Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaBeritaPresiden SBY: Harga BBM Bersubsidi Naik, Tapi..
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Jakarta, 1 Mei 2013
Presiden SBY: Harga BBM Bersubsidi Naik, Tapi..

Oleh: 
Nina Firstavina, SE   
Editor Web
PNPM Mandiri Perkotaan   

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun ini sudah dipastikan akan naik. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kesiapan kompensasi dampak kenaikan harga BBM terhadap warga miskin. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Selasa, 30 April 2013. 

Menurut Presiden, kondisi fiskal tak lagi memungkinkan pemerintah mempertahankan harga subsidi BBM seperti sekarang ini. "Apalagi, subsidi BBM yang berjalan selama ini tidak tepat sasaran. Konsumen kelas menengah ke atas bisa terus menikmati subsidi BBM," ujar Presiden SBY.

Namun, kenaikan harga tersebut dilakukan secara terbatas dan terukur. Harga BBM tak dinaikkan setara harga pasar dan harga perekonomian. Dalam hal ini, lanjut SBY, pemerintah tetap wajib memberi perlindungan sosial kepada rakyat miskin. Di antaranya dengan memberikan kompensasi dampak kenaikan harga BBM, seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), beasiswa bagi siswa miskin, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Kompensasi bagi rakyat miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM akan dibahas bersama DPR dalam RAPBN Perubahan 2013," kata SBY di hadapan peserta Musrenbangnas, yang terdiri atas seluruh Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, serta para kepala daerah se-Indonesia.

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak berjalan menuju ruang Pameran usai membuka Musrenbangnas, di Hotel Bidakara, Selasa, 30 April 2013

Musrenbangnas 2013 yang dilaksanakan dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2014 ini mengambil tema "Memantapkan Perekonomian Nasional Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan". Sesuai tema tersebut, Presiden juga membahas mengenai pemantapan perekonomian nasional.

Seperti dilansir oleh situs resmi presidenri.go.id, Presiden menegaskan agar negara ikut bertanggung jawab atas kondisi ekonomi Indonesia. Untuk itu, SBY mengingatkan, jangan sampai Indonesia terbawa arus dan mekanisme pasar, karena berbahaya bagi perekonomian nasional. Presiden mengimbau para menteri dan seluruh kepala daerah untuk bersama-sama memahami kondisi perekonomian agar kebijakan yang dihasilkan dapat menjaga pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.

Presiden juga menyinggung mengenai situasi politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. "Kalau ada peristiwa politik yang tidak kita kehendaki, tapi terjadi ke wilayah sosial, jangan dibiarkan. Kalau ada tanda-tanda benturan itu kemudian kita biarkan lagi masuk ke wilayah keamanan, mari dengan cepat kita putus mata rantai itu. Kita cegah, kita kelola dengan baik. Dengan begitu tidak masuk pada gangguan keamanan," kata Presiden SBY.

Adapun pengawasan keamanan, menurut SBY, bukanlah tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Mereka tidak dirancang untuk seperti itu," SBY mengingatkan. Untuk itu, Presiden meminta seluruh kepala daerah agar proaktif mengantisipasi permasalahan potensi gangguan keamanan menjelang pemilu.


Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Wapres Boediono dan Kepala Bappenas Armida Alisjahbana

Usai memberikan sambutan di acara yang diinisiasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) itu, Presiden mengunjungi stan Pameran Perencanaan Pembangunan Nasional di  Hotel Bidakara lantai 1. Ketika melintasi kerumunan wartawan dan peserta pameran, Presiden mengucapkan salam. Spontan, salam tersebut dijawab kembali oleh semua yang hadir.

Presiden melanjutkan perjalanan menuju tempat pameran yang segera ditutup sementara dari pengunjung umum ataupun wartawan, kecuali undangan yang terdaftar dan memiliki identitas khusus. Memasuki ruangan pameran, terpampang backdrop besar berukuran sekira 2,5 meter x 10 meter. Di paling atas backdrop tertulis kalimat “Mewujudkan Indonesia Sejahtera: Entaskan Kemiskinan”; sesuai dengan tema Musrenbangnas tahun ini.

Sedangkan backdrop itu sendiri penuh dengan ilustrasi (kartun) berwarna-warni, menggambarkan masyarakat marjinal dan permasalahan mereka, antara lain, kesulitan lahan untuk bertani, kesulitan air untuk pertanian, kesulitan mengakses perbankan, urbanisasi karena sedikitnya lapangan kerja di desa, dan seterusnya.

Di balik backdrop, berdiri puluhan stan program penanggulangan kemiskinan dari berbagai klaster di bawah beberapa kementerian dan pemerintahan provinsi. Salah satunya adalah stan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang terdiri atas stan PNPM Mandiri Perkotaan dan Pamsimas/Sanimas. Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU Guratno Hartono tampak menyambut Presiden SBY di stan PNPM Mandiri Perkotaan. Begitu pula Kepala Subdit Wilayah II Direktorat PBL Kementerian PU, yang juga merupakan Program Manager Unit (PMU) PNPM Mandiri Perkotaan Pusat, Didiet Arief Akhdiat, terlihat mendampingi Guratno.

Direktur PBL Guratno Hartono (kanan) tampak
berbincang akrab dengan (dari kiri) PPK PNPM
Perkotaan wil.2 Mita Dwi Aprini, TA Mass Comm KMP
PNPM Perkotaan wil. 2 Iroh Rohayati dan PMU PNPM
Perkotaan Didiet Arief Akhdiat

PPK PNPM Mandiri Perkotaan Wilayah 2 Mita Dwi Aprini
dan TA Mass Comm KMP PNPM Mandiri Perkotaan
wil. 2 Iroh Rohayati menunjukkan contoh media
sosialisasi kepada peserta pameran

Setelah Presiden kembali ke ruang rapat Musrenbangnas, ruang pameran akhirnya dibuka untuk pengunjung umum. Menurut pengamatan Redaksi Web, banyak pengunjung yang mampir ke stan PNPM Mandiri Perkotaan. Mengambil buklet dan bertanya-tanya mengenai produk KSM dari Kota Bogor, berupa boneka batik, yang dipamerkan.

Satu hal yang cukup mengejutkan adalah kunjungan tiba-tiba dari Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, di luar rombongan menteri lainnya, ke stan PNPM Mandiri Perkotaan. Kedatangan Djoko disambut antusias oleh Pejabat Pembuat Komitmen PNPM Mandiri Perkotaan wilayah 2 Mita Dwi Aprini dan staf Satker PNPM Mandiri Perkotaan Pusat Reyhan Firlandy. 

Djoko Kirmanto bertanya secara rinci mengenai item yang dipamerkan dalam stan PNPM Mandiri Perkotaan, sambil mencermati boneka batik dan beberapa poster yang terpajang di stan. Ia juga bertanya soal capaian, lokasi kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan, termasuk kegiatan lanjutan seperti Program Penataan Lingkungan dan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), Program Peningkatan Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas (PPMK), Program Partisipasi Gender (P2G) dan Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat (PRBBM). Sekira 10 menit kemudian, Djoko Kirmanto melanjutkan kunjungan ke stan Kementerian PU lainnya.

Selain stan Kementerian PU, ada pula stan dari Bulog, Bantuan Siswa Miskin, Jamkesmas, Rehabilitasi Sosial – Anak Disabilitas dan Lanjut Usia, Program Keluarga Harapan, PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perdesaan Generasi, Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, Program Penguatan Ekonomi Akar Rumput, KUBE, BRI dengan Kredit Usaha Rakyat, Padat Karya Infrastruktur Berbasis Komunitas, PNPM Pariwisata, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN), Listrik Hemat dan Murah, Basis Data Terpadu (BDT) TNP2K, dan Program Komoditas PIJAR. Dari provinsi, antara lain, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatera Utara dengan program KMN, GPP dan G-PEMP, serta stan Listrik Tenaga Surya di Sumatera Utara. 

Musrenbangnas 2013 ditutup oleh Wakil Presiden Boediono pada hari yang sama, sekira pukul 17.30 WIB. [Redaksi Web]

Dokumentasi Pameran Perencanaan dan Pembangunan Nasional 2013 

Klik masing-masing gambar di bawah ini guna memperbesar tampilan:

Editor: Nina Firstavina

(dibaca 1230)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 8899, akses halaman: 10038,
pengunjung online: 217, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank