Jakarta, 31 Juli 2007
KMP P2KP-3, Refreshing Usir Kepenatan
Pelaksanaan P2KP-3, yang kini sudah menelurkan 15 KMW tersebar di Indonesia mulai dari NAD hingga Papua, disusul hadirnya PNPM yang semakin meluas ke seantero Nusantara, tentunya menuntut fasilitasi KMP P2KP-3 yang optimal.
Membangun sebuah sistem kerja yang efektif dan peningkatan kapasitas adalah tema penting bagi KMP agar bisa mendampingi, melayani, membantu, dan bekerjasama dengan KMW-KMW dalam menjalankan tugas. Perubahan struktur dan personel KMP pun niscaya membutuhkan keberadaan “tali pengikat” yang lebih kuat, ulet dan diharapkan tidak getas atau ringkih oleh kepenatan, beban kerja, tekanan psikis, ataupun dinamika kerja lainnya.
Berangkat dari semangat ini, muncul gagasan untuk melakukan penyegaran pada seluruh personel. Apalagi ditunjang dengan momen kepindahan kantor baru-baru ini. Gagasan mulia untuk memperkokoh silaturahmi dan membangun tim kerja yang kuat semakin menjadi kebutuhan kolektif, namun hal ini bukan tanpa hambatan, seperti kesibukan personel KMP yang datang dan pergi untuk tugas ke lapang. Hal klasik, seperti tempat, akomodasi, dan lain-lain juga menjadi penghambat pelaksanaan rencana.
Melalui beberapa rapat kecil persiapan, Alhamdulillah akhirnya semua rencana menjadi semakin jelas. Hambatan pun bisa diatasi karena “kebaikan hati” manajemen yang bersedia memfasilitasi kegiatan. Villa Mega Mendung akhirnya menjadi pelabuhan bagi gumpalan ide, gagasan, dan “nafsu” kolektif yang mulia ini.
Sabtu, 28 Juli 2007 pukul 11.00 WIB, kami semua meluncur menuju Mega Mendung. Cerahnya siang itu laksana mendukung keindahan view pegunungan yang menyambut kedatangan kami. Di bawah kepemimpinan Team Leader (TL) KMP, Pak Maulana, yang bernuansa “kasih sayang-romantis-tegas” menghantarkan kami semua pada suasana yang makin segar dan erat, layaknya sebuah keluarga “sakinah”.
Meski diwarnai pernak-pernik kejadian, seperti kendaraan anggota tim yang mogok dan macetnya lalu lintas, kegiatan ini ternyata mampu menghadirkan seluruh (100 %) personel expert KMP P2KP-3. Ini termasuk luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pengorbanan untuk menunda pulang kampung, menunda urusan pribadi, menunda liburan dan berkumpul bersama keluarga, patut diapresiasi.
Niat awal memang penyegaran, tapi akhirnya diskusi seputar pekerjaan rutin terbahas juga. Diskusi terasa lebih akrab, karena terbingkai suasana santai. Mengalirlah diskusi terkait memahami kembali target-target utama KMP P2KP-3, merumuskan tata kerja KMP, dan strategi pengendalian kegiatan. Bisa dibayangkan betapa hebohnya suasana diskusi yang “didalangi” sekian orang expert tersebut. Tapi, yang penting tetap produktif dan ada hasilnya.
Tanpa terasa, waktu beranjak malam. Semakin larut, udara dingin pun semakin mengakrabi kami semua. Tepat pukul 23.00 WIB, kami sepakat mengakhiri diskusi. Lebih lanjut, kami sepakat menikmati “refreshing yang sesungguhnya” dengan meluncur menuju arah “lebih puncak”, guna menikmati kelezatan jagung bakar dan segelas bandrek panas.
Sambil bernyanyi bersama, diiringi cabikan gitar ala Steve Vai dari Pak Dedi Witardi (Sub TA PAKET), lebih dari empat album lagu terlantunkan. Oh ya, tak disangka, Pak Dedi ternyata memiliki potensi terpendam yang tidak kami duga sebelumnya! Demikian pula lengkingan vokal Mas Candra (Driver), yang mengingatkan kita pada penyanyi kondang Rhoma Irama, mengantarkan kami pada suasana yang semakin riang, fresh dan cair. Nyaris tiada batas antara TA dengan TU, antara SUB dengan SUPIR. Semuanya bagai sebuah keluarga besar. Ketika akhirnya jam menunjukkan waktu 02.30 WIB, kami pun mulai turun kembali ke Mega Mendung untuk beristirahat.
Minggu, 29 Juli 2007, usai makan pagi, kami melanjutkan acara dengan foto bersama, minum teh dan kopi, sambil menikmati sengatan matahari pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, diskusi kembali dilanjutkan dengan topik, “merumuskan indikator uji petik umum”. Agendanya adalah menyatukan dari masing-masing USK. Prinsip-prinsip utama pun disepakati, selanjutnya akan dilakukan perumusan oleh tim kecil.
Akhirnya, tuntas juga pergulatan penuh makna ini. Berikutnya, semua peserta refreshing menyerbu meja makan guna menikmati lalapan ikan mas, berfoto ria, dan lain-lain. Tepat pukul 13.30 WIB, “jamaah” KMP P2KP-3 meluncur kembali ke Jakarta.
Di tengah perjalanan pulang, Mas Nyong (Sub TA Micro Finance) nyeletuk, “Kalau manfaatnya dirasakan sangat positif, kenapa kok tidak sejak kemarin dilaksanakan?” “Yo, sabar tho, Nyong,” sambut Sub TA Sosialisasi Ismail. (Shalimow, Sub TA Pelatihan KMP P2KP-3; Nina) (dibaca 319) |