Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaBeritaBKM Mandiri Laloeha Terbaik di Sultra
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Kolaka, 6 Desember 2012
BKM Mandiri Laloeha Terbaik di Sultra

Oleh:
Uswatun Hasanah, S.Pd
Senior Faskel 
TF-10 Kecamatan Kolaka
OSP 8 Provinsi Sulawesi Tenggara   
PNPM Mandiri Perkotaan

Upaya dan kerja keras Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mandiri, Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka patut diapresiasi. Betapa tidak, selama 5 tahun berturut-turut (2007-2012) melaksanakan berbagai program pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti program NUSSP, Keserasian Sosial, BSPS dari Kemenpera, channeling program dengan beberapa dinas Kabupaten Kolaka dan PNPM Mandiri Perkotaan, selalu sukses dilaksanakan sesuai indikator capaian keberhasilan yang ditetapkan.

Oleh Karena itu, pada tahun 2012 Bank Dunia, sebagai donor PNPM Perkotaan, memberikan reward kepada BKM Mandiri melalui program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) dengan kucuran bantuan dana sebesar Rp1 miliar. Reward tersebut diraih BKM Mandiri setelah berhasil menyisihkan sebanyak 126 BKM lokasi dampingan PNPM Perkotaan se-Sulawesi Tenggara (Sultra).

Guna menyosialisasikan program PLPBK di Kabupaten Kolaka, khususnya bagi warga masyarakat Kelurahan Laloeha, pengurus BKM Mandiri Kelurahan Laloeha menggelar kegiatan jalan santai, sunatan massal bagi 35 orang warga miskin dan lomba kebersihan pada 15-17 November 2012. Keesokan harinya (17 November 2012) BKM, yang juga biasa disebut sebagai dewan amanah kolektif itu menggelar kegiatan lokakarya dan orientasi pelaksanaan PLPBK, sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi. Tujuannya agar warga Kelurahan Laloeha lebih memahami konsep dan implementasi program PLPBK.


Rangkaian kegiatan sosialisasi PLPBK di
jam) gerak jalan santai, sunatan massal

Kelurahan Laloeha. Dari kiri atas (arah jarum
dan lomba kebersihan tingkat lingkungan

Kegiatan disaksikan ratusan warga masyarakat Kelurahan Laloeha. Saat membuka acara, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Kolaka Ahmad Safei tak dapat menyebunyikan rasa apresiasi terhadap BKM dan dukungan warga setempat. BKM yang dikoordinatori Andi Abd Gaffar itu dinilai telah berhasil menyukseskan pelaksanaan berbagai program pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kolaka, saya menyampaikan rasa bangga kepada BKM Mandiri yang menjadi motor penggerak, termasuk ucapan terima kasih terhadap seluruh stakeholder yang selama ini ikut serta mendukung dan menyukseskan berbagai kegiatan pembangunan khususnya di Kelurahan Laloeha,” tutur Ahmad Safei, yang saat itu didampingi Camat Kolaka Marsukat Riadi, Lurah Laloeha Andi Paoloi, dan sejumlah Tenaga Ahli (TA) OSP 8 PNPM Mandiri Perkotaan Sultra.  

Karena itu keberhasian Kelurahan Laloeha meraih reward ini merupakan bagian dari kesuksesan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka. Sebab, lanjut dia, selama ini berbagai program pembangunan nasional yang berbasis pemberdayaan masyarakat selalu didukung oleh Pemkab Kolaka yang sangat komitmen dan apresiatif. “Sebagai bukti dukungan itu, setiap tahun anggaran, Pemkab Kolaka menyiapkan alokasi dana sharing hingga puluhan miliar rupiah. Termasuk di dalamnya PNPM Perkotaan,” tandas mantan Kepala BPMD Kolaka tersebut, disambut aplaus undangan yang hadir.

Sekab Kolaka Ahmad Safei saat membuka
lomba
Lokakarya dan penyerahan piala pemenang
kebersihan

Sementara itu, TA Urban Planner OSP-8 Sultra Muh. Nasir menjelaskan bahwa PLPBK adalah komponen PNPM Mandiri Perkotaan dalam rangka mendorong masyarakat mandiri menuju masayarakat madani hingga terwujud tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. “PLPBK juga merupakan media pembelajaran bagi masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah untuk pembangunan yang berkelanjutan,” jelas dia, saat menyampaikan materi “Konsep, Mekanisme dan Siklus PLPBK”.

Tujuan PLPBK, lanjutnya, adalah mewujudkan perbaikan kulitas hidup masyarakat miskin melalui penataan lingkungan penataan yang teratur, aman dan sehat. Output pelaksanaan kegiatan PLPBK adalah RPLP, RTPLP, pranata atau aturan bersama, fisik bangunan dan lingkungan serta terjadinya perbaikan perilaku hidup sehat, bersih dan produktif.

Alokasi dana Rp1 miliar yang dikucurkan, dicaikan dalam 3 tahap. Tahap pertama, sebanyak Rp150 juta akan digunakan untuk biaya operasonal BKM Mandiri, sewa Tenaga Ahli Pendamping Perencanaan dan Pemasaran, penguatan kapasitas masyarakat dan dukungan perencanaan. Tahap kedua, sebanyak Rp650 juta, dan tahap ketiga Rp250 juta akan digunakan untuk membiayai pembangunan fisik. Oleh karena itu, katanya, agar program kegiatan tersebut tepat sasaran maka dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan PLPBK harus melibatkan warga masyarakat, khususnya warga miskin. “Utamanya penggunaan anggarannya, harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Dan, siapa saja berhak melakukan pengawasan,” tegas Nasir .

Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan program PLPBK akan difokuskan pada penataan permukiman masyarakat, yang secara spesifik fokus pada sasaran kawasan padat, kumuh dan miskin (Pakumis). “Konteksnya sudah membahas pembangunan dalam skala kawasan kelurahan. Bukan lagi secara parsial seperti kegiatan PNPM Perkotaan regular yang selama ini dijalankan,” tutur mantan TA Infrastruktur OC 8 Sultra ini.

TA Urban Planner OSP 8 Sultra Muh. Nasir
saat memaparkan "Konsep
, Mekanisme 
dan Siklus PLPBK"
Peserta lokakarya yang kritis dan partisipatif

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Panitia Penanggung Jawab Lokakarya Malik mengatakan bahwa pascasosialisasi dan lokakarya program PLPBK, selanjutnya akan dilakukan tahapan perencanaan kegiatan. Ia menjelaskan, khusus TIPP, November ini akan membuka lowongan rekrutmen Tim Ahli (profesional) Perencanaan dan Pemasaran.

Untuk tenaga TAPP, akan direkrut personel yang memilki disiplin ilmu Planologi dan Arsitek. Sedangkan posisi tenaga pemasaran dibutuhkan dari disiplin ilmu ekonomi pemasaran, manajemen keuangan dan akuntansi,” ujar Malik.

Lebih lanjut, agar program ini berjalan sukses, diharapkan dukungan penuh masyarakat untuk terlibat aktif di setiap tahapan kegiatan PLPBK. “Juga, dukungan Pemkab Kolaka, terutama penyediaan dana sharing sebesar 50 persen dari total anggaran Rp1 miliar yang dikucurkan,” kata Andi Gaffar, yang juga Ketua LPM Kelurahan Laloeha.

Sedangkan Askot Sosial Mandiri Kabupaten Kolaka Arisandi, saat dikonfirmasi mengenai komitmen Pemkab terkait kesiapan dana sharing mengatakan, Bupati Kolaka telah menandatangani MoU terkait kesiapan dana sharing sebesar 50 persen dari anggaran BLM PLPBK ditambah 5 persen dari total BLM PLPBK yang diperuntukkan Biaya Operasional (BOP) Tim Teknis Pemda. Ditambahkan Arisandi, komitmen Pemkab menyiapkan dana sharing tersebut telah disahuti oleh bagian keuangan Sekretariat Pemkab Kolaka untuk dianggarkan pada penganggarn APBD tahun 2013. [Sultra]

Editor: Nina Firstavina 

(dibaca 1205)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 4266, akses halaman: 5288,
pengunjung online: 384, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank