Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Arsip Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArsip WartaArsip ArtikelPentingnya Bekerja Sama Menggali Potensi Desa
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Mojokerto, 15 Juli 2010
Pentingnya Bekerja Sama Menggali Potensi Desa

Sebelum adanya kegiatan PNPM di desa saya, tidak banyak yang dapat saya lakukan untuk menggali potensi desa yang terpendam. Karena, hampir semua kelembagaan maupun organisasi sosial yang ada di desa hanya berorientasi pada bantuan dari pihak luar. Padahal, apabila ditelaah dengan saksama, setiap desa memiliki potensi yang cukup besar untuk disumber-dayakan sebagai generator menuju masyarakat yang mandiri dalam setiap aspek kegiatan.

Desa Kemantren, di mana saya dilahirkan, memiliki jumlah penduduk sekitar 3.000 jiwa dan tersebar di 3 dusun, yakni Dusun Kemantren, Dusun Banci, dan Dusun Kangkungan. Masing-masing dusun terdiri dari dua Rukun Warga (RW). Sebagai desa yang berada di tepi aliran Sungai Brantas, mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani atau buruh tani.

Setelah PNPM masuk ke Desa Kemantren mulai ada perubahan pola pikir dan perubahan perilaku sebagian masyarakat dalam menyelesaikan masalah-masalah, baik yang terkait dengan masalah infrastruktur, ekonomi maupun sosial. Kalau dulu masyarakat membuang sampah begitu saja, kemudian sampah-sampah tersebut dibakar, kini sedikit demi sedikit masyarakat menyumbangkan sampahnya ke LKM Karya Bersama, Desa Kemantren untuk diberdayakan. (Baca: Sulap Sampah Plastik Rumah Tangga Jadi Uang, edisi 24 Juni 2010). Masyarakat sudah mulai mau diajak mengelola desanya sendiri dengan berwawasan ramah lingkungan demi kepentingan bersama.

Demikian pula dengan simpan-pinjam, mulai terjadi pergeseran. Jika dulu meminjam hanya untuk memenuhi kebutuhan, kini masyarakat sudah belajar mengelola ekonomi rumah tangganya demi untuk mencapai hidup yang lebih bahagia dan mandiri.

Kegiatan sosialpun mulai terasa dari keinginan masyarakat melaksanakan bedah rumah salah satu warga dengan swadaya murni masyarakat. Apabila modal sosial ini dapat dipertahankan secara terus-menerus, maka saya yakin masyarakat Desa Kemantren dapat  menjadi masyarakat yang mandiri dalam segala bidang kehidupan. Apalagi masih banyak potensi desa yang perlu digali.

Keunggulan sebuah desa bukan karena seberapa banyak bantuan dari pihak luar, melainkan dari seberapa banyak dana yang ada digunakan untuk menggali potensi desa tersebut. Kalau sampahnya saja dapat dikelola secara terpadu, yang hasilnya dapat digunakan untuk mendanai kegiatan sosial, apalagi aset-aset desa yang bukan sampah?

Meski demikian, hal ini tetap memerlukan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah desa dengan masyarakat. Gemah ripah loh jinawi bukan dogeng belaka, tapi sebuah fakta yang diabadikan oleh leluhur kita, seperti candi Borobudur yang hingga kini dapat dinikmati. Tanpa adanya kerja sama yang baik saat itu, mungkin bangunan megah tersebut tidak akan pernah ada. Semoga PNPM yang ada di desa saya dapat menggali budaya bangsa yang mulai luntur terkikis oleh kemajuan zaman ini. (Sunardi, LKM Karya Bersama Desa Kemantren, Mojokerto, Jawa Timur; Firstavina)

(dibaca 2271)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Artikel | Arsip Artikel | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 1265, akses halaman: 1483,
pengunjung online: 458, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank