Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Arsip Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArsip WartaArsip ArtikelBelajar dari Sikap Buruk
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Manado, 27 September 2012
Belajar dari Sikap Buruk

Oleh:
Novrey Wurangian 
TA Urban Planner
KMW/OSP 8 Sulawesi Utara  
PNPM Mandiri Perkotaan

Sikap buruk adalah awal dari hasil kerja yang buruk.

Sebagai seorang fasilitator yang memiliki standar operasional pendampingan berbasis profesional, sudahkah kita memberi kontribusi lebih bagi sasaran program pemberdayaan masyarakat melalui PNPM Mandiri Perkotaan?

Seorang fasilitator yang baik bukanlah yang hanya tahu apa yang seharusnya ia dapatkan, melainkan juga yang mengerti apa yang seharusnya ia lakukan untuk memberi sesuatu yang lebih kepada masyarakat.

Ada sedikit bahan cerita yang muncul dari hasil pengalaman kerja di lapangan. Mungkin sisi buruknya yang diangkat tapi nilai pelajarannya yang harus kita manfaatkan.

Berikut ini adalah beberapa sikap buruk yang paling sering muncul dalam pekerjaan sebagai seorang fasilitator.

  1. NMJ: Not My Job
    Tipe Fasilitator macam ini selalu pintar menghindari tugas. Alasannya, itu bukan tugas saya. ”Saya kan fasilitator ekonomi, bukan fasilitator teknik!” Atau, ”Saya ini fasilitator CD, mengapa harus mempelajari form pembukuan?”
  2. NMM: Need More Money
    Fasilitator macam ini selalu menganggap gajinya belum setimpal dengan pekerjaannya. Tidak mau mengakui dan selalu merasa kurang dengan apa yang sudah diterimanya serta belum merasa tercukupi kesejahteraannya.
  3. WCT: Wastes Company’s Time
    Fasilitator yang banyak membuang jam kerja dengan aktivitas di luar kewajiban pekerjaannya, merugikan kinerja tim, karena terlalu banyak urusan pribadi.
  4. NMH: Needs More Help
    Fasilitator yang menganggap pekerjaannya selalu overload, meski sebagian sudah ”ditransfer” ke fasilitator lain, tugasnya tak pernah beres!
  5. ACD: Always Complaining and Disagreeable
    Fasilitator yang selalu mengeluh dan bersikap tidak menyenangkan. Baginya setiap hari adalah penderitaan, dan pendampingan yang seharusnya dilakukan dianggap sebagai sebuah siksaan.
  6. CWS: Clock Watcher’s Syndrome
    Fasilitator yang selalu rajin menengok jam. Apalagi mendekati akhir pertemuan. Biasanya tidak banyak yang akan dikerjakannya kecuali menunggu saatnya pulang.
  7. TTM: The TroubleMaker
    Fasilitator dengan 1001 macam alasan. Khilaf, lupa, tidak tahu, molor, kurang teliti, menunjuk kesalahan teman, dan sebagainya. Pekerjaan seluruh tim yang sudah hampir selesai tiba-tiba terhambat. Fasilitator semacam ini menjadi benalu di dalam tim. Keberadannya justru menjadi beban tim, yang membuat progress tim terseok-seok.

Nah, sudahkah kita menjadi fasilitator yang baik? Baik dalam arti di sini bukanlah hanya sekadar baik untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat. [Sulut - Spirit of 2010]

Editor: Nina Firstavina

(dibaca 799)
KOMENTAR ANDA:
woowww...!!!woow!...

fasilitator.. oh fasilitator... trus.. sifat buruk itu smua diatas.. siapa yang memberikan contoh... ya...??? jika.. fasilitator itu ujung tombak dilapangan... trus.. yg megang tombakx.. siapa..??? ting..ting!

mudah2an.. teman2 TA yg diatas.. tidak lupa juga untuk membuat tulisan.. tentang bagimana "tingkah laku".. sesama pimpinan.. dilevel kmw keatas.. biar seimbang...kita melihat... karena biasax.. "semut" diseberang lautan.. terlihat.. sementara "gajah" didepan mata... malah gak kelihatan atw pura2..rabun...ha..ha..ha...

mudah2an...jika teman TA bisa menuliskan .. "kriteria2" mereka yang sehari2.. kami selaku fasilitator... bisa "suri tauladani".. yg baik... bukan hanya yang buruk2... insya Allah.. program ini..bisa kembali ke khittahx... amien...hik..hik!...

so.. salam re"PALU'tion... YEAAAHHH...!!!manis kan?...
Ayo teman2 tetap positive thinking ... kan yg diambil pelajarannya saja ... bukan berarti Fasilitator semuanya seperti diatas, lebih banyak baiknya daripada buruknya ... nantikan saja untuk serialnya yg baik2 ... terkini yg buruk dulu ya !!!ha..ha..ha... ... TA juga Fasilitator, dan hampir semua TA awalnya dari Fasilitator tingkat Kelurahan yg 'Pasti' pernah tahu persoalan diatas .... OK See You senangnya...senangnya...senangnya...
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Artikel | Arsip Artikel | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 2401, akses halaman: 2785,
pengunjung online: 127, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank