Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaBeritaMuarasari Bogor, Contoh Keberhasilan Pelaksanaan PNPM Perkotaan
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Bogor, 24 Mei 2010
Muarasari Bogor, Contoh Keberhasilan Pelaksanaan PNPM Perkotaan

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan merupakan kelanjutan dari Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) yang dimulai sejak 1999.  P2KP yang dikelola oleh  Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) Kementerian Pekerjaan Umum terbukti menunjukkan perkembangan positif dalam menanggulangi kemiskinan di wilayah perkotaan.  Karena itu pada 2007, P2KP mulai dijadikan sebagai program rintisan untuk PNPM Mandiri, dan pada 2008 menjadi PNPM Mandiri Perkotaan.

Secara umum, tujuan PNPM Mandiri Perkotaan meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. Secara khusus, program ini bertujuan agar masyarakat di kelurahan peserta program menikmati perbaikan sosial-ekonomi dan tata pemerintahan lokal.  Pemberdayaan masyarakat dalam PNPM Mandiri Perkotaan dilakukan melalui pengokohan kelembagaan lokal dengan membentuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), yang hingga 2010 telah mencapai 11.039 BKM di 246 kota/kabupaten di 33 provinsi.

Selain memiliki lembaga sendiri, melalui program PNPM Mandiri Perkotaan, masyarakat belajar membuat perencanaan sendiri di wilayahnya sesuai dengan kondisi persoalan dan potensinya. Perencanaan masyarakat yang dikenal dengan Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) ini adalah dokumen masyarakat untuk merencanakan dan melakukan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan di wilayahnya.  PJM Pronangkis yang  disusun oleh masyarakat secara partisipatif merupakan wadah untuk mewujudkan sinergi berbagai program penanggulangan kemiskinan yang komprehensif dan sesuai dengan aspirasi serta kebutuhan masyarakat.

Pembelajaran implementasi dari PJM Pronangkis dilakukan masyarakat melalui stimulan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan berbasis tridaya yakni, daya lingkungan (infrastruktur), daya ekonomi, dan daya sosial.

Di wilayah Jawa Barat, Bogor menjadi salah satu wilayah sasaran untuk pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan. Dari 68 kelurahan yang menjadi lokasi dampingan di Kota Bogor, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Muarasari dinilai berhasil menjalankan PNPM Mandiri Perkotaan untuk tiga aspek pemberdayaan yakni: lingkungan, ekonomi, dan sosial tersebut.

Ketua BKM Paguyuban Warga Kelurahan (PWK) Muarasari Gugun Gunawan mengatakan, keberhasilan PNPM Mandiri Perkotaan di Muarasari tidak lepas dari partisipasi warga dan swadayanya yang sangat tinggi.   “Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Muarasari ini diarahkan agar nantinya warga menjadi masyarakat madani. Ini karena, semua proses pemberdayaan termasuk pembentukan BKM ini dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat,” jelasnya.

BKM PWK Muarasari yang dibentuk sejak 2007, dalam tiga tahun terakhir ini telah melakukan sejumlah kegiatan untuk menanggulangi kemiskinan di delapan rukun warga yang menjadi wilayah kerjanya, melalui pemberdayaan lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Untuk pemberdayaan lingkungan, BKM PWK Muarasari telah membangun sejumlah sarana infrastruktur yang dinilai mampu meningkatkan warga miskin untuk hidup lebih layak, sesuai dengan prioritas dan kebutuhan warga miskin, yaitu pembangunan gorong-gorong, pembangunan sarana MCK, pembangunan jembatan, pembuatan beton jalan setapak, pembangunan drainase, dan pembangunan talud.

Untuk pemberdayaan sosial, BKM PWK Muarasari telah membangun sejumlah sarana untuk peningkatan taraf hidup warga miskin berupa penyediaan peralatan pendidikan, pengadaan sarana Posyandu, pelatihan komputer bagi AUS keluarga miskin, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) atau disingkat “rutilahu”.

Sedangkan untuk pemberdayaan ekonomi, BKM PWK Muarasari juga telah menyalurkan dana pinjaman bergulir kepada sejumlah anggotanya yang membutuhkan dana pinjaman untuk pengembangan usahanya.

Salah satu warga penerima manfaat pinjaman dana bergulir ini adalah Isah, penjual makanan tradisional dodongkol.  “Saya mendapat pinjaman dana bergulir dari PNPM Mandiri Perkotaan. Dari dulu, tidak ada lembaga keuangan atau perbankan yang bersedia memberikan pinjaman. Melalui BKM PWK Muarasari, awalnya saya mendapat pinjaman Rp500.000. Bagi saya, itu jumlah yang cukup untuk mengembangkan usaha saya,” papar Isah.

Hal yang sama juga diungkapkan Ari, pengusaha keripik pisang. Warga Muarasari ini mengaku, awalnya mendapat pinjaman dari BKM PWK Muarasari sebesar Rp500.000. Kini, Ari sudah dipercaya menerima pinjaman sebesar Rp2 juta.  “Pinjaman itu saya gunakan untuk mengembangkan usaha saya membuat keripik pisang. Alhamdulillah, usaha ini berkembang dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Dari semua kegiatan pemberdayaan, BKM PWK Muarasari mencatat jumlah keluarga miskin yang menjadi penerima manfaat mencapai 505 KK yang tersebar di 33 RT.

Semua kegiatan pemberdayaan yang dilakukan, sejalan dengan misi yang sudah ditetapkan oleh pengurus BKM dan anggotanya, di antaranya, satu, pengembangan ekonomi melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat miskin dan pengangguran. Dua, berupaya mengembangkan peluang usaha ekonomi produktif untuk meningkatkan pendapatan. Tiga, meningkatkan kualitas perumahan dan pemukinan yang layak huni dan terjangkau dalam lingkungan yang sehat, nyaman, teratur dan produktif. Empat, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dasar dengan membangun jembatan, MCK, bak penampungan serta rehabilitasi Posyandu.

BKM PWK Muarasari yang beralamat di Jl. Kp. Anyar No. 14 RT 02/06 Kelurahan Muarasari Kecamatan Bogor Selatan ini, dikelola oleh 9 orang pengurus, yang dibantu oleh personel unit pengelola dan sekretariat.

“BKM PWK Muarasari adalah contoh dari keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang kami kelola, yang kami harapkan dapat ditiru oleh BKM-BKM lain, khususnya BKM-BKM baru yang akan terbentuk pada lima tahun ke depan,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono. 

Selain merencanakan pengalokasian dana Rp 5,94 triliun untuk tahun 2010-2014, dengan sasaran hampir 22.000 kelurahan di seluruh Indonesia, DJCK memiliki Strategic Plan PNPM-Perkotaan tahun 2010 – 2014 sebagai berikut:

Pertama, optimalisasi pencapaian sasaran IPM-MDGs di bidang Ke-Cipta Karya-an, melalui optimalisasi dampak program pada kesejahteraan masyarakat miskin.

Kedua, meningkatkan akses Channelling BLM bidang Sektor  ke-Cipta Karya-an kepada BKM, melalui “Scale up”  Program terkait infrastruktur masyarakat (Neighbourhood Development, Drainase, serta lingkungan permukiman lainnya) maupun Program terkait infrastruktur rumah tangga (program  Sanitasi,  Air Minum, Persampahan, dll) serta akses program-program sektoral  lainnya (KUR, CSR, pemda, dan lain-lain).

Ketiga, PNPM Mandiri Perkotaan hanya fokus pada penguatan dan pemeliharaan kelembagaan masyarakat (BKM) yang aspiratif, representatif, dan akuntabel serta sinergi PJM Pronangkis dengan RPIJM dan Musrenbang. (Iroh Rohayati Fatah, Mass Communication Team, Konsultan Manajemen Pusat (KMP) PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

Informasi lebih lanjut silakan hubungi:
- Dwityo Akoro Soeranto
Kasubdit Data dan Informasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya,
Kementerian Pekerjaan Umum
Telp. (021) 727 96578
Email: d_akoro@yahoo.com

- Iroh Rohayati Fatah
Mass Communication Team
Konsultan Manajemen Pusat (KMP) PNPM Mandiri Perkotaan
Telp. (021)57940663,64,65
Email: mass.comm@pnpm-perkotaan.org

(dibaca 2879)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 748, akses halaman: 945,
pengunjung online: 359, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank