Bone, 28 Juni 2006
Tangis Sinjai di antara Puing-Puing
Musibah bencana alam yang menimpa warga Sinjai, khususnya wilayah P2KP di Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Barat, dan Sinjai Selatan, sungguh memprihatinkan dan menerbitkan rasa sedih. Betapa tidak, semua sarana dan prasarana fisik lingkungan yang terbangun berkat hasil kerjasama antar masyarakat, kini lenyap sudah. Hanya tersisa puing yang menandakan “pernah” membangun desa tersebut.
Rumah warga miskin yang direnovasi oleh BKM, hanya tinggal kenangan. Tidak hanya itu beberapa warga pun meninggal dunia. Menurut penuturan Asfah (Kordinator BKM Desa Panaikang Sinjai Timur) warga yang meninggal di Desa Paningkang, diketahui mencapai 50 orang. Ada yang hanyut bersama rumahnya, ada pula yang tenggelam karena tidak berhasil menyelamatkan diri. Masih ada tujuh warga di Dusun Lembang, Desa Panaikang, yang belum ditemukan hingga kini. Mereka hanyut bersama rumahnya. Dusun Lembang, sebagai salah satu perkampungan yang subur di Desa Panaikang, telah tiada. Semua rumah, ternak, dan beberapa tanaman perkebunan ikut hanyut bersama banjir.
Padahal, dulu dusun ini memiliki panorama sangat indah karena berada pada wilayah lembah yang terletak sepanjang aliran sungai. Namun, sungai itu pulalah yang meluap, menjadi banjir bandang, lalu menyapu Dusun Lembang. Kini, sungai tersebut ibarat danau kering yang hanya dipenuhi lumpur dan bongkahan kayu serta pohon yang tumbang. Bau bangkai cukup menyengat pun menyebar ke mana-mana. Warga yang selamat, dievakuasi ke dusun tetangga yang aman dari banjir susulan. Ratapan pilu mewarnai perkampungan tersebut. Warga menatap sisa puing-puing rumah mereka dengan tatapan sedih, seraya berharap akan adanya bantuan. Sayangnya, bantuan yang masuk ke perkampungan tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan dengan desa lainnya. Ini karena dusun tersebut letaknya cukup terisolasi. Jalan untuk mencapai dusun tersebut sangat buruk, berlumpur, dan sarat dengan tanjakan-tanjakan berat. Memang sangat sulit mencapai dusun tersebut. Hanya faktor semangat sajalah yang dapat mengalahkan medan itu. Drs Adri (Camat Sinjai Selatan) yang ditemui di Posko Peduli Kecamatan mengatakan, semua warga Dusun Lembang yang masih hidup akan dipindahkan untuk bermukim di dusun lain.
Untuk mengurangi beban masyarakat yang masih hidup, personel P2KP wilayah Korkot IV KMW VIII Sulsel, mencoba mengajak para “sesepuh” P2KP membantu korban bencana. Dari uluran tangan mereka, maka fasilitator dengan sigap mengelola bantuan tersebut, dan siap menyerahkannya kepada BKM untuk disalurkan kepada warga miskin yang membutuhkan. Jenis barang yang disalurkan antara lain sarung, tenda, sabun, dan pakaian. Namun, semuanya itu jauh dari cukup. Tenda sebagai solusi alternatif untuk menampung warga, masih sangat dibutuhkan. Di samping itu, kebutuhan akan sarung dan makanan sangat mendesak. Sejalan dengan itu, kepedulain untuk membantu kaum sesama juga sangat dibutuhkan. Mari, bantulah saudara kita. Kami siap menyalurkan bantuan lewat Posko Peduli P2KP di Sinjai. Diharapkan pula, ada BLM khusus pembangunan rumah tinggal untuk wilayah ini. (Syamsu Alam, Korkot IV Sinjai-Bone, KMW VIII Sulsel; nina) (dibaca 501) |