Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Arsip Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArsip WartaArsip CeritaPerlunya Keterbukaan dan Kemandirian
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Pariaman, 13 Juni 2012
Perlunya Keterbukaan dan Kemandirian

Oleh: 
Eka Rini Dewi Putri, ST 
Askot CD Kota Pariaman 
KMW/OC-1 Sumatera Barat    .
PNPM Mandiri Perkotaan

Dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman terus mengalir terhadap keberlanjutan PNPM Mandiri Perkotaan. Keseriusan pemkot dapat dilihat dari fasilitasi dalam penyelenggaraan Sosialisasi Audit Independen Tahun buku 2011 bagi BKM/LKM se-Kota Pariaman.

Kegiatan Sosialisasi Audit Independen dilaksanakan di Ruang Rapat Balai Kota Pariaman pada Kamis, 29 Maret 2012 dengan menggunakan jasa auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) “Ahmad Rasyid, Hisbullah dan Jerry” yang berkantor di Jakarta.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan kata sambutan oleh Korkot 5 Pariaman Yusrizal, SE, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Sekretaris Bappeda Kota Pariaman Das’ari.

Menurut Das’ari, pelaksanaan audit bukanlah untuk mencari kesalahan dan tidak perlu ditakuti. “Perlunya keterbukaan BKM/LKM dalam pelaksanaan audit independen untuk menilai kewajaran dan kelayakan, khususnya laporan keuangan dari masyarakat, sehingga menuju kemandirian LKM,” tegasnya.

Ia juga menekanan, untuk pelaksanaan kegiatan audit ini LKM/BKM sendirilah yang membayar auditor itu. “Jadi alangkah ruginya jika kita yang diaudit tidak berlaku jujur. Apalagi LKM/BKM merupakan lembaga yang mempunyai akta notaris dan harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan,” ujar Das’ari.

Sesi berikutnya adalah paparan sosialisasi audit oleh Agusman dari KAP “Ahmad Rasyid, Hisbullah dan Jerry”. Dalam paparan disampaikan bahwa kegiatan sosialisasi audit ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara auditor dengan klien (BKM/LKM dan UPK). Prosedur pelaksanaan audit mengacu pada SOP PNPM Mandiri Perkotaan, dan laporan keuangan serta bukti-bukti yang layak dan bisa dipercaya, bukan bukti-bukti yang manipulatif untuk pembukuan UPK dilakukan pengendalian pada laporan pembukuan rugi dan laba.

Tiga aspek yang dinilai adalah (1) aspek pengendalian, merupakan aspek yang ditekankan pada pengelolaan dana BLM dan mematuhi terhadap aturan-aturan PNPM Mandiri Perkotaan. Jika aspek pengendalian ini dijalankan akan memudahkan auditor dalam pemeriksaan; (2) aspek administratif, yakni aspek yang fokus pada pencatatan di lembaga itu sendiri; (3) aspek keuangan, yakni aspek materil/formil dikelola sesuai dengan peruntukkannya.

Adapun output dari pelaksanaan audit adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar, dan Pernyataan menolak memberikan opini/disclaimer.

Metode pelaksanaan audit dilakukan dengan pemeriksaan secara administratif dan pemeriksaan fisik kegiatan.

Dalam pelaksanaan kegiatan audit ditekankan agar LKM dengan semua unitnya terbuka terhadap berbagai pemeriksaan, baik dari manajemen program maupun kepedulian masyarakat.

Kegiatan audit merupakan implementasi dari proses pembelajaran transparansi dan akuntabilitas bagi masyarakat ke depannya menuju kemandirian LKM/BKM, sehingga hasil audit ini disebarluaskan dan informasikan ke semua pihak.

Kegiatan Sosialisasi Audit Independen wajib dilakukan oleh LKM/BKM sebagai salah satu wujud meraih kepercayaan dalam melakukan kemitraan nantinya.

Harmonisasi pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program sangat menentukan, karena dengan adanya kepedulian pemkot merupakan salah satu indikator kesuksesan PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Pariaman. Pelaksanaan audit di LKM/BKM Kota Pariaman dilaksanakan pada awal April 2012.

Setelah sesi paparan dari auditor, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta yang hadir pada kegiatan sosialisasi.

Di samping acara sosialisasi persiapan audit, juga dilakukan acara pisah sambut bagi korkot lama dan korkot baru. Korkot lama Lisa Risna per Maret 2012 menjadi TA Urban Planer Provinsi Sumatera Barat, sehingga korkot periode Maret 2012 dijabat oleh Yusrizal, SE. Ada pula mutasi beberapa Askot di jajaran korkot 5 Pariaman, seperti Nofrizal Busri, SE dan Wendi Andra, A.Md serta Reno Tri handayani, S.P.

Terima kasih bagi rekan-rekan yang telah memberikan warna dalam pendampingan PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Pariaman. Semoga dengan adanya pisah sambut ini, ke depannya pendampingan PNPM Mandiri Perkotaan di Kota Pariaman menjadi lebih baik menuju kemandirian. (Sumbar)

Editor: Nina K. Wijaya

(dibaca 977)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 1250, akses halaman: 1810,
pengunjung online: 94, waktu akses: 0,014 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank