Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Pustaka
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
Petunjuk Teknis (Juknis) - Penguatan Modal Sosial

Pengantar Petunjuk Teknis Penguatan Modal Sosial

Prolog

Peta jalan (road map) PNPM Mandiri, menghendaki semangat PNPM Mandiri tetap berlanjut di masyarakat, kendatipun pendampingan teknis mulai berkurang. Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat/Ketua Pokja Pengendali PNPM Mandiri mengharapkan PNPM Mandiri menjelma menjadi sebuah gerakan nasional penanggulangan kemiskinan, dengan 1)Memberi kepercayaan kepada lembaga masyarakat agar bekerja sesuai kemampuan dan 2) Menghargai inisiatif masyarakat, Pemda dan Lembaga Mitra. Pemberian kepercayaan kepada lembaga masyarakat ditujukan untuk mencapai 5 pilar yang dalam peta jalan PNPM Mandiri dijadikan mainstream, yaitu

  1. Integrasi Program Pemberdayaan Masyarakat
  2. Penguatan Kelembagaan Masyarakat
  3. Peningkatan dan Keberlanjutan Pendampingan
  4. Peningkatan Peran Pemerintah Daerah Secara Bertahap
  5. Penguatan Tata Kelola (Good Governance)

Kelima pilar tersebut berpusat pada kelembagaan masyarakat yang dalam PNPM Mandiri Perkotaan diorganisir oleh BKM/LKM. Oleh sebab itu ke depan BKM/LKM akan menghadapi sejumlah tantangan yang tidak ringan, sehingga harus disiapkan perlindungan hukum untuk melegalisasi kepemilikan aset dan pemanfaatan kelembagaan BKM/LKM bagi seluruh program pemberdayaan bersama unit-unit organiknya (yang dikuatkan juga dengan status hukum).

Namun diluar legitimasi yuridis, legitimasi social yang diberikan masyarakat mampu menjadikan BKM/LKM menjaga keberlanjutan program dan kepuasan penerima manfaat (beneficiaries) warga miskin, baik yang tergabung dalam KSM maupun tidak. Salah satu indicator kepuasan adalah meningkatnya taraf hidup yang ditandai dengan terpenuhinya sejumlah kebutuhan dasar seperti daya beli, perumahan, lingkungan hidup, kesehatan dan pendidikan selaras IPM-MDGs. Kebutuhan dasar tersebut selama ini dicukupi menggunakan potensi yang dimiliki masyarakat sendiri yaitu jaringan kerjasama yang mampu memobilisasi dana, tenaga, keahlian, pemikiran, kepedulian dan tanggung jawab.

Potensi jaringan kerjasama tersebut dikenal dengan modal social, yang dalam PNPM Mandiri Perkotaan mutlak mesti dilembagakan sebagai alat untuk mengakses sumberdaya fisik, alam, aset, dan kemitraan untuk mengurangi kemiskinan. Potensi SDM dan modal social merupakan senjata penting untuk meningkatkan pendapatan, daya beli, pendidikan dan kesehatan yang dalam prakteknya dioperasionalkan oleh KSM-KSM yang bekerja pada tiga bidang tridaya; infrastruktur, ekonomi maupun social. Bekerjanya tridaya secara bersamaan membuat  penanggulangan kemiskinan tertangani menyeluruh, tidak parsial.

Pencapaian IPM sebagai indicator kesejahteraan manusia berada di tangan para KSM-KSM yang menangani kegiatan tersebut karena semua KSM memiliki kontribusi untuk menyumbang pencapaian IPM sesuai porsinya masing-masing. Kontribusi masing-masing KSM terhadap IPM dapat dijembatani dengan penguatan kapasitas BKM/LKM dan KSM dengan melembagakan jaringan kerjasama antar KSM dan kerjasama dengan berbagai pihak (terutama SKPD dan Dunia Usaha). Bekerjanya semua elemen pemberdayaan dalam PNPM Mandiri Perkotaan secara mandiri, terlembaga dan tersistem tersebut akan melahirkan pranata social yang mapan. Penjabaran lebih detail termuat dalam Petunjuk Teknis Penguatan Modal Sosial berikut ini.

Tujuan

Dalam Petunjuk Teknis Penguatan Modal Sosial ini diatur mengenai penguatan Modal Sosial masyarakat dan pelembagaan lembaga masyarakat Tujuan dari Penguatan kelembagaan masyarakat dalam PNPM Mandiri perkotaan adalah:

  1.  
    1. Memperkuat, meningkatkan dan melestarikan kapasitas kelembagaan masyarakat yang sudah dibangun PNPM MP agar menjadi milik masyarakat
    2. Meningkatkan kapasitas lembaga masyarakat yang ada agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan dasar bagi masyarakat miskin
    3. Memperkuat  Pranata Lokal masyarakat yang telah terbangun sebagai dasar untuk keberlanjutan upaya penanggulangan kemiskinan

 Sasaran

Terbentuknya pranata lokal yang sudah diinisiasi oleh BKM/LKM dan terinternalisasi dengan baik di tingkat masyakat ditunjang oleh :

  1.  
    1. kembalinya fungsi BKM/LKM sebagai board of trustee dan UP-UP sebagai pelaksana operasional kegiatan
    2. Terbentuknya forum relawan dan juga relawan berdasarkan minat (relawan sektoral), sebagai mitra kerja BKM/LKM dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat miskin.
    3. Tumbuh kembangnya KBK sebagai sarana pembelajaran bersama masyarakat dan pelembagaan nilai

 Penguatan Kepranataan lokal Masyarakat

Sejumlah pranata yang berhasil PNPM Mandiri Perkotaan bangun dan akan terus berlanjut adalah :

  1. Penetapan dan Penguatan Siklus Pembangunan  partisipatif
  2. Penetapan dan penguatan mekanisme pengelolaan kegiatan Tridaya (fokus secara eksplisit menetapkan syarat KK miskin/PS-2 sebagai penerima manfaat BLM)
      a. Pengelolaan kegiatan Infrastruktur (kerjasama dgn unit infra)
      b. Pengelolaan kegiatan Sosial
      c. Pengelolaan kegiatan Ekonomi (kerjasama dgn unit Kredit Mikro)
  3. Penetapan dan penguatan Pengelolaan transparansi dan akuntabilitas (kerjasama dgn unit Manajemen Keuangan)
  4. Pengembangan Forum Relawan dan Relawan Sektor
  5. Pengembangan kegiatan KBK
  6. Pengembangan kesiapan lembaga untuk kemitraan (kerjasama dengan unit LG)

Lampiran file:
download...Ukuran file: 7.820 Kb, jenis: PDF file
Kembali ke atas
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 6310, akses halaman: 8221,
pengunjung online: 155, waktu akses: 0,047 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank