Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di Web site PNPM Mandiri Perkotaan.
HomeWartaBeritaPadat Karya Merapi Hingga Akhir Mei 2011
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi.

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Jakarta, 11 Mei 2011
Padat Karya Merapi Hingga Akhir Mei 2011

Oleh:
Wildan Hakim
Sub TA Komunikasi Massa - PR  .
KMP 
PNPM Mandiri Perkotaan

Pelaksanaan program Cash For Work atau Padat Karya di sejumlah kelurahan yang terkena bencana erupsi Merapi akan diperpanjang hingga akhir Mei 2011.

Hal itu dijelaskan oleh Kasubdit Wilayah 1 Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Didiet Arief Akhdiat di sela-sela kegiatan media visit ke Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat, 6 Mei 2011.

Awalnya, program Padat Karya Merapi ditargetkan selesai pada akhir April 2011 lalu. Namun, kata Didiet, pelaksanaan program Padat Karya diperpanjang karena dana hibah atau grant terlambat pencairannya. “Hingga Maret 2011, grant  kan belum keluar, sehingga pelaksanaan kegiatan di lapangan terlambat. Ya nggak apa-apa, pemulihan dilakukan sambil tahap rehabilitasi dan rekonstruksi jalan,” jelas Didiet kepada sejumlah wartawan.

Menurut dia, pelaksanaan program Padat Karya di sejumlah kelurahan terhambat oleh terminasi pencairan dana hibah yang digunakan untuk membiayai kegiatan tersebut. Keterlambatan seperti itu terjadi di sejumlah kelurahan di Kota Yogyakarta.

“Kami perkirakan, untuk Kota Yogyakarta akan selesai kegiatan Padat Karya pada minggu ke-2 atau ke-3,” ujar Didiet.

Ia menambahkan, program Padat Karya diadakan karena masa bencana di Merapi berlangsung lama akibat sejumlah pedukuhan masih terkena aliran banjir lahar dingin. Melalui program Padat Karya itulah Ditjen Cipta Karya Kementerian PU ingin memberikan penghasilan tambahan berupa upah bagi warga yang terlibat langsung dalam kegiatan.

“Program ini saya bilang bisa berjalan cepat karena adanya peran Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). BKM ini kan terbiasa melakukan rembug. Jadi, begitu ada program Padat Karya mereka langsung bisa mendiskusikan apa saja pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat yang bisa dikerjakan. Keterlibatan perempuan juga cukup besar dalam kegiatan ini, yakni mencapai 49 persen,” jelasnya.

Dalam kunjungannya ke Desa Sindumartani, Didiet meninjau langsung kegiatan Padat Karya yang dilakukan warga setempat. Kegiatan yang ditinjau berupa pembuatan saluran irigasi serta kolam penampungan ikan air tawar.

Camat Ngemplak Endang Widowati bahkan meminta langsung Didiet melihat langsung Dukuh Ngerdi yang terbelah jadi dua akibat diterjang lahar dingin Merapi. Kunjungan Didiet ke Desa Sindumartani pada Senin 2 Mei 2011 itu didampingi Kepala Satker Pusat/ PPK P2KP Boby Ali Azhari.

Sementara itu, hasil pemantauan terakhir menunjukkan, realisasi pembangunan fisik selama tahap pemulihan lingkungan melalui Padat Karya ini sudah mencapai 63%. Bentuk kegiatan pemulihan lingkungan yang didanai lewat program Padat Karya ini berupa: pembersihan dan perbaikan darurat terhadap prasarana dan sarana umum, pembersihan dan perbaikan darurat terhadap bangunan umum, pemasangan dan pengamanan pipa air, pembersihan jalan, pembersihan dan perbaikan darurat saluran irigasi serta lahan pertanian rakyat, serta kegiatan lain yang diusulkan masyarakat.

Kegiatan Padat Karya ini berhasil menyerap 42.937 orang tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.749 orang adalah perempuan.

Sementara itu, jumlah pekerja tanpa keterampilan atau unskilled yang terlibat adalah sebanyak 36.239 orang, semi skilled 4.802 orang, dan tenaga kerja yang memiliki ketrampilan sebanyak 1.896 orang. (KMP Wilayah II PNPM Mandiri Perkotaan)

Lebih lanjut tentang Program Padat Karya Merapi, silakan baca:

Editor: Nina K. Wijaya

(dibaca 1476)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 2763, akses halaman: 3805,
pengunjung online: 214, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank