Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaCeritaBerkah Sebuah Amanah
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Lhokseumawe, 16 Mei 2012
Berkah Sebuah Amanah

Oleh:
Tim Sosialisasi
KMW Aceh
PNPM Mandiri Perkotaan   .

Pembawaannya tenang dan menunjukkan semangat hidup menyala-nyala dalam menjalankan hidup. Geuchik Akmal, begitu beliau biasa dipanggil oleh masyarakat di lingkungannya. Pria kelahiran Seuneubok, 10 Juni 1980 yang bernama asli Akmal Husen  ini menyelesaikan pendidikan hingga sekolah menengah atas.

Geuchik Akmal mempunyai dua anak  laki-laki dari isteri yang bernama Misnawati. Ia adalah seorang wiraswasta yang kini mengabdikan diri sebagai Geuchik di desanya. Geuchik Akmal adalah mantan koordinator BKM Iskandar Muda periode 2008-2009 Desa Seuneubok, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Pertama kali mengetahui PNPM Mandiri Perkotaan di kelurahan tempatnya tinggal, Geuchik Akmal langsung aktif mengikuti kegiatan, mulai dari sosialisasi awal pada tahun 2008.

“Awalnya saya tidak tahu apa itu PNPM Mandiri Perkotaan. Tapi, setelah sering mengikuti kegiatan bersama masyarakat lain, ternyata banyak ilmu yang saya dapatkan di sini,” ujarnya, mengenang keterlibatan di P2KP.

Di sisi lain, beliau adalah seorang yang jujur, fleksibel dan mampu meredam situasi atau konflik yang muncul dalam masyarakat. Kejujuran merupakan modal awal untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap masyarakat. Dengan kejujuran, maka akan membuahkan hasil yang besar dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi. Dengan kepribadian yang jujur, tenang serta pengalamannya sebagai Koordinator BKM di desanya, terpilihlah beliau sebagai Geuchik periode 2009 sampai dengan sekarang.

Geuchik Akmal yang dipercaya sebagai Geuchik di Desa Seuneubok, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. “Saya ingin kita semua secara bersama-sama memecahkan permasalahan kemiskinan yang ada di Lhokseumawe, khususnya di desa saya. Maka dari itu, saya terlibat aktif dalam program PNPM Mandiri Perkotaan maupun yang lainnya. Harapannya, mudah-mudahan pemikiran saya bermanfaat bagi warga miskin dalam setiap keputusan yang diambil oleh Masyarakat. Untuk itu, saya ikhlas berbuat untuk orang lain. Apalagi yang saya bantu adalah masyarakat yang kurang mampu,” tutur Geuchik Akmal mengenai semangatnya melayani masyarakat.

Komitmen Geuchik Akmal terhadap kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan tidak akan berjalan tanpa dukungam seluruh masyarakat. Geuchik Akmal mengupayakan kerja sama dengan pihak pemerintah, perbankan dan kelompok peduli lain yang ada di kota Lhokseumawe dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga miskin di desa.

Mimpi Geuchik Akmal adalah memberdayakan masyarakat miskin di daerahnya dengan segala potensi yang dimiliki serta memaksimalkan sumber daya yang ada di desa Seuneubok. “Jika itu terwujud, niscaya kemiskinan di desa Seuneubok lebih cepat tertanggulangi,” tegasnya.

Guna mewujudkan mimpi itu, Geuchik Akmal tidak segan turun ke masyarakat dan memberi kesadaran bahwa kemiskinan dapat berubah karena keinginan sendiri, bukan karena bantuan orang lain. Dalam PNPM pun beliau aktif menghadiri rapat-rapat yang diadakan, serta turun ke dusun-dusun yang mendapatkan dana  kegiatan guna sosialisasi program, sekaligus meninjau lokasi kegiatan.

Begitulah sosok Geuchik Akmal. Semangatnya untuk meningkatkan kesejahteraan warga miskin, baik dari sisi lingkungan, pendidikan maupun ekonomi, tidak dibatasi usia. Karena, bagi beliau, usia bukan penghalang untuk bisa berbakti kepada segenap masyarakat, khususnya masyarakat desa sendiri.

Lebih lanjut, Geuchik Akmal berharap dapat menjadi pendorong bagi kaum muda untuk aktif dalam kegiatan masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan. Karena, selama ini masih sedikit kaum muda yang terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, akibat masih adanya anggapan bahwa terlibat di organisasi kemasyarakatan hanya membuang waktu saja dan tidak ada penghasilan atau gaji yang didapat. (NAD)

Editor: Nina K. Wijaya

(dibaca 1240)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 10930, akses halaman: 15696,
pengunjung online: 137, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank