Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArtikelPeran Relawan Bangun Desa, Upaya Isi Kemerdekaan
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Jakarta, 25 Agustus 2011
Peran Relawan Bangun Desa, Upaya Isi Kemerdekaan

Oleh: 
heroe.k 
PNPM Mandiri Perkotaan 

Peluang masyarakat untuk dapat berperan dalam membangun desanya, saat ini sebenarnya telah terbuka lebar. Mereka tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga berperan sebagai subjek pembangunan. Betapa tidak, sejak meluncurnya Program PNPM Mandiri di hampir seluruh kecamatan di pelosok Tanah Air, serta terbangunnya pola pembangunan berbasis masyarakat, puluhan ribu relawan ikut bergabung dalam program ini.

Keberadaan mereka sejak masuknya program ini pada desa/kelurahan sasaran PNPM Mandiri berawal dari kesepakatan yang harus dipatuhi, yaitu saat seluruh lapisan masyarakat menerima program ini. Ketika Rembug Kesiapan Masyarakat (RKM) tersebut, penyiapan relawan menjadi salah satu syarat dan komitmen mereka untuk berperan aktif dalam program ini.

Peran serta masyarakat dalam upaya membangun desanya sendiri merupakan bagian penting dari komitmen mereka. Bagaimana tidak, sebagai pola program bottom-up, peran aktif yang konsisten dalam membangun lingkungannya amatlah dibutuhkan.

Sebagai program pemberdayaan dan berbasis masyarakat, dimana semua prioritas kebutuhan wilayah direncanakan dan dilaksanakan sendiri oleh masyarakat, dengan BLM sebagai stimulant/pancingan, tentunya bukan pekerjaan mudah. Pekerjaan ini tidak semudah membalik tangan!

Kondisi moral, sikap, perilaku masyarakat yang sudah terlanjur mengkhawatirkan akibat krisis dan tekanan ekonomi, serta banyak hal lainnya saat itu mengubah mereka jadi pasrah, acuh tak acuh, masa bodoh dan tidak peduli. Hal-hal ini akhirnya menjadi salah satu bagian tersulit dalam pendampingan pelaku di lapangan.

Bisa dibayangkan, betapa banyaknya kendala dari tugas seorang Fasilitator, karena di pundaknya bertengger sebuah tanggung jawab besar. Pada dirinya tertuntut sebuah tanggung jawab mulia: bagaimana mengembalikan dan mengubah sikap perilaku masyarakat untuk kembali ke awal. Yakni, menjadi manusia yang santun, beretika, bergotong-royong, peduli, serta memiliki kasih terhadap orang sekitarnya, terutama terhadap orang miskin.

Menyikapi kendala menjadi sebuah tantangan demi kesuksesan adalah sikap yang tepat, dewasa dan bijak. Demikianlah seharusnya sikap seorang Fasilitator. Militan, tahan banting, penuh optimisme, serta menyikapi tugas sebagai sebuah pengabdian dan ibadah.    

Mengisi kembali manusia dengan nilai-nilai, itulah tepatnya! Tanpa nilai-nilai luhur kemanusiaan, niscaya keberhasilan pekerjaan besar yang kita lakukan akan diragukan. Nilai-nilai kejujuran, keadilan, dapat dipercaya, akuntabel, transparasi dan sebagainya, bukan saja harus dimiliki oleh relawan desa, tapi juga wajib dimiliki oleh semua pihak dan semua tingkatan, bahkan termasuk para birokrat.

Kepemilikan nilai-nilai dari pihak birokrat demikian pentingnya, karena dimulai dari sanalah contoh segala macam perilaku bisa dengan mudah ditiru oleh masyarakat. Krisis keteladanan menjadi salah satu penyebab runtuhnya nilai-nilai sosial di masyarakat. Oleh karenanya keteladanan yang dimulai dari kalangan atas, kiranya patut diberikan, di samping penguatan moral dan agama.

Pembangunan manusia yang memiliki nilai, kaitannya dengan program PNPM Mandiri kiranya dapat menjadi kesepemahaman bersama. Bahwa hal itu menjadi bagian yang teramat penting! Bagaimana tidak, bilamana semua pihak terkait telah memiliki nilai-nilai, disertai rasa ikhlas dan syukur yang tinggi, maka tidak akan diragukan lagi kemakmuran serta kesejahteraan rakyat, yang menjadi impian dan cita-cita kemerdekaan, akan menjadi kenyataan.

Sebab itu keberadaan relawan desa yang menjunjung tinggi moral, nilai-nilai, disertai rasa ihklas yang tulus menjadi salah satu modal dasar. Sebuah komponen tiang pondasi yang kuat bagi keberhasilan program ini.

Sentuhan pembangunan bagi desa terpencil serta desa-desa lainnya yang selama 66 tahun belum merasakan nikmatnya kemerdekaan, selayaknya harus dibuktikan secara bersama dan menjadi tanggung jawab semua pihak, yaitu pemerintah, masyarakat, dan kaum peduli. Kenyataan lapang membuktikan betapa baru sebagian masyarakat desa yang bisa menikmati hasil perjuangan pahlawan-pahlawan kemerdekaan.

Kehadiran PNPM Mandiri di tengah-tengah kampung mereka membawa manfaat, utamanya bagi orang miskin. Pembangunan jalan lingkungan yang baru tersentuh sejak 66 tahun merdeka membuahkan senyum di wajah renta.

Marilah kita sama-sama melakukan sesuatu agar wajah-wajah renta mereka tidak lagi sendu. Agar senyum mereka terus mengembang. Agar mereka merasa “diadilkan” dari sebuah kebijakan.

Relawan desa yang memahami arti pentingnya sebuah nilai, kiranya tidaklah berlebihan jika dirinya disebut sebagai pahlawan pembangunan desa. Tidakkah peran aktif mereka dalam membangun desanya dan mengartikan sumbangsih mereka ini juga sebagai upaya mengisi kemerdekaan?

Semoga kita menjadi manusia-manusia yang bernilai mulia. Utamanya di mata Tuhan. Menghargai pengorbanan para pahlawan bangsa, sehingga segala sesuatu yang kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan ini selalu mendapat rahmat-Nya, dan bisa terhindar dari perbuatan tercela yang dapat meruntuhkan nilai dan ibadah kita. Amin.. (PL)

Editor: Nina K. Wijaya

(dibaca 1638)
KOMENTAR ANDA:
lanjutkan...

ttd
http://tekimzone.blogspot.com
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Artikel | Arsip Artikel | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 181, akses halaman: 233,
pengunjung online: 191, waktu akses: 0,047 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank