Gowa, 11 Desember 2007
BKM Makmur Sejahtera Gandeng Stakeholder
Sejalan dengan berjalannya waktu, BKM yang telah terbentuk pada beberapa tahun lalu memperlihatkan kinerjanya. Ada yang kurang, sedang, bagus hingga sangat bagus. Hal itu sangat tergantung sistem manajemen yang digunakan oleh masing-masing BKM.
Misalnya, ada yang bagus dari sisi kesekretariatannya, tapi di sisi lain lemah dalam transparansi dan akuntabilitasnya. Di lain pihak, ada yang bagus pembukuannya, tapi sekretariat kurang transparan. Ada pula BKM yang semuanya sangat bagus dan sempurna, namun jumlah BKM seperti ini masih sedikit dibandingkan dengan BKM yang kurang, sedang dan bagus.
BKM Makmur Sejahtera yang berlokasi di Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, merupakan salah satu BKM di Kabuten Gowa yang memperlihatkan kinerja yang bagus. Tidak hanya dari sisi internal, yakni aktivitas anggota dalam melakukan berbagai rapat dan pertemuan yang intensif, tapi juga dari sisi ekternal. Mereka telah mampu menjalin kerjasama sinergis dengan berbagai stakeholder, baik dari kalangan masyarakat, kelompok peduli, maupun dari kalangan lembaga penanggulangan kemiskinan dan lembaga perbankan.
Lembaga penanggulangan kemiskinan lainnya, yakni NUSSP, yang dirasakan sebagai pesaing bagi P2KP, ternyata bukan hambatan bagi BKM Makmur Sejahtera. Berkat kepiawaian Koordinator BKM Makmur Sejahtera Sulaiman Dg Bundu, BKM mampu menggalang lembaga tersebut masuk ke dalam berbagai program yang difasilitasi BKM.
Kegiatan yang dilakukan sesuai dengan PJM Pronangkis, yang tidak dianggarkan dari dana BLM P2KP, meskipun lembaga tersebut melakukan survai kampung sendiri yang mirip dengan Pemetaan Swadaya (PS) ala P2KP. Salah satu kegiatan yang telah dilakukan, antara lain, pemasangan paving block sepanjang bahu saluran irigasi, MCK, dan lain-lain. Wujud kerjasama juga dilihat dari kesigapan mereka memasang informasi secara berdampingan. Pada setiap rapat BKM, selain Faskel P2KP, Faskel NUSSP juga tampak aktif terlibat secara bersama-sama.
Koordinator BKM juga telah melakukan channeling dengan Bank Muamalat guna mendapatkan pinjaman penguatan modal bagi warga masyarakat. Hingga kini channeling tersebut telah membuahkan hasil. Dari Rp 40 juta yang diusulkan ke Bank Muamalat, telah keluar sekitar Rp 20 juta. ”Dana tersebut dialokasikan kepada 16 orang warga masyarakat yang membutuhkan,” tutur Sulaeman Dg Bundu.
Menurutnya, pihak yang menjamin dana pinjaman tersebut adalah BKM Makmur sejahtera, setelah memperlihatkan kinerja BKM dalam mengelola dana bergulir BLM P2KP, yang kini telah mencapai RR 100%. Kegiatan pekerjaan lapangan BKM ini pun cukup bagus. Rata-rata kegiatan fisik lingkungan masih utuh dan berfungsi dengan baik seperti sejak awal diadakan.
Dg Bundu — panggilan akrab Koordinator BKM — yang dijumpai oleh Korkot Gowa Takalar di Sekretariat BKM mengatakan, pada masa akan datang rencanamua BKM akan memfasilitasi tumbuhnya Badan Milik Usaha Masyarakat (BUMM) yang dikelola oleh masyarakat Kelurahan Tetebatu.
”Ini dimaksudkan agar tumbuh kesadaran masyarakat untuk menggalang modalnya melalui wadah BUMM tersebut,” jelas Dg Bundu. Menurutnya, hal ini sangat memungkinkan, karena sebagian besar penduduk Kelurahan Tetebatu melakukan usaha dagang sayur-mayur dan kerajinan. ”Potensi tersebut ada, baik di kalangan laki-laki maupun perempuan,” ujar Dg Bundu. (Syamsu Alam, Korkot Gowa, Takalar, KMW VIII Sulsel; Firstavina) (dibaca 514) |