terjadi di Kab.Langkat Sumatera Utara,dimana penanggung jawabnya adalah saudara M.Abdi yang pada waktu itu menjabat sebagai askot CD Mandiri untuk kab.Langkat, dan Tertanggal 01 April 2011 diangkat sebagai pimpinan Koorkot 3 Binjai Langkat.
5. setalah dilakukan croscek kebeberapa BKM yang ada di Kab.Langkat dana pelatihan tersebut tidak pernah sampai.
6. telah terjadinya penyimpangan /penyalahgunaan dana yang peruntukannya untuk kepentingan pribadi.
7. penyalahgunaan dana tersebut kurang lebih sekitar Rp.70.000.000,.
8. Sampai dengan pengaduan ini disampaikan dana tersebut belum juga dikembalikan,dan tindakan ini merupakan tindakan korupsi yang merugikan negara dan masyarakat.

Adapun masukan serta saran yang bisa saya sampaikan disini adalah :
1. Saudara M.Abdi Tidak layak sebagai seorang koorkot yang telah terbukti melakukan penyimpangan dana pelatihan masyarakat.

2. Ka.Satker PBL Sumut dan PPK PNPM MP Sumut agar dapat menindak tegas pelaku sesuai dengan kontrak surat perjanjian kerja yang termuat di pasal 5 yaitu Sanksi.
3. Kepada Tim PPM P2kp Agar hasil investigasi dan penyelesaian tentang penyalahgunaan/penyimpangan dana ini agar dipublikasikan di website ini.
4. kejadian ini merupakan pembelajaran bagi semua pelaku program PNPM MP, dimana program ini mencerminkan kebersamaan yg menetik beratkan pada nilai kemanusian,bukan nilai - nilai penipuan dan pembodohan.

Demikianlah saya sampaikan pengaduan prihal penyimpangan/penyalahgunaan dana ini,harapan saya dapat ditindaklanjuti dan menjadi pembelajaran dan renungan bagi kita semua.
Salam PNPM MP
Pemerhati PNPM MP


Hormat saya,



( Jonatan dua )

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: koorkot tak layak
tenang barimbing, 10 Mei 2011, jam 0:01:49
Sumatera Utara memang sudah Kronis.
1. TL menurut informasi sudah 15 hari lebih tidak berada di KMW, tanpa ada tindakan dari Pusat.
2. TA Monev yang amabisi jadi TL padahal kapasitas belum cukup jam terbang masih rendah, hanya karena dibela PD.
3. TA. CB yang baru tidak punya kapsitas, tetapi mati2an di nela PD, TA Monev.
4. TL yang tidak punya Program Kerja ( seperti yang sering dikeluhkan seluruh Korkot )
5. Seperti yang pernah kami dengar dari korkot dalam KBIK Korkot di Kantor Satker, Satker pernah menyatakan. JIKA YANG DIKIRIM ORANG SEPERTI INI, DISUMUT 6 KONTENER LAGI BELUM DIBONGKAR, NGAPAIN JAUH2 DIKIRIM KEMARI.
6. Apakah kejadian ini terus kita biarin kawan2...?????
7. Apa tindakan Satker Pusat, kami bosan dengan kondisi seperti ini.

Selamat berjuang Kawan2
geerrrh!...geerrrh!...geerrrh!...geerrrh!...
Tanggapan 2
 
Re: koorkot tak layak
Pemerhati, 10 Mei 2011, jam 14:37:01
o.....kalau penyalahgunaan dana di PNPM/P2KP itu bukan mahluk langkah bung.....,sudah menjadi rahasia umum..kalau korkot sih menurut saya harus SNVT/PPK yang bertindak....tp pertanyaannya, kalau Manajemen yang terindikasi korupsi.......siapa yang melakukan tendangan pinalti???????????ha..ha..ha...
Tanggapan 3
 
Re: koorkot tak layak
kalla manta, 10 Mei 2011, jam 17:24:36
Kalau terkait dengan persoalan uang,,ini harus perlu peyelidikan ulang apa benar pelaku PNPM seperti itu.

perlu penagananan khusus oleh Kep.Satker/PPK Prov.Sumut, semoga bisa selesai dengan baik.

Pelaku PNPM Mandiri Perkotaan
Tanggapan 4
 
Re: koorkot tak layak
jonathan jonathan, 11 Mei 2011, jam 0:47:18
Kasus Langkat sudah positif, istilah polisi A1. Sebab KMW I Sumut sudah lama tahu dana tematik dipakai M Abdi. Satker PBL Sumut Nazaruddin Nasution lebih tahu lagi karena fotokopi rekening ada pada beliau. BPKP selaku pihak auditor apalagi.

Sekarang tinggal tunggu apakah Koorkot Langkat-Binjai yang ditunjuk oleh Nazaruddin Nasution ditindak atau tidak. Nazaruddin harus bertanggung jawab atas kasus yang menghebohkan itu, sebab Bung Nazar yang menggadang-gadang M Abdi jadi Koorkot. Padahal, menurut TA Monev KMW I Sumut, yakni Rahmat Hidayat, M Abdi kurang layak jadi Koorkot jika melihat hasil uji kompetensi akhir Maret 2011. Artinya, masih ada lagi orang yang lebih layak diangkat jadi Koorkot Langkat-Binjai.

Dengan munculnya kasus Langkat maka semakin panjanglah deretan kasus yang terjadi di tubuh PNPM Sumut. Pelakunya secara sadar berani melakukan penyelewengan dana PNPM. Itu semua bisa terjadi karena sistem rekrutmennya berbasis pada hubungan darah, marga, dan kampung halaman. Konyolnya, yang direkrut berdasarkan faktor itu tak ada pula yang bermutu, tapi penipu dan calon penipu.

Singkatnya, kalo para pengambil keputusan yang ada di lingkaran PNPM tak bertindak tegas terhadap kasus yang terjadi di Sumut, maka jangan salahkan kalo mereka memang pendukung maling atau jangan-jangan maling benaran.

Sekadar mengingatkan, pada 3 November 2010, KMP PNPM MP memasang iklan di Harian Kompas yang isinya mengancam semua pihak -- pemerintah, konsultan, dan masyarakat, agar jangan coba-coba menyelewengkan dana PNPM karena sanksinya pidana. Saran saya, kita bersabar aja menunggu, apa tindakan Jakarta terhadap kasus penyelewengan dana PNPM di Sumut.

Salam PNPM!
Tanggapan 5
 
Re: koorkot tak layak
P2KP_BOBROK, 19 Mei 2011, jam 12:16:04
Benar banget.... Emang banyak kok yg ga pantas di P2KP... Solusi terbaik untuk P2KP adalah memusnahkannya beserta oknum-oknumnya....ha..ha..ha...
Tanggapan 6
 
Re: koorkot tak layak
anak medan, 20 Mei 2011, jam 11:52:48
Aku tau siapa jonatan dua itu, dia adalah teman seperjuangan M. Abdi yg sekarang menjadi kokrkot dia di binjai. Krna permintaan yg tidak bisa di kabulkan dia menjadi barisan yg tersakiti dan terus mengancam serta mencari kesalahan yg tak tentu itu benar yg penting nama M. Abdi sebagai korkot Tercemar. si yang ngaku nama jonatan bangga bisa buat ketar ketir. Tapi "oh TB ( tidak Bisa)" mode on sule. anda itu berhadapan dengan seluruh faskel langkat yg dulu dibimbing dan di arahkan oleh M. Abdi yg masa itu menjadi askot terbaik dan menjadi korkot binjai langkat skarang.. Anda yg namanya jonatan tidak bisa memecah solidnya tim langkat.


Trima kasih

Anak medangeerrrh!...geerrrh!...
Tanggapan 7
 
Re: koorkot tak layak
musfar eka, 21 Mei 2011, jam 10:34:04
seharusnya selaku korkot bisa memberi contoh yang baik pada jajarannya, karena sebagai panutan, bagaimana bisa membuat perubahan yg baik kpd masyarakat & jajarannya kalau yg bersangkutan msh kurang transparan......
Tanggapan 8
 
Re: koorkot tak layak
temmon, 22 Mei 2011, jam 8:16:07
Kepada Jonatan dua

sebenarnya apa yang anda tulis di ats ini bukan kejadian pertama sekali sudah sejak belio masuk ke P2KP yang katanya menjunjung tinggi NIlai-Nilai Universal.Tapi siapa yang berani mengambil tindakan kalau hanya lapor ke pengambil keputusan di P2KP ini ya tidak akan ada penyelesaian yang jelas cuma pembiaaran.karna Nilai-Nilai Universal sudah berubah dengan NILAI-NILAI RUPIAH.kalau mau selesai adukan aja ke POLISI atau KEJARI.manis kan?...manis kan?...manis kan?...


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 1496, akses halaman: 2384,
pengunjung online: 127, waktu akses: 0,063 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank