Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaCeritaBimbingan Belajar Bagi Anak Warga Miskin
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Sukoharjo, 21 Mei 2012
Bimbingan Belajar Bagi Anak Warga Miskin

Oleh:
Twedi Andrianto, S.S.
Fasilitator Community Development
Tim 007, Kecamatan Gatak-Kartasura    .
Kabupaten Sukoharjo
KMW 5 Prov. Jawa Tengah
PNPM Mandiri Perkotaan

Masyarakat sekarang menyadari bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan-persoalan yang berhubungan dengan faktor ekonomi, lingkungan atau aset semata—seperti dasar pemikiran pada kegiatan penanggulangan kemiskinan dahulu. Namun juga ada persoalan yang lebih mendasar, yaitu akar penyebab kemiskinan itu sendiri: disebabkan oleh kemalasan ataupun kurangnya pengetahuan.

Pengetahuan memang sangat penting bagi kehidupan manusia itu sendiri. Pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan. Maka, seseorang yang kurang mengerti atau memahami tentang arti pendidikan akan menyebabkan kehidupannya terpuruk.

Pendidikan adalah salah satu hak yang sudah selayaknya didapatkan oleh semua anak. Berbagai hasil studi menunjukkan, jika pada masa usia dini seorang anak mendapat stimulasi maksimal, maka potensi anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pemerintah pun menaruh perhatian besar terhadap hal tersebut. Terbukti, dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, diatur masalah pendidikan anak. UU ini menegaskan, setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadi serta kecerdasan.

Namun, kenyataannya, tidak semua anak bisa mendapatkan atau melanjutkan pendidikan. Khususnya, bagi masyarakat miskin. Sadar akan masalah tersebut, dalam Pemetaan Swadaya (PS)-nya warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo mengusulkan untuk memberikan tambahan pelajaran bagi anak warga miskin yang tidak mampu membiayai pendidikan tambahan di luar sekolah.

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wahyu Tumurun, yang dikoordinatori oleh Wasimin M.M., mencoba memecahkan permasalahan tersebut.

Pada Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang turun di akhir tahun 2011, dana yang dialokasikan ke Bimbingan Belajar (Bimbel) sebesar Rp29,5 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk anak Sekolah Dasar (SD) sejumlah 30 anak dan anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) sejumlah 30 anak.

Bekerja sama dengan Bimbel “Prestasi” sebagai mitra kerjanya dan juga SMP 2 Muhammadiyah Kartasura, Sukoharjo sebagai tempat pelaksanaan bimbel, pelaksanaanya pun berjalan dengan lancar.  Bahkan, dari 60 peserta yang ditargetkan, baru seminggu pelaksanaanya, sekitar 20 anak yang kurang mampu ikut mendaftar sebagai peserta tambahan.

“Mungkin sosialisasi Bimbel ini memang kurang merata di masyarakat. Kami memakluminya, karena Desa Makamhaji termasuk desa yang luas wilayahnya dan padat penduduknya,” jelas Yuliati, S.E. selaku UPS yang setiap sore selalu menyempatkan diri untuk memantau pelaksanaan bimbel.

Pelaksanaan bimbel dilaksanakan selama tiga bulan, yakni mulai Januari hingga April 2012. Untuk SD dilaksanakan setiap hari Senin sampai Rabu, dengan mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk SMP dilaksanakan setiap hari Senin sampai Jumat, dengan mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

“Rencananya pelaksanaan bimbel dilaksanakan selama tiga bulan, yakni dari bulan Januari hingga April 2012. Sekalian mendekati ujian akhir,” jelas Yuliyati. “Diharapkan dari program tersebut, Desa Makamhaji bisa mencetak kader-kader penerus bangsa yang dapat meningkatkan, memajukan dan mensejahterakan Desa Makamhaji,” tambahnya. (Jateng)

Editor: Nina K. Wijaya

(dibaca 948)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 657, akses halaman: 800,
pengunjung online: 101, waktu akses: 0,030 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank