Makassar, 23 Januari 2007
Kepala Bappeda Sulsel Buka Pelatihan Pra Tugas
Pengusaha, pemerintah, dan masyarakat merupakan tiga pilar yang sangat penting dalam menciptakan good governance. Meski peran berbeda-beda, ketiga pilar ini hendaknya memiliki orientasi yang sama.
”Apalagi, good governance sangat penting bagi kehidupan bangsa,” demikian ditegaskan Kepala Bappeda Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr.H.Sangkala Ruslan saat membuka Pelatihan Pra-Tugas Calon Fasilitator Kelurahan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) – P2KP wilayah tugas KMW VIII P2KP-2 Sulsel, di Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BPPLSP) Sulsel, Senin (21/1/2007).
Menurut Ruslan, peran utama yang diperlukan dari pihak pemerintah adalah maximum services, sedangkan dari pengusaha adalah maximum profit, serta maximum utilities dari masyarakat. ”Selama ini peran tersebut tidak dilakonkan dengan sempurna, misalnya, pengusaha terlalu mengejar keuntungan, pemerintah terlalu berkuasa dan tidak memprioritaskan pelayanan. Akibatnya masyarakat tidak mendapatkan manfaat yang besar dari suatu tata pemerintahan,” tuturnya.
Maka, lanjut Ruslan, program pemberdayaan masyarakat jadi sangat penting agar kondisi tersebut dapat diperbaiki. Lebih lanjut, dua pilar lainnya (pemerintah dan pengusaha — red) mutlak perlu dilibatkan dalam program pemberdayaan tersebut.
Ruslan berharap, para peserta yang terjun ke lapangan nantinya melakukan pencatatan-pencatatan terhadap semua aktivitas, baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun yang dilakukan para fasilitator sendiri. Ia memberi contoh keberhasilan New Zealand dan Australia. ”Pencatatan seperti itu sangat perlu guna mendokumentasikan hal-hal yang dapat dijadikan acuan keberhasilan atau good practices, baik bagi masyarakat maupun bagi para Faskel. Dokumen good practices ini dapat menjadi manual atau SOP untuk direplikasi oleh orang lain atau wilayah lain,” kata Ruslan.
Adapun peserta pelatihan pra-tugas calon Faskel PNPM - P2KP Sulsel yang akan berlangsung hingga 2 Februari 2007 ini diikuti oleh 92 orang, terdiri dari 25 Faskel lama dan 67 Faskel baru, serta dipandu oleh sembilan pemandu nasional dari KMW VIII, KMW VII dan KMP Regional Sulawesi. Menurut Ketua Panitia Pelaksana DR. Syamsu Alam, pelatihan ini juga merupakan saringan akhir bagi para peserta yang sebelumnya sudah melalui 3 tahap penyaringan. ”Dari 92 peserta ini 8 orang di antaranya akan gugur,” jelas Syamsu.
Pada kesempatan yang sama, Team Leader (TL) KMW VIII, DR. Rusnadi Padjung menjelaskan, materi yang akan diberikan dalam pelatihan ini merupakan materi baru yang berasal dari konsep PNPM - P2KP. ”Jadi, pelatihan ini tetap penting meski 25 orang dari seluruh peserta adalah Faskel lama,” tegas Rusnadi. (Tim KMW VIII P2KP-2 Sulsel; Nina) (dibaca 501) |