Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
PNPM-Perkotaan
Warta
,
Selamat datang di website PNPM Mandiri Perkotaan!
HomeWartaArtikelEfektivitas Nangkis Melalui Pola Kemitraan
Bagi rekan pelaku dan pemerhati P2KP yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan P2KP dan KBP ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web P2KP. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web P2KP tercinta ini.
Padang Panjang, 14 Agustus 2013
Efektivitas Nangkis Melalui Pola Kemitraan

Oleh:
Ridya Hazni, ST
Pejabat Pembuat Komitmen   
Kota Padang Panjang 
Prov. Sumatera Barat    
PNPM Mandiri Perkotaan

Perang terhadap kemiskinan secara terus menerus dilakukan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya. Secara keseluruhan kegiatan tersebut adalah dalam rangka percepatan Penanggulangan Kemiskinan (Nangkis). Dengan demikian, persoalan kemiskinan dapat segera diatasi. Hal ini, sebagaimana tertuang dalam Master Plan Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) yang menyatakan tentang percepatan penanggulangan kemiskinan Indonesia sampai dengan tahun 2025.

Penanggulangan kemiskinan tidak akan efektif bila dilakukan secara sektoral ataupun parsial. Namun penanggulangan kemiskinan dengan prinsip kemitraan sangat efektif. Dengan demikian dapat diambil sebuah konklusi, salah satu cara untuk memercepat tercapaianya tujuan penanggulangan kemiskinan adalah membangun kemitraan antara semua komponen dan stakeholder di tingkat nasional maupun di tingkat daerah dalam Nangkis.

Persoalan kemiskinan tidak hanya persoalan sandang, papan dan SDM, tetapi juga memuat semua aspek, baik dari segi ekonomi, lingkungan, sosial, politik dan Pertahanan Keamanan (Hankam). Maka dari itu, kemiskinan tidak bisa ditanggulangi hanya oleh salah satu pihak, dalam hal ini pemerintah atau masyarakat saja, tetapi harus dilakukan melalui kerja sama dan kemitraan antara masyarakat, pemerintah dan sektor swasta.

Menurut penulis, ada beberapa alasan pentingnya kemitraan perlu disinergikan antara beberapa pihak  dalam penanggulangan kemiskinan, yaitu: pertama, semakin kompleks dan kronisnya malah kemiskinan, sehingga mengakibatkan kebutuhan kerja sama dari semua pelaku pembangunan untuk melakukan hubungan harmonis dan duduk bersama dalam memecahkan persoalan kemiskinan.

Kedua, posisi masyarakat yang ditempatkan sebagai subjek dalam penanggulangan kemiskinan, bukan lagi sebagai objek, memberikan semangat baru bagi semua pihak untuk dapat secara bersama-sama bekerja sama dengan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan.

Ketiga, harus disadari bahwa semua program pasti memilki kelemahan dan kekuatan. Maka, ketika kekuatan dan kelemahan itu saling mengisi, Nangkis akan mudah diatasi dan kesejahteraan masyarakat lebih cepat dapat terwujud.

Guna membangun kemitraan—menerjemahkan konsep kemitraan pada buku Pedoman PAKET P2KP Tahun 2006, harus dilakukan sesuai dengan prinsip kemitraan dasar, yaitu: pertama, partisipasi, dimana semua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk menyatakan pendapat, memutuskan hal-hal yang langsung menyangkut nasibnya dan bertanggung jawab atas semua keputusan yang telah disepakati bersama.

Kedua, penerimaan. Kehadiran setiap pihak harus dapat diterima oleh pihak lain apa adanya dan dalam kesetraan. Ini juga berarti bahwa tiap pihak memiliki fungsi masing-masing. agar setiap pihak dapat diterima orang lain maka kepada setiap pihak dituntut untuk bersikap bertanggung jawab atau dapat diandalkan.

Ketiga, komunikasi, masing-masing pihak harus mau dan mampu mengomunikasikan dirinya beserta grupnya, sehingga dapat dilakukan koordinasi dan sinergi. Untuk itu, setiap pihak dituntut mau meleburkan dirinya menjadi satu kesatuan/kolaborasi.

Keempat, percaya. Masing-masing pihak harus dapat memercayai dan dipercaya, atau saling percaya, karena tidak mungkin suatu hubungan kerja sama yang harmonis dibangun di atas kecurigaan atau rasa saling tidak percaya. Untuk itu setiap pihak dituntut untuk bersikap terbuka (transparan).

Kelima, berbagi. Masing-masing harus mampu membagika diri dan miliknya untuk mencapai tujuan bersama dan bukan satu pihak saja yang harus mendapat keuntungan atau salah satu pihak harus berkorban atau memberikan segalanya, sehingga tidak lagi proporsional.

Dari prinsip kemitraan di atas, apabila sesama pelaku penanggulangan kemiskinan menerapkannya maka Nangkis akan efektif dan masyarakat miskin sejahtera, sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar Tahun 1945. [PL-Sumbar]

Editor: Nina Firstavina

(dibaca 530)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Artikel | Arsip Artikel | Print
PNPM Mandiri Perkotaan:
Jl. Danau Toba F 3 No. 8, Jakarta Pusat 10210
Total pengunjung hari ini: 7281, akses halaman: 10833,
pengunjung online: 331, waktu akses: 0,027 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank