Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaBeritaUNSRI Melakukan Pelatihan Pengemasan Produk Kepada KSM PPMK
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Palembang, 19 Januari 2016
UNSRI Melakukan Pelatihan Pengemasan Produk Kepada KSM PPMK

Oleh:
Mardalena
TA PPMK OC-02 P2KKP
Provinsi Sumatera Selatan

P2KKP Palembang - Pengabdian masyarakat menjadi salah satu tugas utama Perguruan Tinggi dan sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan yang dikuasai. Bentuk dari pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Universitas Sriwijaya (UNSRI) ini adalah pelatihan pengembangan kompetensi masyarakat.

Dari hasil identifikasi dan perumusan masalah yang dilakukan langsung ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) PPMK Kelurahan Karang Anyar, Bukit Baru, 20 Ilir D4, Pipa reja, Talang Aman, dan bukit Sangkal yang mempunyai produk usaha krupuk kemplang, rengginang, aneka kripik , pempek dan lain-lain didapat bahwa permasalahan utama KSM adalah pengemasan produk usaha.

"Pengemasan produk usaha menjadi hal yang sangat penting apalagi untuk produk olahan makanan, karena dengan kemasan yang baik maka tentunya produk akan memiliki nilai tambah. Dan selain itu, pengemasan bertujuan untuk menjaga kualitas produk, mempermudah distribusi produk serta menarik perhatian konsumen", jelas Liliana selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Pengabdian Masyarakat.

Berdasarkan identifikasi dan perumusan masalah KSM PPMK , maka dilakukan dua periode pelatihan yaitu pada tanggal 24 November 2015 bertempat di Kantor Lurah Kelurahan Bukit Sangkal yang diikuti oleh KSM PPMK dari Kelurahan Pipareja, Talang Aman, Bukit sangkal dan pada tanggal 25 November 2015 bertempat di Kantor Sekretariat LKM Karang Anyar Mandiri Kelurahan Karang Anyar yang diikuti oleh KSM PPMK dari Kelurahan Karang anyar, Bukit Baru, 20 Ilir D4.

Dalam paparan yang disampaikan oleh apit Fathurohman di Pelatihan Packaging Produk menjelaskan bahwa teknologi Pengemasan (Packaging) terbagi menjadi dua, yaitu: (1) Aspek Perlindungan dan Penanganan Produk, (2) Aspek Pemasaran dari Pengemasan. 

Aspek Perlindungan dan Penanganan Produk yang dimaksud adalah pertama, mengontrol keluar masuknya uap air. Terutama untuk produk yang kering dengan mengatur sirkulasi (perputaran) udara di luar kemasan. Mengontrol uap air bisa dilakukan dengan menggunakan pengemasan yang masih dapat melewatkan uap air dalam jumlah yang sedikit.

Kedua, mengendalikan suhu, bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk, dimana penyimpanan dengan suhu rendah maka diperlukan kemasan yang tahan suhu rendah, atau kemasan yang kuat sehingga apabila pada waktu pembekuan tidak pecah. Contoh: PVDC.

Ketiga, mencegah perpindahan komponen yang dapat menguap. Pengemasan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perubahan cita rasa produk dan biasanya dalam kemasan kedap. Contoh: kantong polietilen dan kemasan gelas seperti botol atau gelas jar. 

Keempat, mencegah kontak cahaya, bertujuan menghindari kontak cahaya produk-produk yang tidak tahan terhadap cahaya dengan menggunakan kemasan kedap cahaya, contohnya: kemasan aluminium foil, kaleng, gelas berwarna, dan plastik tidak transparan (tembus pandang).

Aspek pemasaran dari pengemasan, ternyata juga menjadi poin penting dalam sukses pemasaran produk usaha, karena permintaan dan minat konsumen akan kemasan yang praktis (mudah dibuka dan ditutup, volume yang sesuai, dapat digunakan kembali/diisi ulang) serta menarik perhatian (dari segi warna, bentuk, merk, gambar dan tata letak) mesti menjadi perhatian dan disesuaikan dengan segmen pasar. contohnya: seorang anak membeli produk karena terdapat gambar tokoh kartun kesayangannya di kemasan.

Pelatihan yang terbagi dua periode ini diikuti masing-masing 25 peserta diharapkan agar anggota KSM mengetahui pentingnya kemasan, baik dari konsep desain dan labeling kemasan produk. Pelatihan ini juga diharapkan dapat berkelanjutan dengan dimitrakan dengan LPM Universitas Sriwijaya dalam bentuk pelatihan manajemen organisasi, kepemimpinan, packaging produk, pembukuan usaha ke KSM-KSM PPMK di kelurahan lainnya yang belum mendapatkan pelatihan. [Sumsel]

Dokumentasi lainnya: 

Editor: Amibae/Nina Razad

(dibaca 1510)
KOMENTAR ANDA:
wqewqewq
tes tes
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 2539, akses halaman: 2696,
pengunjung online: 2758, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank