Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaCeritaSidoarjo: Implementasi Misi Support Bank Dunia - Interdep
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Sidoarjo, 17 Desember 2011
Sidoarjo: Implementasi Misi Support Bank Dunia - Interdep

Oleh:
Nurul, S.E. 
Koordinator Kota Sidoarjo 
KMW/OC 6 Prov. Jawa Timur
PNPM Mandiri Perkotaan

Misi Supervisi Bank Dunia dengan interkementerian—Bapenas, PU Cipta Karya, Depdagri, dan Depkeu—ke Sidoarjo pada 6 – 9 Desember 2011 ada perubahan yang sangat signifikan dibandingkan misi-misi sebelumnya.

“Saya perlu menjelaskan tentang posisi Bank Dunia pada Misi Supervisi kali ini. Pertama, Bank Dunia adalah Bank milik negara-negara anggota PBB, termasuk Indonesia, sehingga bukan Bank-nya Amerika, tetapi milik bangsa Indonesia juga, karena kita anggota PBB,” jelas Parwoto dari Bank Dunia, dalam acara seremonial penerimaan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Kedua, lanjut dia, dari sisi pendanaan untuk PNPM Mandiri saat ini sangat berbeda, kalau dulu memakai Loan Murni, sehingga DIPA itu tidak pernah keluar di awal tahun karena berbentuk utang murni, tetapi sekarang lebih kepada penyediaan Rupiah Murni. “Akan tetapi Bank Dunia berada pada posisi men-support pendanaan, karena tahun APBN kita defisit, sehingga pemerintah kemudian melakukan penarikan dana dari Bank Dunia guna menutupi defisit anggaran,” tuturnya lagi.

Ketiga, tujuan Tim ke Sidoarjo adalah untuk men-support pelaksanaan program. “Kami datang bersama teman-teman dari kementerian, dipimpin PU Cipta Karya, sebagai yang punya gawe, dan posisi Bank Dunia adalah mendampingi beliau-beliau, karena kami berada pada posisi men-support atau istilahnya Implementing Support Mission atau misi untuk men-support pelaksanaan program. Dan, tujuan misi nantinya bisa memberikan kontribusi pada perbaikan-perbaikan program di masa yang akan datang, bukan untuk memeriksa kemudian menyalah-menyalahkan siapa,” kata Parwoto.

Setelah acara penyambutan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sidoarjo dilanjutkan dengan pemaparan oleh Bappeda Sidoarjo, OC dan Korkot dengan panel dan dimoderatori oleh Kepada Badan Pemberdayaan Sidoarjo Drs. Arsyiah.

Dari kiri atas ke kanan (clockwise): Dalam acara penerimaan di Pemda Sidoarjo. Ki-ka: Bambang (Depdagri), Parwoto (Bank Dunia),
Hisyam (Asisten 1
Pemkab), Sudibyo (Sekretaris Bappeda), dan Arsyiah (Kadis Pemberdayaan). | Para Camat,  PJOK, dinas terkait dalam
acara penerimaan tim dan pemaparan oleh pemda tentang pelaksanaan PNPM
Mandiri | Kunjungan ke Kelurahan Bligo, Kecamatan Candi
Sidoarjo
|
Menuju lokasi dusun terpencil dengan perjalan naik perahu selama 1 jam

Dalam paparan Pemda Sidoarjo disampaikan beberapa isu penting di antaranya tentang kebijakan penanggulangan kemiskinan Sidoarjo, strategi penanggulangan kemiskinan, dukungan anggaran dan kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui PNPM, integrasi pelaksanaan program dan kesiapan pemda dalam alih kelola program.

Acara kemudian dilanjut tanya-jawab dengan peserta pertemuan yang terdiri dari perwakilan dinas terkait—dinas pendidikan, kesehatan, dinas sosial, Dinas PU Cipta Karya, DPPKA—seluruh camat penerima PNPM Mandiri Perkotaan (15 kecamatan) dan FKA BKM. Pertanyaan-pertanyaan muncul dari Tim Misi Supervisi, termasuk dari Kementeriaan PU Cipta Karya yang bertanya kepada narasumber, apakah Sudibyo benar pemandu nasional pemda. Karena, Tim menilai berdasar apa yang dipaparkan oleh Sudibyo, tampaknya ia sangat menguasai tentang PNPM. “Menurut kami, ini adalah dukungan yang sangat luar biasa dari pemerintah daerah kepada pelaksanaan program. Mewakili Kementerian PU Cipta Karya, sebagai leading sector PNPM, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo atas dukungannya,” kata Krisna, mewakili Kementerian PU Cipta Karya.

Tanya-jawab berlangsung sangat hangat, sehingga pembawa acara menyudahi karena waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 WIB, kemudian dilanjut dengan pemilihan lokasi kunjungan dengan kelurahan pertama, Desa Bligo, Kecamatan Candi, yang merupakan kelurahan terbaik pilihan OC. Kelurahan kedua pilihan Tim adalah Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo, dan ketiga ke Desa Tropodo, Kecamatan Waru.

Field Visit, Kelurahan/Desa Termasuk Pulau Terpencil

Kelurahan terbaik usulan KMW dan Korkot yang dikunjungi adalah Desa Bligo, Kecamatan Candi, yang merupakan lokasi baru tahun 2009. Proses dialog sebagai bagian dari misi supervisi di Desa Bligo ini berjalan santai antara masyarakat dengan Tim Misi Supervisi. Koordinator BKM Bligo Sugianto, yang merupakan pensiunan ABRI, tampak sangat bersemangat menjelaskan apa yang sudah dilakukan BKM Bligo selama ini, termasuk pengalaman-pengalaman selama menjadi relawan kemiskinan di desanya.

Sedangkan kelurahan kedua pilihan Tim Misi Supervisi adalah Kelurahan Gebang, yang merupakan lokasi baru tahun 2007. Ada hal yang menarik perhatian, saat Tim Misi Supervisi mengunjungi kelurahan ini. Mereka tertarik untuk mengunjungi dua dusun terpencil, yaitu Kalijang dan Pucu’an.

Dari kiri atas ke kanan (clockwise): Dusun terpencil “PUCUAN” dengan jumlah 60 KK dengan kondisi kemiskinan yang terisolasi |
Anak-anak dusun terpencil berjumlah 39 orang yang bersekolah tergantung guru yang datang dan hampir tidak pernah disiplin dalam
proses belajar mengajar karena tergantung guru dari kota. | Proses dialogis warga Dusun Pucuan dengan Tim Misi Supervisi
Interkementerian dan Bank Dunia | Melihat pembangunan MCK dan Pengeboran air bersih pada Dusun Pucuan yang sangat terpencil
dan terisolasi.

Untuk mencapai dua dusun ini, mereka harus menggunakan transportasi perahu selama 1 jam perjalanan. Hampir tidak pernah dibayangkan, lokasi yang berada di Pulau Jawa, berhimpitan dengan ibukota provinsi, ternyata masih ada dua dusun yang sangat terpencil dengan kondisi permukiman tidak layak, infrastruktur yang tidak memadai, air bersih yang tidak layak, akses kesehatan dan pendidikan yang kurang, dan sebagainya.

Dusun Pucu’an memiliki penduduk berjumlah 60 KK dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan buruh tambak. Dalam dialog itu warga Pucu’an menyampaikan bahwa selama ini mereka tidak punya penerangan listrik dan kebutuhan air bersih setiap hari, harus membeli dari kota dengan harga per jerigen 10.000, dan setiap kepala keluarga menghabiskan rata-rata 3 jerigen setiap hari. Satu kondisi sangat parah dan butuh dukungan penganggaran yang tidak sedikit untuk membantu warga di dua dusun terpencil tersebut. Sehingga, Kelurahan Gebang mengusulkan agar dusun ini mendapatkan Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK).

Rangkaian terakhir, kelurahan ketiga yang dikunjungi adalah Kelurahan Tropodo, yang merupakan lokasi P2KP 1 tahun 1999. Dengan tingkat kemacetan ekonomi bergulir yang sangat tinggi—tingkat pengembalian (RR) dana bergulir mencapai 37%. Terkait hal ini Jumadi dari Bank Dunia memberi beberapa masukan, bahkan trik dan strategi kepada UPK untuk membuat daftar nama KSM aktif/lancar dan tidak aktif/menunggak, detail dengan nama-nama, alamat dan jumlah tunggakan. Jika perlu diberi foto identitas guna memudahkan mengenali orangnya. “Supaya kalau pinjam lagi tidak terkecoh dan bisa dibagi informasi kepada warga maupun program lain tentang daftar orang-orang yang menunggak,” kata Jumadi.

Lokakarya Mini dalam Rangka Implementation Support Mission

Rangkaian akhir dari kegiatan misi supervisi di hari ke-3 adalah penyampaian hasil temuan-temuan kepada pihak pemda,k onsultan dan beberapa pihak terkait. Bertempat di ruang rapat Bappeda, dihadiri oleh Sekretaris Bappeda, Kabid Sosbud Bappeda, PPK P2KP, serta dinas terkait dan seluruh PJOK.

Tim Misi Supervisi dalam kesimpulannya mengatakan, pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Kabupaten Sidoarjo berjalan cukup baik. Namun, beberapa temuan yang mesti ditindaklanjuti berkaitan dengan LPJ Pelatihan Masyarakat (ada yang belum selesai), tindak lanjut temuan BPKP belum tuntas, kesesuaian data SIM dengan realisasi lapang, keaktifan Tim Pemelihara pada kegiatan infrastruktur.

Dari kiri atas ke kanan (clockwise): Pemandu Nasional (Yunan) memandu kelompok kecil dalam Lokakarya Mini (Lokamini) untuk
menggali partisipasi warga miskin dan perempuan dalam PNPM Perkotaan. | Peserta lokakarya dibagi kedalam 4 kelompok guna 
membahas tentang persoalan lemahnya partisipasi perempuan dan warga miskin | Suasana penyampaian hasil-hasil temuan oleh tim
interkementerian dan Bank Dunia kepada Pemda Kabupaten Sidoarjo | Lokakarya Mini dalam Rangka perbaikan program dengan dihadiri
oleh unsur-unsur BKM, UPK, UPL,UPS, KSM, Tim Faskel.

Dari temuan itu diperlukan penguatan kepada kelembagaan BKM/LKM, pembinaan kepada UPK dan Sekretariat BKM serta dukungan pemda yang sangat baik perlu dipertahankan.

Setelah acara penyampaian temuan-temuan acara dilanjutkan dengan Lokakarya Mini yang dihadiri oleh unsur-unsur BKM/LKM 9 orang, UPK 5 orang, UPS 3 orang, KSM 4 orang, Senior Faskel 9 orang, Faskel 3 orang dan Askot 5 orang.

Pada pukul 14.00 WIB, acara lokakarya dibuka oleh Parwoto dari Bank Dunia menyampaikan bahwa sejak Maret 2011, perusahaan independen Rand Labor and Population, atas permintaan Bank Dunia melakukan penelitian di 16 kelurahan di lokasi PNPM (13 kelurahan reguler dan 3 kelurahan ND) dengan tujuan sebagai berikut: Menilai pelaksanaan PNPM terhadap pencapaian tujuan dan sasaran, identifikasi apa yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak berjalan dan mengapa menemukan hal-hal yang perlu perbaikan atau penjelasan mengapa. Meskipun ini bukan evaluasi dampak, sejauh memungkinkan melihat korelasi antara proses dan dampak (outcomes), mengemukakan (subjektif) “contoh baik” dan mengusulkan implikasinya terhadap rancangan dan atau bidang yang memerlukan penelitian atau percobaan.

Dari penelitain tersebut dihasilkan enam temuan penting mencakup perkara: (1) Sosialisasi dan partisipasi masyarakat; (2) Hubungan dengan pemerintah; (3) Fasilitator; (4) Infrastruktur; (5) Mekanisme kontrol dan tata kelola keuangan; (6) Besaran BLM dan model ND.

Tujuan dialog dan tukar pikiran dengan pelaku utama melalui Lokakarya Mini ini dalam rangka mendapat masukan dari beberapa temuan tersebut di atas. Usulan atau rekomendasi perbaikan performa dari beberapa perkara tersebut. Dari penjelasan tersebut di atas, lokakarya kemudian dibagi ke dalam empat kelompok kecil. Masing-masing kelompok tersebar perwakilan dari masing-masing unsur.

Kelompok 1 membahas sasaran dan hubungan kelompok miskin (PS-2) dengan penggunaan BLM infrastruktur dan bagaimana prosesnya agar hal tersebut dapat terkawal dengan baik. Kelompok 2 membahas mengenai bagaimana mendorong/meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya keluarga miskin (PS-2) dan perempuan, sehingga tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi juga sebagai pelaku utama (subjek). Kelompok 3 membahas kaitan antara pembangunan infrastruktur dengan pembangunan sosial dan ekonomi (keterpaduan tridaya). Kelompok 4 membahas beban kerja fasilitator, manajemen tim dan manajemen waktu kerja fasilitator berkaitan keluaran peta persoalan dan potensi pengembangan program dan adsministrasi rekomendasi.

Masing-masing kelompok dipandu oleh para pemandu nasional yang hadir dalam pertemuan—Yunan, Fauzi, Marcus Apriono, Nurul—guna membahas secara mendalam dari beberapa pokok bahasan.

Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya dalam pleno yang kemudian menghasilkan beberapa pokok masalah, antara lain, tahapan PNPM begitu banyak dan memerlukan frekuensi pertemuan yang berkali-kali dalam beberapa event. Ini membuat masyarakat jenuh dan kelompok perempuan dan miskin tidak bisa mengikuti setiap event, karena masih adanya paradigma perempuan tidak boleh keluar malam. Warga  miskin minder dalam pertemuan-pertemuan, sehingga banyak didominasi non miskin.

Belum ada reward and punishment terhadap kelurahan/desa yang tidak berproses maksimal, karena pada akhirnya BLM tetap harus dicairkan, fasilitator banyak yang belum paham tujuan visionernya program banyak terjebak pada persoalan-persoalan mekanisme, manajerial tim faskel juga perlu perbaikan, sehingga peran masing-masing bidang dalam Tim Faskel dapat berjalan dengan baik. Rotasi Faskel dan pergantian Faskel juga menjadi sorotan karena pengganti Faskel baru, begitu terjun di lapangan, ternyata tidak menguasai tugasnya.

Beberapa rekomendasi yang diusulkan adanya pertemuan-pertemuan khusus pada kelompok perempuan dan miskin yang dipisahkan dengan warga lain dalam event-event pengambilan keputusan. Penyederhanaan prosedur administrasi program yang berbelit-belit, perbaikan dan penguatan manajerial Tim Faskel.

Acara selesai pada pukul 18.00 WIB dengan menghasilkan banyak persoalan-persoalan yang dapat digali sekaligus rekomendasi-rekomendasi yang telah kami tampung untuk dibawa ke Jakarta. “Kami mengucapkan terimakasih atas peran dan kesediaan bapak-ibu sekalian dalam proses diskusi yang sangat berharga ini bagi kami. Semoga ke depan program kita ini menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi percepatan penanggulangan kemiskinan,” kata Parwoto seraya menutup.

Tidak ada program yang lebih baik kecuali melalukan perbaikan-perbaikan atas refleksi pelaksanaan dan kemudian memperbaikinya. Bravo PNPM Mandiri Perkotaan! (OC 6 Jatim)

Editor: Nina K. Wijaya

(dibaca 1336)
KOMENTAR ANDA:
mantab!!!!!!
koreksi dan perbaikan...penting itu...
sayang photo nurul naga bonar ga ada....
manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...
Maryana : Fotonya masih diedit Mbak Nina prends...krn kurang layak dipampang..he..he....
Klo pengen keren, pakai saja foto Nurul Arifin, SE... senangnya... piss...

@ Kang Maryana, Mas Nurul: Lho, memangnya ada fotonya yaa? hihihi... Maaf, segera saya tayaaang.. senangnya...

mbak nina : wah gurau mbak..ntar bisa salah tuh klo ada fotonya nurul arifin yg benar NURUL NAGABONAR...senangnya...senangnya...senangnya...
hore ada photonya....
tapi ga ada senyumnya....
woow!...woow!...woow!...woow!...woow!...woow!...woow!...woow!...
sidoarjo TOP banget....manis kan?...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 3433, akses halaman: 3977,
pengunjung online: 179, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank