Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArtikelApakah Air dari Sumur Rumah Sudah Layak Minum
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Jakarta, 19 Maret 2010
Apakah Air dari Sumur Rumah Sudah Layak Minum

Jika keluarga Anda mendapatkan air minum dari sumur, apakah Anda tahu jika air tersebut aman untuk diminum? Apa Anda tahu resikonya terhadap kesehatan?

Kita semua membutuhkan air untuk minum. Kita bisa pergi berminggu-minggu tanpa makanan, tetapi hanya bisa bertahan beberapa hari saja tanpa air. Air terkontaminasi bisa mengancam kesehatan seseorang, khususnya anak-anak. Banyak penduduk Indonesia memiliki sumber air dari sumur rumah. Namun, tidak semua masyarakat mempunyai pengetahuan untuk mengecek kualitasnya sebelum dikonsumsi.

Bagaimana Air Sumur Bisa Tercemar?

Air sumur—kedalamannya dari permukaan, kualitasnya, dan peluang tercemarnya—bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Umumnya, semakin dalam sumur, semakin baik air tersebut. Jumlah air baru yang mengalir ke dalam area juga berpengaruh pada kualitas air sumur.

Air sumur mungkin mengandung beberapa pengotor/kontaminan alami, meski tanpa adanya kegiatan manusia atau pencemaran. Kontaminan alami dapat berasal dari berbagai kondisi dalam akuifer atau dalam tanah. Air yang mengalir melalui bebatuan bawah tanah mungkin membawa magnesium, kalsium, klorida, arsen, boron, selenium atau radon (gas yang terbentuk oleh pecahnya radioaktif uranium secara alami di dalam tanah). Apakah kontaminan ini berpengaruh terhadap kesehatan, tergantung pada jumlah kontaminan yang ada.

Air sumur juga sering tercemar oleh aktivitas manusia, seperti disebutkan di bawah ini.
• Penggunaan pupuk yang tidak sesuai, kotoran hewan, herbisida, insektisida, dan pestisida
• Sistem Tangki Septik yang pembangunannya tidak sesuai atau lokasinya kurang dan atau kurangnya pemeliharaan.
• Tangki penyimpanan dan perpipaan bawah tanah bocor atau tidak terpakai lagi
• Air hujan mengalir yang membawa bahan kimia ke air tanah
• Pembuangan atau penyimpanan limbah yang tidak sesuai
• Ceceran atau tumpahan bahan kimia pada lahan industri

Ada beberapa permasalahan kualitas air yang secara cepat bisa diidentifikasi:

Terlihat/kasat mata:
• Kerak atau buih, berasal dari garam kalsium atau magnesium dalam air
• Air keruh/tidak bening, berasal dari kotoran, garam-garam clay, pasir atau bekas karat dalam air
• Noda hijau pada sarana cuci piring, biasanya disebabkan oleh keasaman yang tinggi
• Noda coklat pada tempat cuci dapur, mesin pencuci piring atau pakaian menunjukkan adanya larutan besi di air
• Air abu-abu yang bening setelah didiamkan, mungkin menimbulkan gelembung udara, biasanya berasal dari pompa yang tidak bekerja normal atau ada masalah dengan filter

Rasa:
• Rasa asin atau antak, berasal dari kadar sodium yang tinggi dalam air
• Rasa alkali/sabun, berasal dari mineral alkali dalam air
• Rasa logam, berasal dari keasaman atau kadar besih yang tinggi dalam air
• Rasa bahan kimia, berasal dari bahan kimia industri atau pestisida

Bau:
• Bau telur busuk, bisa berasal dari gas hidrogen sulfida terlarut atau bakteri tertentu dalam air. Jika bau hanya datang bersama dengan air panas, mungkin itu berasal dari suatu bagian dalam pemanas air
• Bau deterjen dan air yang berbusa bila dialirkan bisa merembes dari tangki septik ke dalam sumur air tanah
• Bau bensin atau minyak menandakan bensin atau minyak bahan bakar sepertinya merembes dari suatu tangki ke dalam penyediaan air
• Bau gas metan atau bau tanah biasanya berasal dari bahan organik yang membusuk dalam air
• Bau klor biasanya berasal dari klorinasi berlebihan

Mesti diingat, banyak masalah serius—bakteri, logam berat, nitrat, gas radon, dan banyak bahan kimia lainnya—hanya bisa dipastikan oleh laboratorium air.

Sumber Pencemaran Air Sumur

Beberapa ancaman datang dari alam. Kontaminan yang secara alami terjadi bisa menimbulkan resiko kesehatan. Sumber lain yang potensial, berasal dari kegiatan manusia di masa lalu atau saat ini—sesuatu yang kita lakukan, kita buat, dan gunakan—seperti pertambangan, persawahan dan penggunaan bahan kimia. Beberapa aktivitas ini mungkin mengakibatkan pencemaran air yang kita minum. Dengan mengetahui kemungkinan ancaman di area Anda akan sangat membantu untuk menentukan jenis tes yang diperlukan.

Tingkat pencemarannya tergantung pada jenis, jumlah dan bagaimana penanganan bahan-bahan berbahaya tersebut. Kondisi lingkungan hidup lokal (jenis tanah, musim hujan) juga mempengaruhi pencemaran. Sekali lagi, kemungkinan masalah tergantung pada jumlah dan macam bahan kimia. Jenis tanah dan jumlah air yang bergerak melalui tanah juga memberikan peranan.

Sumber Pencemar Alami

Mikroorganisme: Bakteri, virus, parasit, dan mikroorganisme lainnya terkadang ditemukan dalam air. Sumur dangkal, yang airnya dekat ke permukaan tanah adalah yang paling beresiko. Aliran, atau air yang mengalir di atas permukaan tanah, mungkin membawa pencemar ini dari hewan liar atau tanah. Ini sering terjadi setelah banjir. Beberapa organisme bisa menyebabkan berbagai penyakit. Gejala mual dan  diare bisa terjadi dalam waktu singkat setelah meminum air terkontaminasi. Efeknya bisa jangka pendek dan berbahaya, mirip dengan keracunan makanan atau mungkin sering berulang atau berkembang secara perlahan dalam waktu lama.

Radionuklida: Radionuklida adalah unsur radioaktif seperti uranium dan radium. Unsur-unsur tersebut ada di bawah bebatuan dan air tanah.

Radon: suatu gas yang merupakan produk alami dari pecahnya uranium dalam tanah. Ini bisa menjadi ancaman. Radon paling berbahaya bila terhirup, karena menyebabkan kanker paru-paru. Walau tanah adalah sumber utama, menggunakan air rumah tangga yang mengandung radon dapat menyebabkan tingkat radon dalam ruangan meningkat. Radon kurang berbahaya bila dikonsumsi dalam air, tetapi menyisakan resiko terhadap kesehatan.

Nitrat dan Nitrit: Walaupun tingkat nitrat tinggi biasanya karena kegiatan manusia (lihat di bawah), nitrat dan nitrit bisa ditemukan secara alami dalam air tanah. Jenis ini berasal dari pecahnya nitrogen dalam tanah dan dibawa aliran air tanah. Nitrat nitrit secara khusus dapat mengancam kesehatan bayi (misalnya, bila tercampur dalam susu formula).

Logam Berat: Tanah dan bebatuan di bawah tanah mungkin mengandung logam-logam berat, antara lain arsen, kadmium, krom, timbal, dan selenium. Akan tetapi kontaminan ini jarang ditemukan dari sumber alami dalam sumur rumah tangga pada tingkat yang membahayakan.

Fluor: Fluor bermanfaat untuk kesehatan gigi. Banyak sekali sistem air yang menambahkan Fluor dalam jumlah kecil ke dalam air minum. Akan tetapi konsumsi berlebihan menyebabkan kerusakan jaringan tulang. Fluor pada tingkat tinggi terjadi secara alami di beberapa area. Fluor menyebabkan warna gigi memudar.

Kegiatan apa dari manusia yang dapat mencemari air tanah?

Pertama, kegiatan yang menghasilkan bakteri dan nitrat. Pencemar ini ditemukan dalam kotoran manusia dan hewan. Tangki septik bisa menyebabkan pencemaran bakteri dan nitrat. Juga sebagain besar peternakan hewan. Tempat penimbunan dan pembuangan sampah juga merupakan sumber pencemaran. Anak-anak dan beberapa orang dewasa beresiko ekstra bila terekspos ke bakteri pencemar air. Ini termasuk orang tua dan orang-orang yang sistem kekebalannya rendah atau dalam perawatan untuk kanker. Pupuk bisa menambah masalah nitrat. Nitrat menyebabkan ancaman kesehatan bagi bayi yang disebut sindrom ”blue baby” (bayi biru). Kondisi ini mengganggu aliran oksigen dalam darah.

Kedua, peternakan hewan. Kotoran hewan dari area peternakan bisa mengancam penyediaan air. Pengelolaan kotoran hewan secara ketat dan hati-hati diperlukan untuk mencegah masalah-masalah patogen dan nutrin. Garam-garam dalam kotoran hewan juga bisa mencemari air tanah.

Ketiga, kegiatan yang menimbulkan logam berat. Kegiatan seperti penambangan dan konstruksi juga melepaskan jumlah logam-logam berat ke dalam sumber air tanah sekitarnya. Beberapa kebun buah-buahan lama mungkin mengandung arsen yang tinggi, sekalipun digunakan sebagai pestisida.

Keempat, kegiatan yang menggunakan pupuk dan pestisida. Pupuk dan pestisida digunakan di area perkebunan dan pertanian, juga pada lapangan golf. Bahan-bahan kimia dalam produk ini mungkin berakhir di air tanah. Nitrogen dalam pupuk bisa pecah menjadi nitrat yang berbahaya. Beberapa sistem drainase pertanian bagian dasarnya mengumpulkan sisa-sisa pupuk dan pestisida. Air tercemar ini bisa menimbulkan masalah pada air tanah dan saluran air atau sungai sekitarnya. Bahan-bahan kimia anti rayap dan tikus yang digunakan untuk menangani gedung dan rumah juga berpotensi mencemari air tanah.

Kelima, produk dan limbah industri. Banyak bahan kimia berbahaya secara luas digunakan di berbagai bisnis dan industi lokal. Ini bisa menjadi bahan pencemar air minum bila tidak dikelola dengan baik. Sumber yang paling umum adalah:
- Kegiatan Bisnis Lokal. Misalnya, keberadaan pabrik, bangunan industri, dan bahkan bisnis kecil seperti stasiun SPBU dan laundry/dry cleaning. Ceceran dan pembuangan bahan-bahan kimia atau limbah industri yang tidak sesuai bisa mengancam penyediaan air.
- Tangki dan Perpipaan Bawah Tanah. Yaitu, produk perminyakan, bahan kimia, dan penyimpanan limbah di bawah tanah mungkin berakhir di bawah tanah. Tangki dan pipa jika tidak dikonstruksi dan dipasang dengan baik menyebabkan kebocoran.
- Penimbunan dan Pembuangan Sampah. Penimbunan sampah modern didesain untuk menampung cairan lindi. Tetapi banjir bisa membawa lindi itu ke luar area penampungan. Penimbunan sampah yang sudah lama menyimpan berbagai bahan pencemar bisa masuk ke dalam tanah.

Keenam, limbah rumah tangga. Pembuangan yang tidak sesuai dari berbagai produk bisa mencemari air tanah. Misalnya pelarut zat pembersih, oli bekas, cat, thinner, bahkan sabun dan deterjen dapat membahayakan air minum. Ini seringkali merupakan masalah dari ketidakberfungsian tangki septik dan bidang resapannya.

Keenam, kegiatan yang menimbulkan timbal dan tembaga. Material plumbing rumah adalah sumber timbal dan tembaga yang paling umum dalam air minum rumah. Air korosif bisa menyebabkan logam pipa atau sambungan solder larut ke dalam air. Keasaman atau alkalinitas air (sering diukur sebagai pH) secara luas mempengaruhi korosi. Temperatur dan kandungan mineral juga mempengaruhi tingkat laju korosi. Bahan-bahan tersebut sering dipakai dalam pipa, solder, peralatan plumbing. Timbal bisa menyebabkan kerusakan otak, sistem saraf, ginjal, dan sel darah merah. Umur material plumbing—khususnya, pipa tembaga yang disolder dengan timbal—juga penting. Bahkan jumlah relatif kecil logam ini bisa sangat berbahaya.

Penanganan atau penyimpanan bahan-bahan kimia pengolahan air yang tidak sesuai (desinfektan, anti korosi, dsb.) yang dekat dengan sumur anda dapat merupakan masalah.

Haruskah Saya Peduli?

Anda harus peduli karena walaupun ada peraturan air minum, ini tidak berarti sumur pribadi anda sudah aman. Pemilik sumur mempunyai tanggung jawab utama untuk keselamatan air sumurnya sendiri, karena pemerintah tidak dapat melayani air sumur pribadi satu per satu. Standar mengenai penempatan sumur air minum dekat tangki septik, lahan drainase, dan perternakan. Tetapi ingat, tanggung jawab akhir untuk konstruksi sumur yang benar, perlindungan dari pencemaran dan pemeliharaannya, adalah tanggung jawab anda sebagai, pemilik sumur.

Seberapa besar resiko yang bisa terjadi?

Resiko permasalahan yang terjadi tergantung pada sebagus apa sumur anda (lokasinya, konstruksinya, dan pemeliharaannya. Itu juga tergantung pada lingkungan sekitar anda. Misalnya; dari kualitas akifer mana anda mengalirkan air dan kegiatan apa yang terjadi di sekitar area sumur yang dapat mempengaruhi sumber air anda. 

Beberapa pertanyaan sebagai bahan pertimbangan dalam melindungi dan memelihara air sumur Anda:
• Berapa jarak seharusnya sumur dari kotoran manusia seperti tangki septik?
• Berapa jauh seharusnya sumur dari tempat pemberian makan hewan atau penyebaran kotorannya?
• Apa jenis tanah dan bebatuan yang baik. Apakah air mengalir dengan mudah atau terkumpul di dalamnya.
• Seberapa dalam sumur harus di gali untuk menghindari perubahan musiman dalam penyediaan air tanah?
• Apa kegiatan di area sekitar sumur (peternakan, tambang, industri) mungkin mempengaruhi sumur?
• Berapa umur sumur, pompanya, dan bagian-bagian lainnya?

Perlindungan Air Sumur

Saat membangun, modifikasi atau menutup sumur
• Buat kemiringan area sekitar sumur sehingga aliran permukaan dapat mengalir dengan baik

Pencegahan Masalah
• Pasanglah tutup sumur atau segel saniter untuk mencegah penggunaan atau masuk secara liar ke dalam sumur
• Jangan mencampur atau menggunakan pestisida, pupuk, herbisida, pelumas, bahan bakar dan pencemar lainnya di dekat sumur.
• Jangan pernah membuang sampah ke dalam sumur kering atau sumur yang tak terpakai
• Pompa dan inspeksi tangki septik sesering mungkin
• Jangan pernah membuang bahan berbahaya beracun ke dalam tangki septik
• Hati-hati dalam bekerja atau mowing sekitar sumur Anda

Setelah Kejadian Banjir
• Menjauhlah dari pompa sumur yang tergenang banjir guna menghindari arus listrik
• Jangan minum atau mencuci dari sumur bekas banjir guna menghindari kemungkinan penyakit
• Mintalah bantuan dari kontraktor sumur atau pompa untuk mencuci dan menghidupkan pompa
• Setelah pompa dihidupkan kembali, pompalah sumur sampai air yang mengalir jernih untuk membuang bekas-bekas banjir

Jika air tidak juga jernih/bening, pertimbangkannlah untuk memindahkan lokasi sumur

Apa yang seharusnya saya lakukan?

Daftar di bawah ini adalah 6 langkah dasar yang harus anda lakukan untuk memelihara keselamatan air minum anda.

1. Bagaimana saya bisa menentukan masalah potensial?
Potensi pencemaran masuk ke dalam sumur dipengaruhi oleh penempatannya dan konstruksinya—seberapa dekat sumur Anda ke sumber potensi pencemaran? Kegiatan pertanian dan industri lokal, geologi dan iklim juga merupakan masalah. Sediakan waktu untuk mengkaji. Karena kontaminasi air tanah biasanya terlokalisir. Cara terbaik untuk mengidentifikasi kontaminan potensial adalah dengan mengkonsultasikannya kepada ahlinya. Bicaralah dengan ahli geologi atau orang dari perusahaan air minum, umumnya mereka tahu kondisi di sekitar area anda.

2. Apakah air sumur Anda sudah pernah dites?
Lakukan uji kualitas air Anda setiap tahun untuk total bakteri coliform, nitrat, total padatan terlarut, dan pH. Jika Anda menduga ada kontaminan lain, lakukan juga pengetesannya. Tes air cukup mahal, lakukanlah pembatasan terhadap masalah khusus yang mungkin pada situasi Anda.

Sebelum mengambil sampel, kontaklah lab yang akan melakukan pengujian. Mintalah instruksinya dan botol sampel yang diperlukan. Langkah awal ambillah sampel air yang bagus. Penting juga mengikuti saran penyimpanan sampel. Tanyakan seberapa cepat harus dibawa ke lab untuk pengujian. Instruksi ini bisa berbeda untuk masing-masing parameter yang akan diuji. Ingat lakukanlah tes terhadap air anda setelah perbaikan sistem. Juga tes air anda jika ada perubahan kualitas secara kasat mata, bau, dan rasa.

Lima masalah terakhir dalam daftar di bawah ini, tidak berpengaruh terhadap masalah kesehatan tetapi dapat menimbulkan rasa air yang tidak enak, mungkin menandakan adanya masalah, dan dapat berpengaruh ke sistem dalam jangka panjang.

Tes Parameter Air Sesuai dengan Kegiatan yang Berlangsung

 

Kondisi atau kegiatan Sekitar Sumur Tes untuk:
Penyakit perut berulang bakteri coliform
Plumbing rumah tangga mengandung timbal pH timbal, tembaga
Radon dalam udara ruangan atau area kaya radon radon
Korosi pipa, plumbing korosi, pH, timbal
Sekitar area pertanian intensif nitrat, pestisida, bakteri coliform
Batu bara atau tambang yang beroperasi sekitarnya logam-logam, pH, korosi
Sekitar operasi pengeboran klorida, sodium, barium, strontium
Sekitar operasi pembuangan barang bekas, penimbunan sampah, pabrik, stasiun gas, pencucian berbahan kimia kandungan organik volatile, sotal padatan terlarut, pH, sulfat, klorida, logam
Bau bahan bakar gas dan cair, dan dekat stasiun gas atau penimbunan bahan bakar campuran organik volatile
Bau atau rasa yang tidak enak H2S, korosi, logam
Noda peralatan plumbing, besi, laundry besi, tembaga, mangan
Rasa asin dan air laut, atau sekitar jalan yang digarami secara berlebih klorida, total padatan terlarut, sodium
Bahan-bahan sisa yang berkerak, sabun tidak berbusa kesadahan
Pemakaian cepat Alat Pengolahan Air pH, korosi
Bahan pelunak air (water softener) yang diperlukan untuk mengolah kesadahan mangan, besi
Air tampak gelap, berwarna atau berbusa warna, deterjen

3. Memahami Hasil Uji Kualitas
Pernahkan anda melakukan pengujian terhadap air sumur Anda? Jangan heran jika banyak parameter yang dilaporkan. Besarnya resiko dari kontaminan air minum tergantung pada parameter khusus dan jumlahnya dalam air. Kesehatan orang juga menentukan. Beberapa kontaminan menyebabkan efek yang cepat dan berbahaya. Mungkin diperlukan satu bakteri atau virus untuk membuat seseorang sakit, tetapi orang lain tidak terpengaruh. Untuk anak-anak yang sangat belia, masuknya nitrat dalam jumlah tinggi dalam waktu singkat bisa sangat membahayakan. Banyak kontaminan lain memiliki ancaman jangka panjang atau pendek terhadap kesehatan. Konsumsi sedikit demi sedikit secara reguler dalam waktu lama, juga bisa menimbulkan masalah kesehatan. Jumlah kontaminan yang diijinkan ada dalam air didasarkan pada perlindungan manusia selama memerlukan air. Bandingkan hasil uji kualitas air sumur Anda dengan standar yang berlaku. Beberapa laboratorium dapat membantu penjelasannya. Tetapi Anda harus percaya kepada ahlinya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

4. Memahami konstruksi dan pemeliharaan sumur yang baik
Sumur seharusnya ada di lokasi dimana air hujan mengalir menjauhinya. Air hujan membawa bakteri dan bahan kimia yang berbahaya pada permukaan lahan. Jika genangan air ini ada dekat sumur, air tersebut dapat masuk ke dalam sumur, yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

5. Tanyakan kepada ahlinya
Bila Anda tidak yakin dengan air sumur anda, maka lakukan konsultasi ke dinas kesehatan, dinas pertambangan, dinas lingkungan hidup, atau dinas-dinas yang khusus menangani masalah-masalah air sumur, kualitasnya, dan efeknya pada kesehatan.

6. Perbaiki masalah segera
Bila Anda mendapatkan air sumur Anda tercemar, lakukanlah perbaikan secepatnya. Mungkin diperlukan desinfeksi air sumur Anda, atau perlu membuat sumur baru, atau melakukan perbaikan. (sumber EPA, oleh Wirawan Kristianto, Safeguard Lingkungan KMP PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

(dibaca 8799)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Artikel | Arsip Artikel | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 7827, akses halaman: 12134,
pengunjung online: 182, waktu akses: 0,039 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank