Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
Warta & Media
Jum'at, 3 September 2010
, Selamat datang di website P2KP!
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: warta-at-pnpm-perkotaan.org.

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, minimal 1 halaman (penuh), maksimal 4 halaman.

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.

Warta:  Arsip Cerita
Kirim | Daftar | Arsip | Cetak
Bone, 31 Mei 2006
Air Bersih di Bacu, Bukan Masalah Lagi

Desa Bacu merupakan salah satu wilayah sasaran P2KP di Kabupaten Bone. Letak desa itu cukup jauh dari Kota Watampone, yaitu sekitar 30 km. Belum lagi jalan menuju desa tersebut sangat memprihatinkan. Tidak beraspal, bahkan berbatu-batu sehingga sulit dilewati kendaraan roda dua, apalagi roda empat. Masalah lainnya, adalah ketersediaan air bersih yang relatif minim di desa tersebut. Banyak warga setempat yang menggantungkan konsumsi air bersih dari hujan saja. Maka, tidak heran, hampir setiap warga memiliki penampungan air hujan.

Sumur gali yang telah diusahakan masyarakat tidak banyak membantu, karena hampir 100% wilayah desa tersebut memiliki solum tanah yang dangkal, bahkan berlapis batu cadas cukup tebal. Sehingga untuk membuat sumur sangat sulit. Setiap kemarau tiba, kesulitan air bersih—terutama untuk minum—makin menjadi. Sumur gali yang masih tersisa air di musim tersebut hanya satu. Itu pun cukup jauh dari perkampungan. Meski begitu, semangat warga untuk datang dan mengantri untuk mengambil 2 – 3 ember air dari sumur tersebut, tidak pernah surut. Seperti yang dituturkan salah seorang anggota BKM “Tongeng Eloe” Desa Bacu, saat kemarau, sumur tersebut nyaris tidak pernah sepi dari keramaian. Warga beramai-ramai datang untuk mengambil air bersih. Kesulitan air bersih ini tak ayal merupakan penderitaan bagi warga setempat. Apalagi kondisi sulit air ini berlangsung selama puluhan tahun.

Setelah P2KP masuk di wilayah tersebut, penderitaan warga pun seperti terobati. Sebab, masyarakat bersama BKM “Tongeng Eloe” Desa Bacu menempatkan pengadaan air bersih sebagai prioritas utama dalam PJM Pronangkis. BKM Tongeng Eloe yang beranggotakan sembilan orang (dua pria dan tujuh wanita) sangat ingin merealisasikan impian masyarakat tersebut. Kerja keras kesembilan anggota BKM dengan masyarakat akhirnya berbuah manis. Mereka berhasil menemukan sumber air bersih yang jaraknya sekitar 3 km dari pusat permukiman. Mengetahui hal ini, masyarakat sangat senang. Apalagi sumber air tersebut tidak pernah kering sepanjang tahun.

Semangat BKM yang dinakhodai Marwan tidak pernah surut, membuat jarak 3 km tidak dirasa terlalu jauh. Marwan mengaku, meski secara fisik sulit mengadakan instalasi perpipaan dan mesin pendorong air, tapi mereka yakin dapat mewujudkan impian tersebut. Beruntung, Desa Bacu memiliki pemodal seperti Darwis yang mau menyediakan mesin pompa. Menyambut hal itu, BKM pun menyediakan bangunan bak penampung di atas bukit dengan instalasi pipa berdiameter 2 inchi dan meteran air tiap rumah. Masyarakat sendiri menyumbangkan tenaganya dalam proses galian penanaman pipa, pemasangan meteran, dan konsumsi.

Kini, 178 KK menikmati sambungan pipa air bersih. Sistem pengelolaan air bersih dan pemeliharaannya diserahkan kepada KSM. Untuk pemeliharaan fasilitas tersebut, KSM memberlakukan biaya Rp 7.000 per bulan dan Rp 2.000 per kubik air kepada setiap KK. Pelayanan air bersih tersebut diprioritaskan bagi warga miskin yang sulit dapat air. Maka, bagi warga yang tergolong sangat miskin, KSM sepakat membebaskan pembayaran, atau tidak perlu membayar jika pemakaian air lebih dari satu kubik. Adapun hasil pungutan biaya pelayanan air bersih tersebut digunakan KSM membeli bahan bakar solar dan oli untuk pompa, biaya operator, dan biaya perbaikan pipa yang bocor. “Selain melayani rumah warga, air bersih juga disalurkan ke mesjid dan sekolah. Untuk mesjid dan sekolah ini tidak dipungut bayaran pelayanan,” tutur Darwis yang juga bertindak sebagai Ketua KSM pengelola air bersih. (Syamsu Alam, Korkot IV Sinjai, Bone, KMW VIII; nina)

(dibaca 470)
Kembali ke atas
 
Tim pengelola website
PNPM Mandiri Perkotaan
Jl. Penjernihan 1, No. 19 F,
Pejompongan - Jakarta Pusat 10210
Telp: (021) 70912271, (021)-70952271
Home | Warta | Media | Best practice | Forum | Pustaka | Aplikasi | Laporan | F A Q | Kontak
Total pengunjung hari ini: 6052, akses halaman: 9553, pengunjung online: 129, waktu akses: 0,016 detik.