Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Arsip Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArsip WartaArsip BeritaKepala Bappeda Sultra : Perkuat BKM
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Kendari, 19 Desember 2005
Kepala Bappeda Sultra : Perkuat BKM

Kelembagaan masyarakat, khususnya Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang difasilitasi P2KP, merupakan salah satu aset daerah. Maka, BKM perlu diperkuat agar kelak dapat memecahkan persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya, secara mandiri. Terutama masalah kemiskinan.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir H Zainal Abidin—yang juga berperan sebagai Ketua Tim Koordinasi P2KP Sultra—dalam sambutannya pada acara pembukaan “Pelatihan Penguatan Kelembagaan BKM P2KP Provinsi Sulawesi Tenggara”,  pada Selasa (6-12-2005). Pembukaan pelatihan tersebut dihadiri anggota Tim Koordinasi P2KP Sultra, anggota DPRD Provinsi, serta undangan lainnya.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 6 – 7 Desember 2005 itu merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dengan KMW IX P2KP Sultra, dan diikuti oleh 32 utusan BKM dari seluruh kabupaten/kota di Sultra yang terdiri atas unsur koordinator dan anggota. Dari ke-32 peserta, hanya satu orang peserta wanita, yakni Erniyanto Laston, Koordinator BKM Wonua Lulondo Desa Anggotoa, Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe.

Teknik pelatihan itu sendiri menggunakan sistem workshop, yaitu diskusi kelompok, tanya-jawab, dan resume atau pencerahan. Sedangkan proses pelatihan merupakan pembelajaran orang dewasa (andragogy), dimana peserta sendiri merupakan narasumber untuk saling memperkaya pemahaman satu sama lain. Pemandu (narasumber) pelatihan—baik dari instansi pemerintah maupun konsultan P2KP—dinilai sangat berkompeten untuk menyampaikan materi, karena telah memahami proses pembangunan dan pemberdayaan kelembagaan BKM.

Materi pelatihan ditekankan pada upaya penguatan BKM. Terutama aspek transparansi, akuntabilitas, serta membangun kemitraan. Seperti, materi “Pengelolaan Pengaduan Masyarakat (PPM), Sistem Monitoring dan Evaluasi (Monev), dan Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (FBKM)” yang dipandu Tenaga Ahli KMW IX P2KP Sultra.

Sedangkan materi penguatan kelembagaan, di antaranya, materi “Integrasi Usulan Program dari Masyarakat ke dalam Sistem Perencanaan dan Pembangunan Daerah” yang disampaikan Kepala Bidang Prasarana Wilayah (Kabid Praswil) Bappeda Sultra, Purwanto. Kemudian, Komite Penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD) Sultra turut menyampaikan materi “Pokok-pokok Kebijakan Pemerintah dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan”.

Dalam pelatihan peserta juga difasilitasi membuat Rencana Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) sebagai bentuk nyata keberlanjutan kegiatan tersebut. Hasil RKTL tersebut, di antaranya, Kota Bau-bau, Kota Kendari, Kabupaten Buton, Kabupaten Bombana, dan Kabupaten Kolaka Utara, segera mensosialisasikan pembentukan FBKM di tingkat kecamatan, tingkat kota/kab, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan penguatan anggota BKM, serta merangsang keaktifan Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) setempat, dan berkolaborasi dengan KBP dalam sosialisasi pembentukan FBKM di wilayah masing-masing. Sementara itu, Kabupaten Konawe dan Kabupaten Muna, melanjutkan upaya pembentukan FBKM di tingkat kecamatan yang telah difasilitasi oleh Faskel. Serta, mendorong dan mendukung KBP masing-masing wilayah meraih dana PAKET.

Di akhir pelatihan, seluruh peserta mengisi daftar pertanyaan yang disediakan Panitia Pelatihan dan dipandu TA Monev KMW-IX P2KP Sultra, Ir Haeruddin, sebagai Koordinator Pelatihan. Daftar pertanyaan tersebut menyinggung mengenai kondisi BKM kini, rencana pengembangan, dan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi sebagai dewan pimpinan kolektif warga desa/kelurahan. Dalam pelatihan tercatat kebutuhan BKM, serta harapan terhadap pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, terkait upaya peningkatan kapasitas BKM dan program kemitraan.

Secara resmi pelatihan ditutup oleh Kabid Praswil Sultra, Purwanto, atas nama Kepala Bappeda Sultra. “Hasil pelatihan penguatan kelembagaan BKM ini akan dijadikan momen penting untuk melakukan penguatan kelembagaan secara menyeluruh di Provinsi Sultra,” kata Purwanto. (Fajar Bachtiar, Asmandat KMW IX, Sultra, P2KP 2/1; nina)

(dibaca 1136)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 2742, akses halaman: 3004,
pengunjung online: 137, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank