Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaBeritaPelatihan Kader SDIDTK Balita LKM Kenongo Mulyo Madiun
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Madiun, 18 Agustus 2010
Pelatihan Kader SDIDTK Balita LKM Kenongo Mulyo Madiun

LKM Kenongo Mulyo, melalui KSM Kenanga Sejahtera Mandiri 2, merealisasikan BLM Termin 1 Tahun 2010 berupa kegiatan sosial Pelatihan Kader Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Posyandu Balita, di Balai Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, pada Jumat, 6 Agustus 2010, pukul 08.00-15.00 WIB.

Kegiatan sosial ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Madiun, yang mendatangkan narasumber Kepala Puskesmas Manguharjo Kecamatan Manguharjo Denik Wuryani dan Bidan Puskesmas Kelurahan Winongo Sudarsih. Tamu undangan yang hadir antara lain Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Madiun dr. Agung Sulistyo Wardani, KaSubDin KesGa Sri Ciptaningrum, SKM, Kepala Puskesmas Manguharjo Denik Wuryani, Bidan Puskesmas Kelurahan Winongo Sudarsih, PJOK Kecamatan Manguharjo Pranowo, Kepala Kelurahan Winongo Sarwanto, SE, Korkot Madiun Zidni Isa Nasa’i, Askot Mandiri Nani Saodah, Asmandat Choiril Akbar, Tim Jatim – 62, Koordinator LKM Kenongo Mulyo Mudjianto, dan para anggota LKM Kenongo Mulyo Kelurahan Winongo. Adapun peserta Pelatihan Kader SDIDTK Posyandu Balita yang hadir sebanyak 18 peserta dari 9 Posyandu. Mereka adalah wakil dari masing-masing Posyandu.

Kadinkes Kota Madiun, Kepala Kelurahan Winongo, Korkot Madiun dan Koordinator LKM Kenongo Mulyo memberikan sambutan sekaligus mengawali kegiatan pelatihan.

Kadinkes Kota Madiun dr. Agung Sulistyo Wardani menyampaikan, acara ini baru pertama kali dilakukan di Kota Madiun dan ke depannya diharapkan dapat dilakukan kegiatan serupa di kelurahan-kelurahan lain di Kota Madiun. Tak lupa, ia memberikan apresiasi yang sangat besar kepada PNPM Mandiri Perkotaan, “Karena mampu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Madiun,” ujar dia, disambut riuh tepuk tangan tamu undangan dan para peserta.

Berikutnya, Korkot Madiun Zidni Isa Nasa’i mengungkapkan rasa bangga dan senang dengan digelarnya kegiatan tersebut, karena kegiatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. “Salah satu tujuan pelatihan ini adalah menciptakan SDM yang terampil, apalagi tercipta kerja sama dengan Dinkes Kota Madiun juga. Semoga ke depannya tetap bisa terjalin kerjasama dalam kegiatan-kegiatan lain,” tuturnya.

Ia melanjutkan, tujuan berikutnya adalah berupaya turut serta berpartisipasi dalam rangka menurunkan risiko angka kematian pada bayi dan balita, yang juga merupakan salah satu tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs) dan Human Development Index (HDI), yang saat ini juga menjadi salah satu tujuan Pemerintah Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Alat Permainan Edukatif (APE) secara simbolis kepada salah satu kader peserta. APE ini merupakan wujud kerjasama dari Dinkes Kota Madiun dan akan diberikan ke semua Posyandu di Kelurahan Winongo, sekaligus sebagai tanda pelatihan dimulai.

Materi yang disampaikan antara lain adalah:

  • “Pertumbuhan, Perkembangan Balita dan Apras”
  • “Stimulasi Tumbuh Kembang”
  • “Deteksi Dini Penyimpangan Tumbang”
  • “Sosialisasi Buku Pedoman Pelaksanaan DDTK di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar”
  • “Kebutuhan-kebutuhan Dasar Anak agar Tumbuh Kembang Optimal”
  • “Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)”
  • “Deteksi Dini penyimpangan Pertumbuhan dan Grafik BB, TB, LK di buku KMS dan Buku KIA”
  • “Cara Pengukuran Lingkar Kepala”
  • “Hal-hal Penting dalam Pemantauan Pertumbuhan”
  • “Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan”
  • “Buku KIA untuk Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan Balita”.

Pelatihan dilanjutkan dengan praktek dari materi yang sudah disampaikan pagi harinya. Ketika akan melakukan praktek, masing-masing Posyandu diharuskan membawa seorang bayi yang mempunyai “kasus”. Maksudnya adalah bayi yang pertumbuhan dan perkembangannya tidak dalam kategori normal. Seperti, bayi dengan gizi buruk, bayi autis, bayi hiperaktif, bayi kegemukan, dan lain-lain.

Teknis dalam pelaksanaan praktek dengan cara Kader Pelatihan belajar mengisi kuesioner yang sudah disediakan dengan “objek bayi kasus” secara langsung. Kuesionernya adalah sebagai berikut.

  1. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) 
  2. Kuesioner Test Daya Dengar (TDD) 
  3. Kuesioner Tes Daya Lihat (TDL) 
  4. Kuesioner Deteksi Dini Gangguan Perilaku 
  5. Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)

Di akhir pelatihan, dapat disimpulkan, pertama, agar tumbuh kembang balita optimal maka semua balita harus dicukupi kebutuhan fisik (jasmani), emosi-kasih sayang (rohani) dan stimulasi (kecerdasan). Stimulasi dilakukan oleh keluarga dengan cara bermain setiap hari, menggunakan berbagai cara dan benda yang mudah didapat.

Kedua, penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi (ditemukan) dan diintervensi (ditindak) sejak dini. Bila ditemukan dan diintervensi sejak dini maka penyimpangan tumbuh kembang lebih mudah diperbaiki atau berdampak kecil. Bila ditemukan dan diintervensi terlambat, maka sulit diperbaiki atau dampaknya besar.

Ketiga, wewenang Bidan No. 900/tahun 2002, tentang registrasi dan praktek bidan. Bab V ps 16 dan 20. lamp III : pemantauan, deteksi, intervensi dini tumbuh kembang anak. Presiden RI (23 Juli 2005): Gerakan Nasional Pemantauan Tumbuh-Kembang Anak.

Keempat, Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan: timbang berat badannya (BB), ukur tinggi badan (TB) dan lingkar kepalanya (LK), lihat garis pertambahan BB, TB dan LK pada grafik.

Kelima, Deteksi Dini Penyimpangan PERKEMBANGAN: tanyakan perkembangan anak dengan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan), tanyakan daya pendengarannya dengan TDD (Tes Daya Dengar), penglihatannya dengan TDL (Tes Daya Lihat), tanyakan masalah perilaku dgn kuesioner MME, autis dengan CHAT, gangguan pemusatan perhatian dgn kuesioner Conners.

Keenam, bila ADA penyimpangan tumbuh kembang, segera lakukan intervensi (tindakan) sesuai masalahnya. Intervensi terutama dilakukan oleh keluarga dengan petunjuk dari petugas. Bila tidak berhasil rujuk ke sarana kesehatan yang lebih lengkap. Penting pencatatan, pelaporan, monitoring dan evaluasi.

Ketujuh, bila TIDAK ADA penyimpangan: berikan pujian, beri nasehat lanjutkan pemenuhan kebutuhan fisik (jasmani), kasih-sayang (rohani), stimulasi (kecerdasan), beri nasehat untuk pemantauan tumbuh kembang berkala. (Asmandat Korkot Madiun OC-6 Prov. Jatim, PNPM Mandiri Perkotaan; Firstavina)

(dibaca 3028)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 5234, akses halaman: 9009,
pengunjung online: 275, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank