Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaCeritaKriuk-kriuk Jagung Marning
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Bulukumba, 2 Maret 2009
Kriuk-kriuk Jagung Marning

Makanan yang satu ini tidak asing lagi di lidah masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Kabupaten Bulukumba. Jagung Marning, begitulah jenis makanan camilan ini disebut. Gurih, renyah dan lezat begitulah rasanya.

Kerenyahan pun ternyata diraih “rupiah” yang dihasilkannya. Setidaknya itulah yang dirasakan sekelompok ibu rumah tangga di Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Mereka adalah KSM Sehati, yang menyulap jagung Marning menjadi lembaran-lembaran rupiah yang semakin membuat keuangan anggotanya makin “gurih”. Dengan beranggotakan enam orang, usaha jagung Marning yang awalnya hanya kegiatan sampingan, menjadi usaha rumah tangga yang menjanjikan.

Ketertarikan ber-KSM pada awalnya dimotivasi oleh keikutsertaan sebagian ibu-ibu setempat menjadi relawan di PNPM. Keterbatasan peralatan, prospek yang menjanjikan, pengalaman yang cukup panjang, dibungkus keinginan untuk lebih baik itulah yang akhirnya menjadi awal BKM Al-Ikhwan memfasilitasi para ibu membentuk kelompok. “Awal bertemunya niat dengan peluang. PNPM seakan menjadi jalan baru menuju impian lama para ibu yang seketika itu bermekaran kembali,” ujar pengurus BKM Al-Ikhwan.

Berikut hasil wawancara penulis dengan ibu-ibu anggota KSM jagung Marning.

Bagaimana gambaran awal usaha sebelum memutuskan ber-KSM?
Pada awalnya kegiatan pembuatan jagung Marning hanya usaha sampingan dengan penjualan terbatas. Keterbatasannya, selain karena dikelola sendiri, juga karena tenaga kerja dan kapasitas peralatan yang dimiliki. Mulanya kami hanya memproduksi satu baskom (untuk 200 bungkus) per tiga hari, dengan keuntungan Rp 30.000 per baskom.

Setelah memutuskan untuk membangun KSM difasilitasi oleh BKM?
“Mengulurkan tangan menebar berkah.” Begitulah slogan BKM Al-Ikhwan Caile mengawal perubahan. Salah satunya dengan memfasilitasi usaha rumah tangga jagung Marning KSM Sehati yang dimotori Ibu Supiati bersama enam anggotanya. Modal Rp 5 juta dari BLM PNPM mereka belikan kompor tabung, dandang, alat kemasan, dan sebagiannya untuk bahan baku. Dengan dukungan alat produksi yang memadai dan dijalankan berkelompok, produksi yang tadinya hanya satu baskom per tiga hari, meningkat tajam menjadi lima baskom per hari. Dengan demikian keuntungan bersih dapat diperoleh sebesar Rp 150.000 setiap harinya.

Bagaimana cara memasarkannya?
KSM Sehati mempunyai 10 pelanggan tetap, yang berakibat usaha mereka semakin menunjukkan kemajuan. Permintaan pelanggan cukup menjanjikan, sesuai dengan kesepakatan kelompok. Dan, untuk melayani permintaan pelanggan lebih cepat dan untuk jangkauan lebih luas. KSM pun bersepakat membeli dua unit motor yang digunakan untuk memasarkan produksi jagung Marningnya. Ini sebuah lompatan usaha yang terbilang luar biasa bagi para ibu setempat.

Ada rencana pengembangan usaha berikutnya?
Kami berencana membeli motor jenis Fukuda (Motor Gandeng), agar layanannya lebih baik, sekaligus bisa dipakai membeli bahan baku utamanya, yaitu jagung pulut. Bersama BKM Al-Ikhwan, wilayah Caile akan dijadikan semacam “Jagung Marning Center” (Kampung Jagung Marning). Kami berencana membuatkan gapura di pintu masuk agar tempat kami mudah dikenali berbagai pihak.

Jadi, renyah dan gurihnya jagung Marning benar-benar menjadi harapan baru bagi kehidupan anggota keluarga para ibu-ibu yang menjadi anggotanya. Siapa sangka niat mensejahterakan keluarga menemukan jalannya. “Maha suci pemilik kerajaan langit, yang memberikan karunia bagi setiap hamba-Nya yang tak pernah berputus asa. Jika malam telah memuncak pekatnya, tak lama lagi fajar akan terbit.” Rasanya ungkapan tersebut sangat sesuai dengan Ibu Supiati dan anggotanya. Jalan telah terbentang, akan kami songsong mentari pagi penuh sukacita. (Adhar, Sosialisasi KMW VIII Makassar, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

Label "Jagung Marning Spesial PNPM" yang dilakoni KSM Sehati

(dibaca 3678)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 5188, akses halaman: 7135,
pengunjung online: 340, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank