Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaCeritaBelajar Kerukunan Umat Beragama dari “Kusu-Kusu”
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Bitung, 28 September 2011
Belajar Kerukunan Umat Beragama dari “Kusu-Kusu”

Oleh:
Teddy Sulangi
Korkot Bitung
OC 8 Prov. Sulawesi Utara   .
PNPM Mandiri Perkotaan

Di tengah-tengah keprihatinan kita tentang kondisi kerukunan (toleransi) umat beragama yang sering tercabik-cabik di republik tercinta ini, sebuah angin segar berhembus dari lokasi “Kusu-Kusu”, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Sulut memang dikenal dengan semboyan: “Torang Samua Basudara”. Semboyan ini bukan sekadar kalimat mati yang dijadikan kampanye politis, tapi memang benar-benar diwujudkan dan dipraktekkan sampai pada tataran akar rumput.

Sebagai contoh, ketika warga masyarakat Lingkungan 4, Kelurahan Wangurer Barat, yang dikenal dengan sebutan “Kusu-Kusu”, berkolaborasi dengan PNPM Mandiri Perkotaan melaksanakan kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peresmian jalan paving block, berjalan sukses.

KSM Kusu-Kusu, dengan Denny Suawa sebagai ketuanya, adalah pelaksana kegiatan jalan paving block. Denny melaporkan, dana kegiatan berasal dari PNPM Mandiri Perkotaan tahun Anggaran 2011 (BLM 1 TA 2011) sebesar Rp36 juta ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp10,8 juta dalam bentuk tenaga kerja dan sumbangan material. Jalan paving block ini berada di tiga lorong, dengan total panjang 250 meter dan lebar 2 meter.

Ustadz Sumarno Peke, dalam ceramahnya pada acara halal bihalal mengatakan, penting sekali menjaga tali silaturahmi di antara warga masyarakat tanpa memandang agama, dan latar belakang suku. Kepedulian, kebersamaan, kejujuran dan pengendalian diri bukan hanya dilakukan saat bulan Ramadan saja, melainkan harus berlanjut dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan serupa, Korkot PNPM Mandiri Kota Bitung Teddy Sulangi memberikan apresiasi kepada KSM Kusu-Kusu, yang mampu menyelesaikan pekerjaan jalan paving block bersama warga masyarakat dalam waktu singkat dan kualitas baik.

Camat Madidir Romles Masihor dalam sambutannya mengatakan, peran tokoh agama sangat besar dalam menggerakkan potensi warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanggulangan kemiskinan. Ia berharap agar para tokoh agama yang ada terus membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, agar Kota Bitung semakin baik ke depannya.

Selanjutnya, atas nama Pemerintah Kota Bitung, Romles Masihor melakukan penandatanganan prasasti kegiatan jalan paving block.

Turut hadir dalam acara halal bihalal dan peresmian jalan paving block di Kelurahan Wangurer Barat adalah Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulut Jhon Dumais, Anggota Komisi III DPRD Kota Bitung Arifin Dunggio, Lurah Wangurer Barat Rocky Bawotong, Koordinator BKM Jaya Bersama, Kelurahan Wangurer Barat Threisye Rantung.

Acara diakhiri dengan makan siang bersama, diiringi hiburan musik keyboard dan lagu yang dibawakan oleh camat, Jhon Dumais, dan warga masyarakat. Di sela-sela iringan musik, dilaksanakan juga kegiatan lomba panjat pohon pisang oleh anak-anak yang bermukim di sekitar lokasi kegiatan.

Semuanya berjalan dengan baik. Ketika kita peduli, kita bisa atasi. Masalah kemiskinan adalah masalah kita bersama. Bersama pasti kita bisa. Bersama tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, anggota Dewan, PNPM Mandiri Perkotaan pasti lebih bisa memberi makna. (OC 8 Sulut)

Editor: Nina K. Wijaya

(dibaca 1554)
KOMENTAR ANDA:
Mantap Pak Teddy;;Luar biasa tulisan yang memberi aspirasi dan motivasi yang diangakat dari pengalam lapangan.
Memang untuk belajar kerukunan umat beragama di sulut tempatnya ....
salut buat KSM kusu kusu yang memberi contoh sekaligus berhasil dengan jalan paving block...
sukses buat KSM kusu kusu,
sukses buat korkot Bitung,
sukses buat KMW OC 8.
Ketika kita peduli, kita bisa atasi.
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 5096, akses halaman: 6357,
pengunjung online: 242, waktu akses: 0,023 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank