Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArtikelPartisipasi Masyarakat dalam Implementasi PNPM Mandiri Perkotaan
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Bekasi, 24 September 2012
Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi PNPM Mandiri Perkotaan

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN
DENGAN PENGGUNAAN MODEL CLEAR
DI KELURAHAN KALIABANG TENGAH, KECAMATAN BEKASI UTARA, KOTA BEKASI

 Oleh: Irma Septiany S.IA 
Universitas Indonesia

Kemiskinan merupakan permasalahan yang sulit terpecahkan di Indonesia dan menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan oleh Pemerintah. Badan Pusat Statistik menyatakan penduduk miskin di Indonesia dari Maret 2010 ke Maret 2011 mengalami penurunan sebesar 1,00 juta orang. Pada Maret 2010 penduduk miskin sebesar 31,02 juta orang (13,33%)  sementara sampai Maret 2011 penduduk miskin menurun menjadi (12,49%) sebanyak 30,02 juta orang (BPS, 2011: dds.bps.go.id). Penduduk miskin di Indonesia memang mengalami penurunan dari tahun 2010 ke 2011, tetapi disparitas kemiskinan antara kota dan desa masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. Di dalam kota sendiri ketidakmerataan kesajahteraan atau disparitas kemiskinan ini masih sering dijumpai, terutama untuk daerah-daerah setingkat kelurahan yang letaknya jauh dari pusat kota dimana masalah kemiskinan masih menjadi momok dan jauh dari kalimat “kesejahteraan rakyat yang seluas-luasnya”.

Pemerintah terus berupaya yang untuk mengatasi masalah kemiskinan, Pemerintah menjadikan penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas pembangunan rencana kerja pemerintah tahun 2012 dengan tema “Percepatan dan Perluasan Ekonomi yang Berkualitas, Inklusif, dan Berkeadilan Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”. Kebijakan pembangunan nasional yang dibuat mengarahkan pada kebijakan Pro-Growth, Pro-Poor, Pro-Job dan Pro-Environment yang diharapkan menurunkan tingkat kemiskinan melalui kebijakan 4 (kluster) penanggulangan kemiskinan. Dari keempat kluster, salah satu kebijakan yang dimunculkan adalah PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri yang merupakan  program yang mengupayakan penanggulangan kemiskinan dengan meyakini bahwa pendekatan yang lebih efektif untuk mewujudkan proses perubahan kondisi yang lebih baik lagi melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan.

Tabel Capaian Partisipasi Kecamatan Bekasi Utara 2011

No Kelurahan Dewasa % Dewasa % Miskin % Perempuan
1 MARGA MULYA 11,346 28.7% 17.4% 38.7%
2 HARAPAN BARU 14,306 3.2% 25.0% 33.6%
3 KALIABANG TENGAH 49,957 1.5% 18.8% 32.3%
4 PERWIRA 23,316 4.5% 25.2% 31.3%
5 HARAPAN JAYA 53,795 2.3% 25.6% 30.6%
6 TELUK PUCUNG 30,434 2.5% 15.4% 28.9%

Sumber: Data Sistem Informasi Manajemen Korkot Kota Bekasi

Dari tabel di atas Keluruhan Kaliabang Tengah menunjukan serapan partisipasi terendah di Kecamatan Bekasi Utara. Rendahnya partisipasi dewasa yang terserap di Kelurahan Kaliabang Tengah hanya sebesar 1.5%, diikuti di dalamnya rendahnya partisipasi penduduk miskin dan partisipasi perempuan. Partisipasi penduduk miskin dan partisipasi perempuan yang rendah mempengaruhi rendahnya partisipasi dewasa di Kelurahan Kaliabang Tengah. Bagaimana partisipasi masyarakat di Kelurahan Kaliabang Tengah dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Kaliabang Tengah hanya menyerap partisipasi hanya 1.5%? dengan menggunakan Model CLEAR yang diajukan oleh Lowndes, Pratchett dan Stocker yang terdiri dari:

  1. Can Do – have the resources and knowledge to participate;
  2. Like to – have a sense of attachment that reinforces participation;
  3. Enable to – are provided with the opportunity for participation;
  4. Asked to – are mobilized through public agencies and civic channels;
  5. Responded to – see evidence that their views have been considered.

dapat digunakan untuk mengindentifikasikan ketidaksamaan respon warga terhadap partisipasi, sehingga dari kelima faktor Model CLEAR dapat diketahui bagaimana partisipasi di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan.

Berdasarkan identifikasi faktor-faktor Model CLEAR yang ditawarkan Pratchett, Stocker dan Lowndes (2004), maka diperoleh kesimpulan mengenai penyebab rendahnya partisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Kaliabang Tengah adalah sebagai berikut:

  1. Kemampuan menyediakan waktu yang dimiliki rata-rata penduduk Kelurahan Kaliabang Tengah sebagai pekerja menjadi faktor partisipasi di Kelurahan Kaliabang Tengah masih rendah. Sehingga yang dapat berpartisipasi hanyalah orang-orang yang benar-benar dapat meluangkan waktu sebesar-besarnya. Pada saat sosialisasi dilakukan dan informasi yang ditangkap oleh masyarakat  adalah tujuan program ini diperuntukkan untuk orang miskin, maka mereka yang merasa tidak menjadi bagian dari program ini memutuskan untuk tidak terlibat. Selain itu Sosialisasi yang pertama dilakukan oleh PNPM Mandiri Perkotaan melalui fasilitator kelurahan dan konsultan telah berupaya untuk melakukan sosialisasi dengan mengundang perangkat-perangkat kelurahan meliputi RW dan RT sebagai perwakilan wilayah, namun yang terjadi tidak semua RT/RW merespon undangan sosialisasi dari PNPM Mandiri Perkotaan.
  2. Keinginan masyarakat miskin untuk berpartisipasi ada, tetapi ketika diharuskan ada swadaya 30% keinginan mereka dalam pengajuan menjadi gugur karena tidak siap dalam melakukan swadaya. Kemampuan waktu perempuan dalam pertemuan seperti rapat-rapat tidak dapat mengikuti. Perempuan tidak dapat ikut dalam pertemuan pada malam hari karena masalah perijinan dari suami dan ajaran agama mereka yang melarang mereka untuk keluar pada malam hari. Ketika masyarakat miskin ingin berpartisipasi tetapi diminta untuk melakukan pengajuan bantuan, sikap jenuh dan pesimis masyarakat yang pernah mengajukan permohonan bantuan tetapi di tunda maka masyarakat miskin yang pernah melakukan pengajuan mundur secara perlahan.
  3. Program-program yang dikhusukan untuk perempuan di Kelurahan Kaliabang masih kurang karena program yang yang lebih utamakan adalah kegaiatan lingkungan. Sehingga perempuan kurang difasilitasi dalam PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Kaliabang Tengah.

Salah satu cara untuk pembangunan manusia, dalam mengatasi permasalahan kemiskinan diperlukan mengangkat kaum marginal yaitu penduduk miskin dan peran perempuan. Penduduk miskin dan perempuan sebagai objek tujuan pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan dalam hal mengatasi kemiskinan. Peran perempuan begitu penting karena perempuan yang mengetahui apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan rumah tangganya, perempuan yang dapat memberi masukan prioritas kebijakan apa yang perlu diambil dalam pengambilan keputusan karena bersentuhan langsung dengan permasalahan kemiskinan. Dalam rangka pembangunan manusia maka diperlukan partisipasi, sehingga untuk Kelurahan Kaliabang Tengah untuk meningkatkan partisipasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan adalah

  1. Sosialisasi yang dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan secara intensif ke 30 RW yang ada di Kelurahan Kaliabang Tengah. Setiap RW di kunjungi oleh fasilitator kelurahan atau konsultan.
  2. Menyediakan program-program yang diperuntukan perempuan dalam hal ini adalah kegiatan sosial. Potensi jumlah perempuan di Kelurahan Kaliabang Tengah yang hampir menyamai jumlah laki-laki, dapat diakomodir melalui pelatihan-pelatihan yang dapat menciptakan cikal bakal usaha-usaha baru yang dikelola oleh perempuan. Perempuan yang memperoleh penghasilan dari usahanya diharapkan dapat membantu suami meringankan kebutuhan hidup sehari-hari.
  3. Peran aktif BKM dan pengurus KSM dituntut lebih aktif, karena program ekonomi bergulir tidak berjalan di Kelurahan Kaliabang Tengah maka strategi mereka adalah dengan melakukan pendekatan ke pihak swasta untuk bekerjasama melalui channeling sehingga tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah.
(dibaca 2005)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Artikel | Arsip Artikel | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 8665, akses halaman: 12452,
pengunjung online: 187, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank