Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Arsip Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArsip WartaArsip CeritaPenilaian Perdana Best Practices Metode Baru
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Jakarta, 27 Juli 2011
Penilaian Perdana Best Practices Metode Baru

Oleh: 
Tomy Risqi 
Sub TA Knowledge Management CB  .
KMP Wilayah II
PNPM Mandiri Perkotaan

Hingga Juli 2011, penilaian Best Practices masih menggunakan metode lama. Terhitung Agustus ini, diharapkan dapat dilakukan mekanisme penilaian dengan pola baru.

“Selama ini, progress yang ditayang di website bukan progress pengiriman, melainkan tabel tulisan-tulisan Best Practices yang telah layak dikualifikasi sebagai tulisan Best Practices. Beberapa KMW sempat komplain mengenai hal ini,” ungkap Sub Tenaga Ahli (TA) Knowledge Management Capacity Building (CB) Tomy Risqi, dalam rapat Tim Pengelola Best Practices Nasional di KMP ICDD (Wilayah I), Jl. Penjernihan I, Jakarta Pusat, pada Selasa, 26 Juli 2011.

Rapat tersebut dihadiri pula oleh Alfita Moeljadi (Masscom KMP wilayah I), Tutuk (CB KMP wilayah I), Silalahi (CB KMP wilayah I), Ario Kaspiantono (Kredit Mikro KMP wilayah II), Ahmad Fauzi (MK KMP wilayah II), Wildan (Masscom KMP wilayah II), Ugraneta (Infra KMP wilayah II), Yunan Isnaini (Monev KMP wilayah II), Tristiani Susanti (CB KMP P2KP Advanced), Qurrota’ ayun (PAPG KMP P2KP Advanced), Wati (CB KMP ICDC), Riza Noval (MF KMP ICDC), Mulyono (Infra KMP P2KP Advanced), dan Andreas Heru (Monev KMP wilayah I).

Lebih lanjtu, Tomy mengatakan, ke depannya progres pengiriman akan dimuat dalam tabel terpisah, sehingga tetap tercatat setiap KMW memenuhi kuota pengiriman atau tidak. Sedangkan tabel tulisan yang laik tayang akan dipisah dan dilengkapi dengan scoring.

Persoalan yang dihadapi masih sama, yaitu terkait produktivitas penulisan. Beberapa KMW terkendala sejumlah faktor, termasuk isu masa kerja dan perpanjangan kontrak KMW.

Desain

Rapat Tim Pengelola Best Practices Nasional ini membahas penilaian 33 tulisan yang telah disortir lebih awal, ditambah dengan beberapa tulisan yang memenuhi kualifikasi untuk ditayangkan. Tabel progres penulisan Best Practices wilayah I akan ditayangkan juga mulai Agustus 2011, sehingga di website akan tertayang tulisan dari 19 provinsi dari Wilayah II dan 14 provinsi dari wilayah I, yang dilengkapi dengan tabel progres pengiriman.

Untuk tulisan yang akan ditayang, awalnya hanya akan memunculkan 1 tulisan untuk setiap provinsi, mengingat kapasitas Website hanya mampu memuat  maksimal 5 tulisan Best Practice setiap bulan.

Namun, menurut Tomy, kini berubah karena penilaian sudah dilakukan oleh Tim Pengelola, sehingga Redaksi Website tidak perlu mengedit lagi—kecuali sedikit sekali dan soal teknis—maka tulisan yang bisa tayang dapat mencapai 10 tulisan setiap bulan.

TA CB KMP wilayah I Tutuk memandang, selama ini KMP wilayah I hanya menampung tulisan-tulisan yang dikirimkan, karena belum ada tenaga khusus untuk itu. Hal ini merupakan salah satu kesulitan yang dihadapi. Namun saat ini sudah mampu teratasi dengan kehadiran asisten. Meski demikian, KMP wilayah I meminta waktu dan kesempatan untuk melihat dan menyeleksi kiriman dan stok tulisan Best Practice lama.

Terkait dengan masukan-masukan sebelumnya, Tomy mengungkapkan tabel kuota pengiriman tulisan Best Practices bulan Agustus 2011 ditargetkan harus sudah dapat diintegrasikan antara wil I dan wil II tertayang di Website. Selain itu, ke depan,  KMW harus memastikan telah terdiseminasikannya POB Best Practice untuk masing-masing kota/kabupaten dan dibedah dalam KBIK.

Langkah tersebut guna menjawab persoalan yang dirasakan oleh KMP wilayah I bahwa kualitas tulisan antara wilayah I dan wilayah II masih senjang.

Lebih lanjut, rencananya POB revisi akan dikirimkan ke wilayah 1 dan wilayah 2 pada minggu pertama Agustus, yang akan dilampiri dengan contoh tulisan Best Practices yang layak dari berbagai bidang—Infrastruktur, MK, PLPBK, Kemitraan, Pelaku maupun Siklus Kota.

Adapun reward penulisan Best Practices harus mulai dipikirkan. Selain tertayang di website, mungkin dapat pula termuat di media massa nasional dan dijadikan bahan belajar nasional, dipakai acuan pembelajaran oleh program lain, atau diundang dalam lokakarya nasional.

Dalam kesempatan itu, Sub TA CB KMP wilayah I Silalahi menegaskan, Best Practices sebaiknya lebih memperlihatkan perubahan sikap dan perilaku menuju ke arah yang positif, dikaitkan dengan misi IDB yang menggarisbawahi bahwa Perekonomian Bergulir (Ekonomi Mikro), adalah pembelajaran sikap dan perilaku.

“Hal-hal yang berkaitan dengan perubahan sikap perilaku dari masyarakat dan konsultan bisa menjadi bahan atau materi penulisan Best Practice. Untuk itu sebaiknya, selain dinilai aspek teknis, juga dari aspek perubahan sikap dan perilaku,” usulnya.

Pleno Penilaian

Forum rapat menyepakati untuk memulai dengan mencoba melakukan penilaian dengan simulasi terhadap sebuah tulisan. Exercise satu tulisan untuk contoh, kemudian dilakukan diskusi kelompok pasca exercise. Sebab, jumlah tulisan yang disortir cukup banyak, yaitu 33 tulisan.

Untuk itu, beberapa bidang ditangani oleh empat kelompok sebagai berikut:

  • Kelompok I – Infrastruktur, terdiri dari 15 tulisan dan 1 tulisan PLPBK, akan dinilai oleh Kelompok Infrastruktur: Ugra, Mulyono, Wati, dan Tomy.
  • Kelompok II – MK/KM, terdiri dari 7 tulisan, akan dinilai oleh Kelompok MK/KM: Ario, Fauzi, Tutuk, dan Riza.
  • Kelompok III – Kemitraan, terdiri dari 2 tulisan dan 1 tulisan Siklus Kota, akan dinilai oleh Kelompok Kemitraan dan Siklus Kota: Ayyun, Fita, Yunan, Silalahi.
  • Kelompok IV – Pelaku dan CB, dinilai oleh Kelompok Pelaku dan CB: Heru, Tries, dan Wildan.

Selanjutnya dipertimbangkan keempat kelompok ini akan “dipermanenkan”. Namun untuk saat ini, penilaian dilakukan dalam 1 putaran pleno karena keterbatasan waktu, sebab exercise membuktikan, penilaian dengan pola demikian ternyata lebih cepat.

Berikut adalah hasil penilaiannya:

Tabel Hasil Scoring Best Practices Periode Penayangan Agustus 2011

No

Judul Tulisan

Provinsi

Score

Keterangan

Kategori MK/KM

  1.

Celengan Kaleng UPK-KSM, Kendal.

Jateng

845

Ok (dilampirkan sebagai contoh tulisan best dalam POB)

  2.

Menguak aktifitas produksi Nata de Coco Al Ikhlas Rahandouna Kendari,

Sultra

805

ok

  3.

Keranjang Ayam, Boyolali

Jateng

770

ok

  4.

Ide Cemerlang  KSM Ekonomi, Klaten

Jateng

705

ok

Kategori Infrastruktur

  5.

Jembatan Gantung Pacitan

Jatim

730

Ok (dilampirkan sebagai contoh tulisan best dalam POB)

  6.

Jembatan Membawa Berkah, Klungkung

Bali

720

ok

  7.

Debit  jadi  Debet Pagaralam

Sumsel

715

ok ditambah foto dan penjelasan tentang OM dan sustainability

Kategori Kemitraan dan CSR

  8.

Sampah Organik Tarakan,

Kaltim

790

Ok (dilampirkan sebagai contoh tulisan best dalam POB)

  9.

Kemitraan CSR Chevron- Pelatihan dan produksi Dodol Nanas  - Dumai

Riau

???

Ditunda, lolos dengan catatan, harus dilakukan penulisan ulang artikel, dilengkapi data, foto dan tambahan penjelasan. Sebab pernah diverifikasi ke lapang oleh KMP

Kategori PLPBK

   10.

Pelatihan Daur Ulang Sampah PolMan

Sulbar

725

Ok (dilampirkan sebagai contoh tulisan best dalam POB)

Catatan tambahan, tulisan tentang pelaku tidak masuk dalam kualifikasi dan hanya cocok sebagai berita, sebagaimana sejumlah tulisan yang terseleksi lainnya. Sebagian tulisan yang masih layak, berhak masuk dalam konten Warta (Berita, Cerita/features), sedangkan yang lain terseleksi dan expired.

Kesimpulan dan Tindak Lanjut

  1. Dari 33 tulisan, diperoleh 9 tulisan (4 MK/KM, 4 Infra, 1 PLPBK, dan 1 Kemitraan CSR Chevron-dengan catatan) yang laik tayang.
  2. Koordinasi penilaian berikutnya akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2011 di KMP Advanced, pada acara berbuka bersama, mulai pukul 14.00 WIB.
  3. Kirim surat pemberitahuan perubahan deadline pengiriman kepada KMW  untuk bulan Agustus, pada tanggal 18 Agustus 2011.
  4. Tabel kuota pengiriman tulisan Best Practices, bulan Agustus 2011 ditargetkan harus sudah dapat diintegrasikan antara wilayah I dan wilayah II tertayang di website
  5. POB revised akan dikirimkan ke wilayah I dan wilayah 2, pada minggu pertama bulan Agustus, dan akan dilampiri dengan contoh tulisan Best Practices yang layak dari berbagai bidang, baik Infrastruktur, MK, PLPBK, Kemitraan, Pelaku maupun Siklus Kota dilengkapi dengan sekilas panduan penulisan ke KMW awal Agustus 2011.
  6. Kisi-kisi/ Panduan Penulisan Best Practice harus selesai, maksimal 1 Agustus 2011 oleh Wildan Hakim untuk wilayah II dan Andreas Heru untuk wilayah I.

(KMP)

Editor: Nina K. Wijaya

(dibaca 1963)
KOMENTAR ANDA:
Selamat ya buat teman-teman yang best practicesnya layang tayangnya, khususnya untuk pelaku pnpm mp sultra mari kita tingkatkan budaya menulis kita. Saya yakin banyak temuan lapang yang menunjukkan perubahan-perubahan positif sebagai hasil intervensi dari teman-teman tim faskel.

Untuk pak Tomy, hanya usul saja pak untuk pengkategorian best practice bisakah ditambahkan kategori sosial, contoh tentang perubahan sikap, karakter masyarakat dampingan yang tadinya acuh tak acuh, tidak peduli lalu karena intervensi teman-teman tim faskel melalui program PNPM perkotaan masyrakat dampingan menjadi lebih peduli, muncul sikap kegotongroyongan yang lebih baik, tingkat swadaya semakin tinggi atau semacamnya.

Contoh lain juga, dulu waktu saya menjadi TF di tempat lain, lurahku tidak begitu tertarik dan menerima kehadiran program PNPM ini namun karena kita selalu datang dan ajak bicara tentang substansi PNPM P2KP ke beliau, hal positif yang terjadi adalah Lurah tersebut justru menjadi perpanjangan tangan faskel.Seringkali beliau yang menyampaikan substansi PNPM-P2KP itu ke masyarakat. Menurutku hal ini juga bisa dimasukkan ke kategori best practices, pasalnya masyarakat miskin terkadang lebih mendengar pimpinan setempatnya juga. soal penilaian mungkin bisa dengan indikator-indikator khusus.

Usul saja pak.. TRIMS
senangnya...
Alhamdulillah,akhrnya ada tulisan dr pagaralam yg tayang... Bsa jd motivasi neh buat tman2 yg lain.semangat semangt semangat!!!senangnya...
@Bu Nursia Sinaga, Aspek perubahan sosial yang ibu maksud ada di dalam setiap aspek penilaian. So, perubahan dari yang kurang oke menjadi lebih oke dalam arti menuju positif, terjadi improvement, memperbaiki taraf hidup, meningkatkan pendapatan, mendapat kemajuan yang significant ada di dalam aspek penilaian tsb. Termasuk peruahan sikap dan kemauan masyarakat sebagaimana ibu contohkan. Selengkapnya bisa diperiksa kembali surat kami tentang pengelolaan Best Practices @Bu hikmah : semoga kota/kab yang lain mengikuti. Teruslah menulis dan tingkatkan produktivitas untuk menuliskan setiap nilai lebih pendampingan. Kami siap tayangin dan promosikan ... kami bangga atas semua jerih payah ini. thx
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 596, akses halaman: 663,
pengunjung online: 440, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank