Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Arsip Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArsip WartaArsip CeritaKonsolidasi FKA, Korkot, Camat dan PJOK Bangun Kemandirian LKM
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Nganjuk, 29 April 2011
Konsolidasi FKA, Korkot, Camat dan PJOK Bangun Kemandirian LKM

Oleh: 
Abdus Salam
Senior Faskel Tim 51 
Korkot Nganjuk
OC-6 Prov. Jawa Timur
PNPM Mandiri Perkotaan        .

FKA sebagai wadah dalam menyampaikan aspirasi LKM menjadi penting adanya. Sharing berbagai pengetahuan dan pengalaman lintas LKM menjadi denyut spirit untuk menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat. Walau dalam tataran praktisnya, FKA, baik yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten, masih berjalan terseok-seok. Utamanya support pendanaan mengalami kendala serius. 

Pertemuan FKA Kecamatan Kertosono menjadi formula untuk mensinergikan dan meneguhkan pemahaman terhadap program, baik dari sisi substansi maupun teknis di lapangan. Persoalan pemahaman KSM, LKM dan masyarakat terhadap cita-cita program perlu disosialisasikan secara optimal. Hal itu penting dilakukan guna mengeliminir miskomunikasi terhadap cita-cita program.

Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh LKM dari 13 desa dan 1 kelurahan, Koordinator Kota (Korkot) Nganjuk Sri Umi SE, Asisten Kota bagian Infrastruktur Subagyo Sasmito dan Askot Community Develompment  Ulil Amri, Camat Kertosono Tri Wahyu Kuncoro, dan PJOK Kec. Kertosono Wito Raharjo membahas beberapa hal penting mengenai keberlanjutan dan kemandirian LKM di masa yang akan datang. 

Pertemuan FKA kecamatan yang melibatkan multistakholders ini baru dilakukan walau sudah memasuki tahun ketiga. Pun, pertemuan FKA membahas mengenai rencana tahun III dan pemanfataan BLM Tahap 3 yang belum terserap di beberapa desa karena DIPA tahun anggaran 2010 tidak cukup, dan akhirnya baru dimanfaatkan pada 2011 ini.

Kemitraan yang harus dilakukan oleh LKM menjadi kebutuhan yang amat mendesak. “Minimal kemitraan atau sharing program dengan pemerintah desa. Ini menjadi  target awal,” kata Koordinator FKA Kecamatan Abdul Syukur S.Ag, yang juga menjadi Sekretaris FKA tingkat kabupaten. 

Syukur menambahkan, jika LKM hanya berorientasi pada BLM, maka keberlanjutan dan kemandirian LKM sebagai lembaga masyarakat warga mampu menjadi pelopor perubahan, terutama dalam penanggulangan kemiskinan, akan mengalami hambatan.

Sementara itu, Korkot Nganjuk Sri Umi menyampaikan hasil audit independen. Ia mengatakan bahwa seluruh Desa Kecamatan Kertosono mendapat penilaian wajar. Dia juga menambahkan mengenai pentingnya sinergi antara PJM Pronangkis dan RPJMDes, bahkan PJM Pronangkis, agar tidak sekadar didanai Musrenbang dan PNPM, tetapi juga keterlibatan pihak ketiga—seperti swasta—menjadi penting sebagai wujud kemitraan. Bahwa kemiskinan menjadi masalah kita bersama, tidak sekadar masalah PNPM dan pemerintah, melainkan masalah kita semua. 

Siapapun yang meyakini bahwa kemiskinan sebagai epidemi-endemic yang banyak melahirkan masalah sosial, maka memerangi dan menanggulangi kemiskinan menjadi kewajiban, karena kemiskinan adalah musuh bersama (common enemy).

Sri Umi juga menyingung mengenai pentingnya PJM kota atau Siklus Kota, sehingga terbangun sinergi antara siklus masyarakat kabupaten untuk bersama-sama memberikan pemahaman secara utuh dan imparsial, tidak sekadar siklus masyarakat yang dikuatkan, sementara siklus kota diabaikan. 

Hal ini penting agar terjadi transfer of understanding di tingkatan pemda, sehingga pada gilirannya harmonisasi pemahaman akan terjadi dengan sendirinya. Pada akhirnya, respon pemda tidak sekadar mengenai BLM semata, dan kebijakan yang dilahirkan itu mencerminkan serta pro orang miskin.

Pertemuan FKA ini direspon positif oleh Camat Tri Wahyu Kuncoro (TWK) yang baru dimutasi ke Kecamatan Kertosono. Camat muda yang idealis ini sudah melanglang-buana sebelumnya terkait dunia pemberdayaan. PNPM Mandiri Perdesaan menjadi “laboratorium” bagi TWK. Walau banyak mengkritik model PNPM Mandiri Perkotaan yang menangani daerah perdesaan dimana setiap desa itu harus membuat RPJMDes sebagai implementasi UU 32/2004. 

Hal ini sepertinya tidak terjadi di perkotaan. Tetapi TWK sanggup menjadi pemandu dan mentor bagi semua desa untuk memberi pelatihan mengenai penyusunan RPJMDes. Ide ini cukup cerdas dan progresif, serta patut diapresiasi oleh kita semua pelaku PNPM. 

TWK menegaskan, kunci keberhasilan adalah komunikasi. “Komunikasi ini penting dilakukan, sehingga untuk memahami segala persoalan dan tujuan yang mau dicapai, maka saya harap ke depannya intensitas komunikasi dan koordinasi dengan Korkot Sri Umi perlu ditingkatkan. Begitu juga dengan PJOK, LKM dengan pemerintahan desa, perlu dioptimalkan,” tegasnya. 

Pertemuan hari itu diakhiri dengan pamitnya TWK yang ditelepon oleh kapolsek setempat terkait informasi bom di Hotel 999. “Saya pamit dulu untuk menyisir bom,” ujarnya dengan nada guyon, dan disambut tawa oleh para peserta LKM. (OC 6 Prov. Jawa Timur, PNPM Mandiri Perkotaan)

Editor: Nina Firstavina

(dibaca 2017)
KOMENTAR ANDA:
sukses slalu utk Tim 51 Nganjuk......senangnya...
jgn pernah berhenti membela kemiskinan alias Pro PooR
mantap brooooooooo
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 5665, akses halaman: 8610,
pengunjung online: 348, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank