Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaCeritaSi Cerewet dan Ekonomi Bergulir
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Langsa, 17 September 2012
Si Cerewet dan Ekonomi Bergulir

Oleh:
Agus Nur Aji 
Askot CD Kota Langsa
OC 1 Aceh
PNPM Mandiri Perkotaan    .

“Agar ekonomi bergulir tetap lancar, kita harus cerewet dan tidak boleh jenuh untuk menagih,” kata Deritawati. Dan, itulah yang dilakukan pengurus Unit Pengelola Keuangan (UPK) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sejahtera Mandiri Gampong Seulalah, Kota Langsa.

UPK merupakan wadah yang dibentuk untuk mengelola dan bertanggung jawab terhadap ekonomi bergulir serta sebagai tempat bagi masyarakat mendapatkan modal usaha melalui pinjaman dana bergulir tanpa adanya agunan, pembayaran dengan sistem angsuran dan tanggung renteng.

Setelah BKM terbentuk dan menyalurkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) ekonomi bergulir melalui UPK kepada masyarakat, modal awal dari BLM 1 tahun 2006 sebesar Rp104.640.000, dan tambahan modal BLM 2 tahun 2007 sebesar Rp51 juta, sekarang telah berkembang menjadi Rp210.640.000.

Deritawati atau Kak Butet, sosok di balik keberhasilan UPK BKM Sejahtera Mandiri Gampong Seulalah, Kota Langsa mempertahankan RR 100%

Penerima manfaat ekonomi bergulir sudah mencapai lebih dari 1300 orang. Dengan perputaran uang di masyarakat lebih dari Rp1,4 miliar, serta tingkat pengembalian ekonomi bergulir di Gampong Seulalah tetap lancar, alias RR 100%.

Keberhasilan mempertahankan ekonomi bergulir tersebut tidak lepas dari sosok perempuan paruh baya tangguh bermana Deritawati, atau yang lebih populer dipanggil Kak Butet. Dengan kemauan, keuletan, ketegasan dan sikap tanpa basa-basi menjadi modal yang sangat tepat untuk menggugah kesadaran masyarakat mengembalikan uang pinjaman Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) tepat waktu.

Demi mimpi program PNPM ini berhasil dan nasibnya tidak sama dengan program-program lain, atau setelah program digulirkan kemudian tidak tahu lagi kabar beritanya seperti lenyap di telan bumi, ditambah dorongan ingin membantu meningkatkan ekonomi keluarga kurang beruntung, apapun akan dilakukannya. Kegalauan tentang gambaran kegagalan program ekonomi yang terjadi di gampong sekitar dan rasa tanggung jawab kepada amanah yang diterimanya dijadikan motivasi untuk bekerja lebih keras.

Semua aturan yang telah ditetapkan oleh program dijalankan semaksimal mungkin, seperti selektif terhadap proposal KSM, verifikasi kepengurusan KSM, verifikasi kelayakan usaha KSM, serta adanya rapat pencairan BLM. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kemacetan dan salah sasaran dari program PNPM.

Berkat “kecerewetan” dan ketekunan, masyarakat Gampong Seulalah kian sadar dan disiplin mengembalikan pinjaman BLM demi kemajuan gampongnya sendiri

Kak Butet dengan tim penagih biasa berkeliling gampong secara rutin, mengunjungi rumah-rumah anggota KSM guna melihat perkembangan usaha dan mengingatkan kapan waktu membayar angsuran.

“Awalnya saya juga merasa tidak enak karena orang gampong jadi benci dan marah sama saya, apalagi masyarakat gampong lain tidak mengembalikan ekonomi bergulir juga tidak diapa-apakan. Tetapi demi kemajuan gampong, ya harus saya lakukan,” tegas Kak Butet.

Pendekatan dan komunikasi yang intens dengan anggota KSM, kesadaran untuk mengembalikan pinjaman ekonomi bergulir pun sangat tinggi. Yang semula marah-marah setiap ada penagihan, sekarang berubah sadar dan suka rela untuk membayar tepat waktu. Bahkan memunculkan persaingan yang baik, saling kontrol dan menumbuhkan budaya malu antarsesama anggota KSM apabila terjadi keterlambatan untuk mencicil.

“Alhamdulillah sekarang masyarakat Seulalah sadar dan tidak perlu diingatkan sudah datang sendiri ke sekretariat untuk membayar cicilan. Sekarang kami tidak lagi capek-capek datang menagih,” ujarnya.

Dengan perkembangan ekonomi bergulir sekarang masyarakat Seulalah sudah mulai menikmati hasilnya. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk pinjam modal usaha ke bank atau koperasi yang membutuhkan agunan.

Dengan ekonomi bergulir, roda perekonomian masyarakat Seulalah mulai hidup dan berkembang. Hal tersebut dapat dilihat dari tumbuh dan menjamurnya industri kecil skala rumahan yang menghasilkan produk berupa makanan ringan seperti keripik singkong, tempe kripik dan lain-lain. Ini semua secara otomatis dapat membatu mengangkat perekonomian bagi keluarga yang kurang beruntung. [Aceh]


Ekonomi bergulir membangkitkan geliat
Kota Langsa,

perekonomian di Gampong Seulalah
Provinsi Aceh

Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: 

BKM Sejahtera Mandiri 
Gampong Seulalah, Kecamatan Langsa Lama
Kota Langsa
Aceh

Contact Person:

  • Jumarun (Koordinator BKM), HP. 0853 7247 8484
  • Deritawati/Kak Butet (UPK), HP. 0852 6096 5070
  • Junaidi (SF Tim 23), HP. 0813 6144 5868

Editor: Nina Firstavina 

(dibaca 796)
KOMENTAR ANDA:
Mantap ceritanya mas Agus, kami tunggu cerita-cerita dari langsa yg lainnya....
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 2704, akses halaman: 3225,
pengunjung online: 162, waktu akses: 0,018 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank